Penggemar Shaun the Sheep akan segera menyaksikan petualangan baru dari domba paling ikonik di dunia animasi. Film ketiga dari franchise populer Aardman Animations berjudul Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 September 2026 dengan tema Halloween yang penuh keseruan.
Kehadiran film ini melanjutkan kesuksesan dua film sebelumnya, yakni Shaun the Sheep Movie yang dirilis pada 2015 dan A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon pada 2019. Keduanya berhasil mendapatkan pujian kritikus dan bahkan masuk nominasi Academy Award.
Trailer terbaru film ini telah dirilis dan memberikan gambaran mengenai petualangan baru yang akan dihadapi Shaun dan kawan-kawan. Kali ini, kisahnya menghadirkan nuansa horor komedi yang terinspirasi dari cerita ilmuwan gila dan monster misterius.
Tema tersebut mengingatkan pada film klasik Aardman berjudul Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit. Jika sebelumnya Wallace dan Gromit menghadapi kelinci raksasa, kini Shaun harus berurusan dengan makhluk buas yang berkeliaran di sekitar Mossingham.
Sinopsis Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom
Dalam film terbaru ini, para penghuni Peternakan Mossy Bottom tengah bersiap menyambut Halloween. Namun suasana meriah itu berubah ketika sang Petani yang ceroboh tanpa sengaja merusak ladang labu kesayangan milik kawanan domba.
Kejadian tersebut membuat Shaun berusaha mencari solusi untuk memperbaiki keadaan. Ia kemudian berubah menjadi seorang ilmuwan gila demi menyelamatkan perayaan Halloween yang terancam gagal.
Sayangnya, eksperimen yang dilakukan Shaun tidak berjalan sesuai rencana. Situasi dengan cepat menjadi di luar kendali dan memicu rangkaian peristiwa yang semakin kacau.
Masalah semakin besar ketika sang Petani tiba-tiba menghilang. Pada saat yang sama, muncul kabar mengenai seekor binatang buas misterius yang berkeliaran di hutan Mossingham.
Kondisi tersebut memaksa Shaun dan kawanan dombanya untuk meninggalkan kenyamanan peternakan. Mereka harus melakukan petualangan ke hutan demi mengungkap misteri sekaligus menangkap makhluk berbulu yang menebar ketakutan.
Tim Produksi
Film ini disutradarai oleh Steve Cox dan Matthew Walker. Keduanya merupakan kolaborator lama Aardman yang untuk pertama kalinya dipercaya mengarahkan film panjang.
Naskah film ditulis oleh Mark Burton dan Giles Pilbrow. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam dunia Shaun the Sheep dan berbagai proyek Aardman lainnya.
Karakter-karakter dalam film ini tetap berasal dari karya animator pemenang penghargaan, Nick Park. Sosok kreatif di balik Wallace & Gromit dan Chicken Run tersebut juga menjadi pencipta Shaun the Sheep.
Popularitas Shaun the Sheep
Shaun the Sheep sendiri merupakan salah satu karakter paling sukses yang pernah diciptakan Aardman Animations. Karakter ini pertama kali muncul sebagai tokoh pendukung dalam film pendek Wallace & Gromit: A Close Shave pada 1995.
Popularitasnya terus meningkat hingga akhirnya mendapatkan serial animasi sendiri. Sejak tayang perdana pada 2007, serial Shaun the Sheep telah menghasilkan tujuh musim dengan total 190 episode.
Serial tersebut mengikuti kehidupan Shaun dan kawanan domba yang tinggal di sebuah peternakan Inggris yang tenang. Meski hidup sederhana, Shaun selalu menemukan cara untuk menciptakan petualangan baru yang sering kali berujung pada kekacauan.
Tingkah laku Shaun biasanya membuat sang Petani dan anjing penjaga setia bernama Bitzer harus bekerja keras mengatasi berbagai masalah. Formula komedi tanpa banyak dialog inilah yang membuat serial tersebut dicintai penonton dari berbagai usia.
Kesuksesan serialnya juga dibuktikan dengan raihan lima International Emmy Awards. Tak heran jika petualangan Shaun terus berlanjut ke layar lebar melalui berbagai film spin-off.
Melalui The Beast of Mossy Bottom, Aardman kembali menghadirkan animasi stop-motion buatan tangan yang menjadi ciri khas mereka selama puluhan tahun. Film ini juga menjanjikan komedi keluarga yang hangat dengan sentuhan petualangan Halloween yang menyenangkan.
Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom bisa menjadi pilihan tontonan keluarga yang menarik di tahun ini. Dengan humor khas Shaun, dan tingkah konyol kawanan domba membuat film ini layak ditunggu.
Baca Juga
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
Klara and the Sun Tampilkan Jenna Ortega Jadi Robot AI Penumpas Kesepian
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
Kenapa La Copa de la Vida dan Waka Waka Masih Jadi Jawaranya Lagu Piala Dunia?
-
Mengapa Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026?
Artikel Terkait
-
Dukun Magang: Mengapa Horor Komedi Jadi Formula Paling 'Nagih' di Bioskop Indonesia?
-
Seni Menganyam Horor Gotik: Menyelami Jiwa Kreatif di Film I Am Frankelda
-
Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan
-
Sinopsis First Cry, Drama Medis Jepang yang Dibintangi Manami Higa
-
Adaptasi yang Belum Tuntas: Dilema Film Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Entertainment
-
Ramen Akaneko Season 2 Tayang Januari 2027, Kenalkan Karakter dan Staf Baru
-
Tayang Paruh Kedua, Lee Joon Bintangi Drama Adaptasi Webtoon The Tax Reaper
-
Sinopsis First Cry, Drama Medis Jepang yang Dibintangi Manami Higa
-
Anime THE ONE PIECE Rilis Teaser Perdana, Mayumi Tanaka Kembali jadi Luffy
-
Resmi Debut Solo, Evan Ungkap Dedikasi dan Janji Setia di Lagu Ride or Die
Terkini
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Maaf Saja Tidak Cukup: PLN dan Tagihan Gelap yang Ditanggung Rakyat Jawa
-
Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Cuma Cari Validasi di Media Sosial?
-
4 Micellar Water Glycerin Kunci Wajah Lembap Maksimal dan Skin Barrier Kuat
-
Seni Menganyam Horor Gotik: Menyelami Jiwa Kreatif di Film I Am Frankelda