Sebenarnya aku nggak ada niat nonton drama ini. Tapi waktu itu, aku penasaran sama sosok Ahn Bo-hyun yang sempat dikabarkan dating sama Jisoo. Berakhirlah aku mengenal drama ini. Dan jujur kesan pertamaku adalah drama ini gemes banget.
Yumi's Cells adalah salah 1 drama Korea yang mengusung konsep unik. Drama adaptasi webtoon populer ini bercerita tentang hubungan asmara seorang wanita kantoran, ditemani “sel-sel” di dalam otaknya bekerja mengendalikan emosi, logika, rasa lapar, hingga rasa cintanya.
Disutradarai oleh Lee Sang Yeob dan ditulis oleh Song Jae Jung bersama Kim Yoon Joo, drama bergenre fantasy-romance ini berhasil mencuri perhatian karena memadukan live action dengan animasi 3D. Hasilnya? Sebuah tontonan ringan, lucu, tetapi diam-diam sangat relate dengan kehidupan banyak orang.
Sinopsis Yumi's Cells
Tokoh utamanya adalah Yumi, diperankan sangat apik oleh Kim Go-eun. Yumi digambarkan sebagai perempuan 31 tahun yang hidup mandiri khas pekerja kantoran kota besar. Ia bekerja sebagai akuntan, rajin, hemat, dan nyaris hanya fokus pada pekerjaan. Namun di balik itu, ada alasan mengapa hidupnya terasa monoton: sel cintanya telah “koma” setelah tiga tahun gagal move on dari hubungan sebelumnya.
Yang membuat drama ini menarik adalah bagaimana kondisi mental dan perasaan Yumi divisualisasikan lewat dunia kecil di dalam otaknya. Di sana ada berbagai sel dengan tugas masing-masing: sel cinta, sel emosi, sel logika, sel lapar, bahkan sel fashion. Ketika Yumi terlalu lama menjomblo, sel cintanya digambarkan tertidur koma. Sementara sel fashion masuk penjara karena Yumi dianggap terlalu boros jika urusan pakaian. Konsep absurd seperti ini justru menjadi sumber humor paling kuat di drama ini.
Saya pribadi benar-benar menikmati perpaduan animasi dan live action-nya. Rasanya seperti melihat isi kepala manusia diterjemahkan secara harfiah. Bahkan hal kecil seperti rasa gugup ketika ditatap pria tampan pun dibuat dramatis dan lucu oleh para “sel” di dalam otak Yumi. Penonton jadi ikut tertawa karena merasa, “Ya ampun, ini gue banget.”
Kehidupan Yumi mulai berubah ketika ia bertemu Chae Woo Gi, junior kantornya yang diperankan Choi Minho. Tatapan Woo Gi yang hangat membuat Yumi langsung salting setengah mati. Dan jujur saja, sulit menyalahkan Yumi karena mata Minho memang punya kemampuan membuat orang melting bahkan sebelum bicara.
Sayangnya, Yumi terlalu cepat berharap. Setelah berbagai drama kecil dan rasa GR yang berlebihan, ternyata Woo Gi hanya ingin menjodohkannya dengan sahabatnya, Koo Woong. Momen patah hati Yumi ini justru menjadi salah satu bagian terlucu sekaligus paling menyedihkan. Sel-sel di otaknya sampai digambarkan mengalami banjir bandang akibat hujan emosi yang datang tiba-tiba.
Kemudian muncullah Koo Woong yang diperankan Ahn Bo-hyun. Ia adalah seorang developer game yang introvert, cuek, dan hidup berdasarkan logika sederhana layaknya algoritma komputer. Bahkan sel akalnya memakai kacamata, berbeda dari milik Yumi. Salah satu detail paling kocak adalah keberadaan “sel nafsusaurus” milik Koo Woong yang berbentuk dinosaurus raksasa. Drama ini benar-benar kreatif dalam menggambarkan sifat alami manusia.
Kelebihan dan Kekurangan
Meski terlihat dingin dan berantakan, Koo Woong sebenarnya perhatian dan tulus mencintai Yumi. Ia mungkin bukan tipe pria romantis yang pandai berkata manis, tetapi ia selalu menunjukkan rasa sayangnya lewat tindakan kecil. Namun justru sifat cuek dan sulit mengungkapkan perasaan itulah yang membuat hubungan mereka perlahan retak.
Dan inilah yang membuat Yumi's Cells terasa realistis. Drama ini tidak menjual hubungan sempurna. Sebaliknya, penonton diperlihatkan bahwa cinta saja kadang tidak cukup jika komunikasi dan keberanian untuk memahami pasangan tidak berjalan baik.
Di balik komedi dan animasinya yang menggemaskan, drama ini sebenarnya berbicara tentang proses pendewasaan seorang perempuan. Tentang bagaimana Yumi perlahan memahami bahwa pusat hidupnya bukanlah pria yang sedang ia cintai, melainkan dirinya sendiri.
Dari seorang akuntan biasa, Yumi tumbuh menjadi wanita yang berani mengejar mimpi sebagai penulis.
Dan mungkin itu alasan mengapa drama ini begitu dicintai banyak orang. Karena di balik sel-sel lucu dan kisah cintanya, Yumi's Cells diam-diam mengajarkan bahwa menjadi bahagia tidak selalu berarti memiliki pasangan, tetapi memahami diri sendiri lebih dulu.
Identitas Serial
- Judul : Yumi’s Cells
- Sutradara: Lee Sang Yeob
- Penulis Naskah: Song Jae Jung dan Kim Yoon Joo
- Negara: Korea Selatan
- Genre : Drama, Comedy, Romance, Psychological
- Network : IQIYI/ VIKI
- Episode : 14 episode
- Release Date : September 17, 2021
Pemeran:
- Kim Go Eun sebagai Yumi
- Ahn Bo Hyun sebagai Koo Woong
- Lee Yu Bi sebagai Ruby
- Park Ji Hyun sebagai Sae Yi
- Park Jin Young - GOT7 sebagai Yoo Ba Bi
Baca Juga
-
Pesona Tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Kisah Pilu Hayati-Zainuddin
-
Dari Angkot sampai TTS, Alasan Film Dilan 1990 Sangat Ikonik!
-
Membaca Anak Penangkap Hantu: Kisah Trio Pemberani yang Memburu Misteri
-
Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart
-
My Girl: Saat Makeup Menutupi Luka, tapi Tidak dengan Trauma
Artikel Terkait
-
Saat Dua Kepribadian Bertolak Belakang Dipertemukan di Brewing Love
-
5 Fakta Menarik 'Spooky in Love', Ternyata Remake Film 'Spellbound'
-
Bukan Drama Medis Biasa, Ini 5 Fakta Menarik 'Doctor on the Edge'
-
Tayang Paruh Kedua, Ini Jajaran Pemain Drakor Romansa Love WiFi - Goong
-
Jung Yi Rang Tampil sebagai Pemeran Spesial di Drakor New Recruit 4
Ulasan
-
Menikmati Krisis Eksistensial Bersama 'Ride' Milik Twenty One Pilots
-
Nyai Moena: Potret Hitam Pergundikan dan Luka Berlapis Perempuan Pribumi
-
Pesona Tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Kisah Pilu Hayati-Zainuddin
-
Menyelami Kisah Adik dan Tante Kun di Novel Wingit
-
Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!
Terkini
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Kopdes Merah Putih Rasa Minimarket: Ketika Produk Petani Lokal Absen dari Rak Koperasi
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Tayang Juni 2026, Netflix Akhirnya Akuisisi Film In the Hand of Dante
-
Kebijakan Sampah Residu ke Bantargebang, Apakah Solusi atau Beban Baru?