Hayuning Ratri Hapsari | Dini Sukmaningtyas
Aktris Lee Ja Eun (chosun)
Dini Sukmaningtyas

Pengakuan mengejutkan datang dari aktris Lee Ja Eun yang baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah membagikan kisah kelam yang dialaminya di industri hiburan.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Doctor Shin yang dipandu Shin Jung Hwan, ia mengungkap dugaan pelecehan, penipuan, hingga tekanan dari oknum agensi yang membuat hidupnya penuh trauma.

Video berjudul “Behind-the-scenes Stories Actress Lee Ja Eun Experienced in the Entertainment Industry Over 13 Years” yang tayang pada 27 Mei itu langsung menarik perhatian netizen.

Pengakuan Lee Ja Eun pun kembali membuka diskusi tentang sisi gelap industri hiburan Korea yang jarang terlihat publik.

Dalam wawancara tersebut, aktris kelahiran 10 Februari 1982 itu menuturkan bahwa ia sudah lama mengalami berbagai kejadian tidak menyenangkan sejak awal kariernya, bahkan sebelum pandemi COVID-19.

Ia menyebut bahwa sejumlah peristiwa terus terjadi dalam perjalanan profesionalnya di dunia seni peran.

Lantas, seperti apa bentuk pengalaman tidak menyenangkan yang ia alami hingga membuatnya berani mengungkap sisi kelam perjalanan kariernya di industri hiburan?

Awal Mula Kontrak yang Diduga Penuh Manipulasi

Lee Ja Eun menceritakan bahwa masalah berawal ketika dirinya diperkenalkan kepada seseorang yang "berpengaruh" melalui agensinya.

Setelah itu, ia kembali dihubungi secara terpisah dan ditawari kontrak baru dengan janji yang terlihat sangat menggiurkan.

Kontrak tersebut disebut mencakup tunjangan bulanan, mobil mewah, hingga apartemen di Seoul. Pada awalnya, Lee Ja Eun mengaku menganggap tawaran itu sebagai kontrak impian yang sulit didapat oleh seorang aktris.

Namun, ia mulai merasa ada kejanggalan ketika orang tersebut mengklaim dirinya lajang dan terus memberikan janji-janji yang tidak pernah ditepati.

Pertemuan juga kerap dilakukan di hotel dengan alasan privasi, yang kemudian membuat situasi semakin tidak nyaman.

"Itu adalah apartemen puluhan pyeong di Seoul, dan mobilnya Mercedes Benz. Saat saya masih aktif, mobil saya hanya Kia Carnival. Itu seperti kontrak impian. Saya benar-benar berpikir, ‘Betapa bersyukurnya saya bisa menandatangani kontrak seperti ini?’. Tapi kemudian dia mengatakan bahwa dirinya masih lajang,” tutur Lee Ja Eun, dikutip Jumat (29/5/2026).

Lee Ja Eun juga mengaku sempat tinggal di lingkungan yang membuatnya merasa diawasi. Ia menyebut selama sekitar dua bulan, ia merasa seperti berada dalam pengawasan 24 jam dan tidak memiliki ruang aman untuk dirinya sendiri.

Dugaan Pelecehan, Intimidasi, dan Jeratan Finansial

Selain dugaan manipulasi kontrak, Lee Ja Eun juga mengungkap pengalaman yang lebih serius, termasuk dugaan pelecehan seksual oleh seorang perwakilan agensi.

Ia menuturkan bahwa oknum tersebut pernah mengatakan ingin membantunya sukses di industri hiburan, sebelum kemudian melakukan tindakan tidak pantas di kantor.

Ia mengaku langsung melarikan diri sambil menangis setelah kejadian tersebut. Bahkan, ia menyebut sempat mendengar kalimat intimidatif bahwa seseorang harus memiliki “orang dalam” jika ingin bertahan di industri hiburan.

Tidak hanya itu, Lee Ja Eun juga mengungkap bahwa dirinya pernah mengalami ancaman yang membuatnya takut, termasuk insiden di mana seseorang disebut mengacungkan senjata tajam.

Ia mengaku saat itu hanya bisa ketakutan dan tidak mampu melawan situasi yang terjadi.

Di sisi lain, masalah finansial juga memperburuk kondisinya. Ia mengatakan pernah diminta mengambil pinjaman atas nama pribadi dengan alasan mendesak.

Namun, uang tersebut kemudian tidak pernah kembali kepadanya, dan justru membuatnya menanggung beban utang selama bertahun-tahun.

Lee Ja Eun mengungkap bahwa ia masih harus melunasi pinjaman tersebut hingga saat ini, dengan cicilan yang sudah berjalan sekitar delapan tahun.

Selain itu, ia juga mengaku sempat mengalami penipuan dalam beberapa pekerjaan, termasuk kontrak dengan pihak asing yang tidak sesuai kesepakatan.

Pengakuan Lee Ja Eun dalam kanal YouTube Dakteoshin ini langsung menyebar luas dan memicu perhatian publik. Banyak penonton yang merasa terkejut sekaligus prihatin dengan pengalaman yang ia ceritakan selama 13 tahun berkarier.

Cerita tersebut kembali menyoroti isu penting dalam industri hiburan, terutama terkait relasi kuasa, eksploitasi, serta minimnya perlindungan terhadap pelaku seni.