Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
The Super Mario Galaxy Movie (thewrap.com)
Anggia Khofifah P

The Super Mario Galaxy Movie kembali membuktikan kekuatan waralaba Mario di industri perfilman global. Sekuel dari film animasi sukses The Super Mario Bros. Movie ini resmi melampaui pendapatan box office sebesar 1 miliar dolar AS di seluruh dunia, menjadikannya film pertama yang mencapai pencapaian tersebut pada tahun 2026.

Berdasarkan data yang dikutip dari Box Office Mojo, The Super Mario Galaxy Movie telah mengumpulkan pendapatan sekitar 1.000.028.930 dolar AS secara global. Angka tersebut terdiri dari 428,5 juta dolar AS dari pasar Amerika Serikat dan sekitar 571,5 juta dolar AS dari pasar internasional.

Film yang diproduksi oleh Nintendo, Illumination, dan Universal Pictures ini mulai tayang di Amerika Serikat dan Inggris pada 1 April 2026, kemudian menyusul di berbagai wilayah lain pada 3 April. Sementara itu, penonton Jepang baru dapat menyaksikannya mulai 24 April 2026. Sejak hari pertama penayangan, film ini langsung menunjukkan performa impresif di berbagai negara.

Di Jepang, The Super Mario Galaxy Movie berhasil debut di posisi pertama box office. Menurut data yang dikutip Anime News Network, film tersebut menjual sekitar 1,12 juta tiket dan meraih pendapatan lebih dari 1,6 miliar yen hanya dalam tiga hari pertama penayangan. Hingga 31 Mei 2026, total penjualan tiketnya telah mencapai 5,18 juta lembar dengan pendapatan kumulatif sekitar 7,13 miliar yen atau setara 44,6 juta dolar AS.

Kesuksesan ini melanjutkan pencapaian luar biasa film pendahulunya, The Super Mario Bros, movie yang dirilis pada 2023. Film pertama tersebut mencetak pendapatan lebih dari 1,3 miliar dolar AS secara global dan hingga kini masih memegang status sebagai adaptasi video game dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah perfilman.

Dengan keberhasilan dua filmnya, franchise Mario kini masuk jajaran 10 besar franchise animasi berpendapatan tertinggi di dunia. Total pendapatan gabungan kedua film tersebut telah mencapai sekitar 2,3 miliar dolar AS. Angka ini menempatkan Mario sejajar dengan franchise animasi besar seperti Inside Out, Kung Fu Panda, dan Madagascar. Meski demikian, posisi puncak masih ditempati franchise Despicable Me milik Illumination yang telah mengumpulkan lebih dari 5,6 miliar dolar AS dari enam film.

The Super Mario Galaxy Movie kembali menghadirkan tim kreatif yang sebelumnya sukses menggarap film pertama. Chris Meledandri selaku CEO Illumination dan kreator Nintendo, Shigeru Miyamoto, kembali bertindak sebagai produser. Aaron Horvath dan Michael Jelenic kembali dipercaya sebagai sutradara, sementara Matthew Fogel menulis naskah dan Brian Tyler menggarap musik film.

Dari sisi cerita, film ini membawa Mario dan kawan-kawan ke petualangan luar angkasa yang lebih besar. Mario, Luigi, Princess Peach, Yoshi, dan karakter lainnya harus menghadapi ancaman baru demi menyelamatkan Rosalina. Kehadiran latar galaksi membuat skala petualangan terasa lebih luas dibanding film sebelumnya.

Deretan pengisi suara juga menjadi salah satu daya tarik utama. Chris Pratt kembali mengisi suara Mario, Charlie Day sebagai Luigi, Anya Taylor-Joy sebagai Princess Peach, Jack Black sebagai Bowser, Keegan-Michael Key sebagai Toad, serta Kevin Michael Richardson sebagai Kamek.

Selain para pemain lama, sejumlah nama baru turut bergabung, termasuk Brie Larson sebagai Rosalina, Benny Safdie sebagai Bowser Jr., Donald Glover sebagai Yoshi, Issa Rae sebagai Honey Queen, Luis Guzmán sebagai Wart, dan Glen Powell sebagai Fox McCloud dari franchise Star Fox.

Setelah sembilan pekan tayang di bioskop dan berhasil mencapai tonggak 1 miliar dolar AS, The Super Mario Galaxy Movie semakin mengukuhkan posisi Mario sebagai salah satu ikon hiburan paling berpengaruh di dunia. Dengan performa yang masih stabil di berbagai wilayah, bukan tidak mungkin pendapatan film ini akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.