Park Chan-wook kembali menunjukkan ambisinya di panggung perfilman internasional. Sutradara asal Korea Selatan yang namanya melejit lewat Oldboy dan The Handmaiden itu kini tengah menyiapkan film terbaru berjudul The Brigands of Rattlecreek.
Menyadur laporan dari Variety pada Selasa (28/4/2026), proyek ini melibatkan deretan bintang perfilman ternama, mulai dari Matthew McConaughey, Austin Butler, Pedro Pascal, hingga Tang Wei.
Film ini akan digarap langsung oleh Park Chan-wook, sekaligus menjadi adaptasi dari naskah orisinal karya S. Craig Zahler.
Rencananya, The Brigands of Rattlecreek akan diperkenalkan ke pasar global dalam ajang Cannes Film Festival. Momen ini terbilang strategis karena Park Chan-wook juga didapuk sebagai presiden juri kompetisi utama festival tersebut.
Sementara untuk urusan distribusi internasional, perusahaan 193 yang dipimpin Patrick Wachsberger dan berafiliasi dengan Legendary akan menangani penjualan film ini ke berbagai wilayah.
Dari sisi cerita, film ini mengusung latar Amerika Barat dengan pendekatan western thriller. Kisahnya mengusung tema balas dendam, tetapi dikembangkan menjadi refleksi tentang konsekuensi kekerasan, pentingnya keluarga, peran ingatan dalam membentuk seseorang, hingga harga yang harus dibayar dalam kehidupan.
Menariknya, keterlibatan Matthew McConaughey dalam proyek ini bukan hal yang tiba-tiba. Naskah The Brigands of Rattlecreek sempat masuk dalam Black List pada 2006.
Pada 2019, Amazon bahkan sempat mengakuisisi hak atas proyek tersebut dan sudah mempertimbangkan McConaughey sebagai pemeran utama sejak saat itu. Kini, setelah bertahun-tahun, proyek tersebut akhirnya benar-benar akan direalisasikan dengan Park Chan-wook di kursi sutradara.
Meski identik dengan film-film berlatar Korea Selatan, Park Chan-wook sebenarnya cukup sering bereksperimen dengan cerita lintas budaya.
Ia pernah mengadaptasi karya dari berbagai penulis dunia, seperti Donald Westlake hingga Sarah Waters, yang kemudian melahirkan The Handmaiden. Ia juga sempat menyutradarai film berbahasa Inggris Stoker pada 2013.
Dalam proyek terbarunya ini, Park Chan-wook tidak hanya duduk di kursi sutradara, tetapi juga turut menjadi produser melalui rumah produksinya, Moho Film. Ia bekerja sama dengan Produser Bradley Fischer, sementara Back Jisun, Mike Medavoy, dan Georgia Kacandes turut bergabung sebagai produser eksekutif.
Di sisi lain, Park Chan-wook merilis film terbarunya pada tahun lalu dengan judul No Other Choice. Film ini menempati posisi ketiga paling laris sepanjang 2025 di Korea Selatan.
No Other Choice mengisahkan Man-su, seorang pria yang tampak memiliki kehidupan sempurna. Ia hidup bahagia bersama istrinya, Mi-ri, serta dua anak mereka.
Selama 25 tahun, Man-su mengabdikan diri pada pekerjaannya di sebuah perusahaan kertas dan bahkan meraih penghargaan sebagai karyawan terbaik. Namun suatu ketika perusahaan tempatnya bekerja diakuisisi oleh pihak asing dan ia kehilangan pekerjaan.
Dalam kondisi terdesak secara ekonomi dan gagal mendapatkan pekerjaan baru selama berbulan-bulan, Man-su mulai mengambil keputusan ekstrem dengan merencanakan tindakan nekat demi merebut kembali posisi yang ia anggap layak.
Baca Juga
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026