Hayuning Ratri Hapsari | Arifa R.
Poster If Wishes Could Kill (Netflix)
Arifa R.

Sejak perilisannya di Netflix, serial horor Korea 'If Wishes Could Kill' langsung melesat menjadi salah satu tontonan paling dibicarakan tahun 2026.

Dengan premis yang mengadopsi tentang kutukan dari aplikasi, penonton kini mulai bertanya-tanya: apakah akan ada kelanjutan untuk teror aplikasi GIRIGO?

Menurut sumber dari Naver (28/4/2026), sutradara Park Yoon Seo baru-baru ini duduk bersama media dalam sebuah wawancara untuk merayakan kesuksesan serial ini, sekaligus berbagi visi menarik jika musim kedua benar-benar diproduksi.

Sinopsis If Wishes Could Kill

'If Wishes Could Kill' berpusat pada sekelompok siswa sekolah menengah yang secara tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi misterius bernama GIRIGO.

Aplikasi ini menjanjikan pengabulan keinginan bagi siapa saja yang memasukkan ramalan nasib dan nama mereka. Namun, apa yang awalnya tampak seperti keberuntungan berubah menjadi mimpi buruk ketika aplikasi tersebut justru meramalkan kematian para penggunanya.

Kisah ini mengikuti perjuangan Se Ah (Jeon So Young), seorang atlet lari yang gigih, bersama kekasih rahasianya Geon Woo (Baek Sun Ho), dan teman-temannya: si populer Na Ri (Kang Mina), sang jenius komputer Ha Joon (Hyun Woo Seok), dan si usil Hyeong Wook (Lee Hyo Je).

Saat rahasia kelam di balik GIRIGO mulai terungkap, mereka menyadari bahwa menghapus aplikasi atau mereset ponsel tidak akan bisa menghentikan kutukan tersebut.

Mereka pun terdesak hingga ke tepian jurang maut, dan mencoba mengungkap kebenaran yang jauh lebih menyeramkan dari hanya algoritma digital.

Tentang Karakter Kunci: Shaman dan Asistennya

Di tengah keputusasaan para siswa, muncul dua karakter yang menjadi jangkar narasi sekaligus pemberi nuansa segar dalam genre horor ini, yakni Haetsal (Jeon So Nee), seorang shaman atau dukun muda, dan asistennya yang setia, Bang Ul (Roh Jae Won).

Keduanya berperan penting dalam menyelidiki sumber kutukan GIRIGO melalui ritual-ritual kuno dan investigasi lapangan.

Sutradara Park memberikan apresiasi tinggi kepada kedua aktor ini. Sang sutradara mengaku merasa bersalah dengan Haetsal, karena karakter ini menuntutnya untuk duduk diam hampir sepanjang waktu.

"Itu pasti sulit, berakting dengan mobilitas yang sangat terbatas, namun dia berhasil membawakan bagian yang sangat signifikan bagi drama ini," ungkap Park.

Adapun untuk Roh Jae Won, Park menyebut karakter ini sebagai elemen penyegar. Ia mencari aktor yang bisa menghadirkan sisi humor tanpa merusak kerangka genre horor, dan Roh Jae Won adalah sosok yang "harus didapatkan bagaimanapun caranya."

Harapan Musim Kedua

Meskipun Netflix belum memberikan pernyataan resmi, Sutradara Park Yoon Seo sudah memiliki rencana matang jika lampu hijau diberikan untuk musim kedua.

Topik utama yang ingin ia jelajahi adalah kisah pertemuan Haetsal dan Bang Ul.

"Di Musim 1, hal yang paling saya bimbangkan adalah apakah akan memasukkan kisah pertemuan mereka atau tidak. Penulis naskah sepertinya punya banyak materi untuk bagian itu," ujar Park.

Park sangat berharap Jeon So Nee dan Roh Jae Won dapat bergabung kembali untuk mengeksplorasi latar belakang karakter mereka yang belum terungkap sepenuhnya.

Selain itu, Park membuka kemungkinan untuk memperkenalkan karakter-karakter baru guna memperluas semesta kutukan GIRIGO.

Menariknya, Park menekankan bahwa ia sengaja membuat akhir musim pertama terasa "tuntas". Ia tidak ingin penonton merasa frustrasi dengan plot hole atau pertanyaan yang menggantung.

Namun, penyelesaian yang rapi tersebut justru meninggalkan rasa penasaran yang besar akan bagaimana aplikasi tersebut bisa muncul kembali dengan wajah baru.

Dengan antusiasme sutradara dan basis penggemar yang kuat, bola kini ada di tangan Netflix. Untuk saat ini, penonton bisa terus menyaksikan kengerian di Pyeondong dan misteri ritual shaman di musim pertama.

Apakah GIRIGO akan kembali dengan target baru? Mari kita nantikan pembaruan selanjutnya!