M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Poster film Chand Mera Dil (IMDb)
Ryan Farizzal

Chand Mera Dil, disutradarai oleh Vivek Soni dan diproduksi oleh Dharma Productions, merupakan film drama romantis Hindi yang dirilis di bioskop pada 22 Mei 2026. Film ini dibintangi Ananya Panday sebagai Chandni Prasad dan Lakshya sebagai Aarav Rawat. Dengan durasi sekitar 145 menit, film ini mengeksplorasi perjalanan cinta dua mahasiswa teknik yang dihadapkan pada realitas dewasa yang keras, termasuk kehamilan tak terencana, pernikahan dini, tekanan karir, serta trauma masa lalu.

Saat Konflik Finansial Mengikis Rasa Cinta

Tangkapan layar adegan di film Chand Mera Dil (IMDb)

Cerita dimulai dengan pertemuan Aarav dan Chandni di kampus teknik di Hyderabad. Aarav terpesona oleh penampilan tari fusion Chandni pada hari orientasi. Hubungan mereka berkembang cepat dari ketertarikan menjadi cinta yang penuh gairah, ditandai dengan momen-momen manis khas romansa kampus, seperti Aarav yang sengaja memakai pakaian senada dengan Chandni. Namun, kehamilan tak terduga memaksa mereka menghadapi pernikahan dan tanggung jawab orang tua di usia muda. Film ini tidak hanya menyajikan romansa idealis, melainkan konflik internal yang realistis: frustrasi finansial, ambisi karir, ledakan emosi, hingga kekerasan domestik ringan yang menjadi titik balik hubungan mereka.

Review Film Chand Mera Dil

Tangkapan layar adegan di film Chand Mera Dil (IMDb)

Overall, Chand Mera Dil kupuji dengan pendekatan matangnya terhadap hubungan modern, penampilan kuat kedua pemeran utama, serta musik Sachin-Jigar yang soulful. Ananya Panday dan Lakshya dinilai memberikan performa emosional mentah yang autentik, terutama dalam adegan-adegan pasca-pernikahan. Akan tetapi, pacingnya tidak merata, penulisan yang bertele-tele di paruh kedua, serta elemen plot yang terasa dipaksakan, seperti karakter pendukung yang muncul sebagai alat cerita. Film ini berhasil menyentuh isu trauma masa kecil Chandni dan dinamika keluarga, tetapi kadang terjebak dalam melodrama yang berlebihan.

Dari tanggal 4 Juli 2026, Chand Mera Dil telah tersedia untuk dibeli atau disewa di Apple TV Store, termasuk di wilayah Indonesia. Film ini dapat diakses melalui platform tersebut dengan kualitas HD dan subtitle yang mendukung. Meskipun rilis utama di OTT India adalah JioHotstar sekitar pertengahan Juli 2026, versi digital purchase/rental di Apple TV sudah dapat dinikmati lebih awal bagi penonton internasional. Pastikan akun Apple TV Anda mendukung konten regional India atau gunakan VPN jika diperlukan untuk akses optimal.

Salah satu adegan paling romantis adalah saat awal hubungan mereka di kampus. Adegan unbroken shot di mana kamera mengikuti Aarav yang mengikuti Chandni dalam tarian melingkar, diiringi musik Sachin-Jigar, menciptakan nuansa mimpi yang manis. Dialog seperti Tu sach mein Chand hai. Noor bhi, guroor bhi aur door bhi disampaikan Aarav dengan penuh kekaguman, menunjukkan kedalaman perasaannya. Adegan ini melambangkan awal cinta yang murni, penuh harapan, dan chemistry alami antara Ananya dan Lakshya yang terasa segar.

Momen intim lain yang romantis terjadi selama fase awal pernikahan, di mana mereka berusaha menjaga api cinta di tengah kesibukan. Adegan di mana Aarav mendukung Chandni meski lelah, atau saat mereka berbagi tawa kecil di tengah kesulitan, menambah lapisan kehangatan. Romansa ini bukan sekadar fisik, melainkan dukungan emosional yang membuatku berharap hubungan mereka bertahan.

Adegan paling emosional muncul di paruh kedua, ketika ketegangan mencapai puncak. Setelah ledakan amarah Aarav yang hampir memukul Chandni, ia meninggalkan rumah dengan membawa anak mereka, Kavya. Momen ketegangan memuncak saat Chandni menyatakan bahwa harga diri lebih besar daripada cinta disampaikan dengan penuh penjiwaan oleh Ananya Panday. Sementara itu, sorot mata Lakshya yang menyiratkan penyesalan mendalam dan kehampaan saat menyadari kekeliruannya benar-benar menguras emosi.

Adegan lain yang menyayat hati adalah saat Aarav berjuang sebagai ayah tunggal sementara, berusaha bertemu Kavya meski jarak memisahkan. Momen di mana ia berlutut memohon maaf di tengah hujan, atau saat Chandni menyaksikan pertumbuhan Aarav melalui panggilan video, membangun ketegangan emosional yang kuat. Klimaks reuni mereka di acara orientasi kampus, dengan Chandni mengulang penampilan tari pertama, membawa air mata haru sekaligus harapan rekonsiliasi. Film ini berhasil membuatku merasakan sakitnya cinta yang matang, pengorbanan, serta proses penyembuhan.

Secara keseluruhan, Chand Mera Dil adalah upaya ambisius untuk menghadirkan romansa dewasa yang realistis di tengah tren film India modern. Meski tidak sempurna, kekuatan akting dan momen-momen autentiknya membuat film ini layak ditonton bagi pencinta drama romantis yang ingin cerita lebih dari sekadar happy ending instan. Dengan demikian, ulasan ini menjadi cerminan dari jiwa film itu sendiri—sebuah karya yang kaya akan pergolakan rasa dan pembelajaran berharga tentang ketulusan cinta. Rating pribadi: 6.5/10.