Sekar Anindyah Lamase | Nawang Asri Ayuningtyas
A Witch's Life in Mongol (X/tenmaku_info)
Nawang Asri Ayuningtyas

Manga A Witch’s Life in Mongol (Tenmaku no Jdgar) karya Tomato Soup berhasil memenangkan hadiah utama di acara Japan Cartoonists Association Awards ke-54. Pencapaian ini menegaskan kualitas cerita dan ilustrasinya yang mampu bersaing di tengah ketatnya industri manga.

Penghargaan Asosiasi Kartunis Jepang diselenggarakan setiap tahun sejak 1972 untuk mengakui karya-karya luar biasa dengan tujuan untuk mempromosikan budaya manga serta meningkatkan dan mengembangkan industri manga.

Melansir Anime News Network, di penghargaan ke-54 ini, sejumlah manga dari berbagai genre turut meramaikan daftar pemenang di berbagai kategori. Manga A Witch’s Life in Mongol berhasil keluar sebagai pemenang di divisi Comic, kemenangan ini diumumkan langsung oleh Japan Cartoonists Association  (JCA) pada Selasa 14 April 2026.

Selain, manga A Witch’s Life in Mongol, beberapa karya lain juga berhasil meraih penghargaan di kategori berbeda, diantaranya WART CARTOON — 1-koma Manga kara Yomitoku Myanmar no Kurushimi to Negai karya WART berhasil memenangkan divisi Cartoon dan manga Ishibumi: Genbaku ga Ochite kuru toki, Bokura wa Sora wo Miteita karya Machio Same berhasil memenangkan di divisi Manga. Kehadiran para memang ini memperlihatkan bahwa kompetisi berlangsung ketat, dengan masing-masing karya menawarkan keunikan dari segi cerita maupun visual.

Hadiah utama yang diberikan kepada sejumlah pemenang utama berupa uang tunai sebesar 500.000 yen (sekitar 3.145 US$) dan  sertifikat yang ditulis tangan oleh pencipta manga Tetsuya Chiba.

Selain itu, Kaij o Kaib Suru (Membedah Monster) karya Mado Sait berhasil meraih penghargaan Manga Kingdom Tottori, lengkap dengan hadiah uang sebesar 200.000 yen (sekitar US$1.258) serta paket makanan khas Prefektur Tottori. Sementara itu, manga Sukima (Gap) karya Yan Gao memenangkan penghargaan Manga Kingdom Tosa dan memperoleh hadiah senilai 200.000 yen beserta makanan khas Prefektur Kochi.

A Witch’s Life in Mongol mengambil latar abad ke-13 di tengah kejayaan Yeke Mongol Ulus–kekaisaran terbesar yang pernah dikenal dunia— mengikuti perjalanan Sitara, seorang wanita Persia yang melangkah ke pusat kekuasaan. Berbekal dengan pengetahuan medis dan ilmiah yang melampaui zamannya, Fatimah meninggalkan tanah kelahirannya demi mencari panggung yang lebih luas untuk mengaplikasikan keahliannya. Perjalanannya membawanya ke istana Mongol, tempat ia berada di bawah perlindungan Toregene, istri keenam Ogedei Khan yang dikenal kuat sekaligus menyimpan pandangan kompleks tentang masa depan kekaisaran.

Pertemuan dua wanita dengan pengaruh besar ini perlahan menjadikan mereka poros utama dalam dinamika politik istana—sebuah kekuatan yang tak hanya menentukan arah kekuasan di dalam, tetapi juga mengguncang dunia di luar.

Keberhasilan karya ini tidak lepas dari desain karakter yang original, dipadukan dengan detail latar yang kuat serta keterampilan menggambar yang luar biasa, dinilai oleh komite seleksi mampu membawa pembaca menyelami kisah-kisah tersembunyi dari sejarah Islam dan Mongolia yang jarang terungkap.

A Witch’s Life in Mongol diluncurkan pertama kali oleh Tomato Soup di situs web Souffle milik Akita Shoten pada September 2021. Pada Agustus 2024, Akita Shoten mulai menerbitkan volume keempat seri ini, dan akan menerbitkan volume kelima pada 16 April. Seri manga ini juga diterbitkan di Mystery Bonita milik Akita Shoten pada 6 Maret.

Seri manga ini berhasil mendapatkan adaptasi anime TV dengan judul A Witch in Mongolia yang akan diproduksi oleh Science SARU dan dijadwalkan tayang perdana pada Juli 2026 di blok program “IMAnimation W” di TV Asahi dan 23 saluran afiliasinya.