Ayam goreng memang menjadi salah satu makanan sejuta umat yang nggak pernah bikin bosan. Apalagi kalau sudah digoreng dengan tepung dan punya tekstur krispi yang renyah. Bunyi “kriuk”nya mantep banget sih. Bicara tentang ayam goreng, kali ini saya akan berbagi pengalaman sekaligus kesan pertama makan siang dengan crispy hot chicken dari restoran ayam goreng yang belakangan ini cukup popular di Kediri, yaitu Dikichi.
Sebetulnya, sudah cukup lama saya ingin mampir ke tempat itu. Namun, kesempatannya baru datang beberapa hari yang lalu. Perjalanan dari rumah kami ke lokasi memakan waktu sekitar 20 menit. Begitu tiba di sana, kami langsung disambut dengan kejadian unik. Selembar karcis parkir kami terbang terbawa angin yang memang lagi kencang-kencangnya. Untungnya, nggak sampai ke jalan raya dan bisa saya ambil lagi.
Setelah mengamankan karcis parkir, kami langsung masuk dan memesan beberapa menu. Makan siang kali ini, kami memilih paket crispy hot chicken lengkap dengan satu nasi sebanyak dua porsi, satu gelas es teh manis dan sebotol air mineral. Sementara camilannya, kami mencoba seporsi udang keju untuk dinikmati berdua.
Sembari menunggu pesanan kami selesai, saya sedikit mengamati sekitar. Seperti yang terlihat dari luar, space dine in di Dikichi rupanya memang cukup luas. Selain itu, banyak pula spot foto yang instagramable di beberapa sudut ruangan. Suasana restoran tampak cukup ramai. Beberapa orang menikmati makan siang mereka di sudut ternyaman masing-masing.
Di sini, pesanan tidak diantarkan pelayan restoran, melainkan dibawa sendiri oleh costumer ke meja yang dipilih. Setelah mengambil pesanan, kami menuju ke lantai dua dan memilih salah satu meja yang terletak di paling tepi. Dari sana, kami bisa melihat area parkirnya yang luas sekaligus pemandangan jalanan tengah kota dan langit cerah Kediri.
Sensasi Renyah Ayam Goreng dan Lumernya Udang Keju
Seperti anak muda pada umumnya, kami mengambil beberapa foto menu terlebih dulu sebelum mulai makan. Potongan ayamnya berukuran besar dengan lapisan tepung berwarna cokelat sedikit merah gelap yang sepertinya berasal dari tepung pedasnya. Dari tampilannya, bagian luar ayam gorengnya tampak bertekstur keriting dan renyah. Dan benar saja, di gigitan pertama benar-benar langsung menghasilkan bunyi kres yang cukup memuaskan. Sementara daging di dalamnya masih lembut dan juicy. Rasa gurihnya cukup dominan dengan sensasi pedas yang perlahan mulai terasa setelah beberapa suapan.
Selain ayam goreng, kami juga mencoba camilan udang keju. Dari luar tampilannya memang sederhana, hanya berupa tiga potong gorengan berbentuk lonjong berwarna keemasan. Saat dibelah, lelehan keju di dalamnya langsung keluar perlahan dengan tekstur yang lembut dan creamy. Perpaduan gurihnya udang dengan rasa asin dari keju menciptakan kombinasi yang cukup menarik. Bagian luarnya tetap renyah, sementara bagian dalamnya terasa lembut berkat isian keju yang cukup melimpah. Sementara itu, untuk minumannya saya memilih es teh manis dengan dinginnya yang terasa menyegarkan setelah menikmati seporsi ayam goreng berbumbu.
Secara keseluruhan, saya menyukai semua menu yang saya pesan hari itu, terutama ayam goreng dan udang kejunya dengan isian keju yang lumer. Namun sayangnya, porsi nasi di sini menurut saya kurang banyak untuk porsi makan orang dewasa. Apa mungkin karena saya memilih potongan ayam yang besar? Entahlah, tetapi karena nasi sudah habis sedangkan ayam gorengnya masih tersisa dan sayang kalau ditinggalkan begitu saja, akhirnya saya bungkus saja buat dimakan di rumah. Haha.
Namun, terlepas dari porsi nasinya, pengalaman makan siang di Dikichi kali ini tetap terasa menyenangkan. Ayam gorengnya renyah, udang kejunya juga enak, ditambah suasana tempatnya yang nyaman buat makan sambil ngobrol. Kalau ditanya apakah saya mau balik lagi ke Dikichi? Tentu saja mau. Apalagi masih ada beberapa menu lain yang belum sempat saya coba.
Jadi buat Sobat Yoursay yang mampir ke Kediri atau mungkin ada cabang Dikichi di daerah teman-teman tinggal, menu crispy hot chicken dan udang kejunya layak banget buat dicicipi.
Baca Juga
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang
-
Bikin Senyum-Senyum Sendiri tapi Berujung Luka, Ini 5 Drakor Romantis yang Susah Banget Dilupain!
-
Review The Childe: Film Aksi Menegangkan dengan Akhir yang Tak Terduga
-
Ulasan Film Hear Me: Our Summer: Saat Cinta dan Ketulusan Tak Hanya Butuh Suara
-
Foto Baru, Pakaian Baru: Haruskah Kita Selalu Tampil dengan Outfit Berbeda di Setiap Unggahan?
Artikel Terkait
-
Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati
-
Persik Keok di Markas Persija, Marcos Reina Keluhkan Rumput JIS
-
Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik
-
Kabar Baik untuk Persija Jelang Lawan Persik, Rizky Ridho dan Kyohei Yoshino Tak Dicoret
-
Persija Tantang Persik Kediri, Shin Tae-yong Akui Timnya Bakal Kesusahan
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki