Hayuning Ratri Hapsari | Raysazahra A.M
Potret Christopher Nolan (Instagram/theacademy)
Raysazahra A.M

Selama dua dekade terakhir, Christopher Nolan telah menghabiskan kariernya untuk mengeksplorasi genre-genre paling ambisius di dunia sinema.

Ia pun telah berkeliling dunia untuk melakukan syuting di berbagai lokasi nyata, hingga sukses memposisikan dirinya sebagai sutradara auteur nomor satu yang paling diincar oleh pelaku industri film.

Kini di tengah dominasi film terbarunya, The Odyssey, di box office global, sineas pemenang Oscar ini kembali membuktikan bahwa tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk ia taklukkan.

Namun, rekam jejak mentereng itu rupanya tidak berlaku untuk genre komedi romantis (romcom). Walau reputasinya ialah sosok yang berani mengambil risiko kreatif, Christopher Nolan justru secara blak-blakan mengakui bahwa rom-com adalah satu-satunya jenis film yang paling mengintimidasinya.

Saat tampil sebagai bintang tamu dalam program The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, Christopher Nolan berkata bahwa menggarap film komedi romantis akan sulit karena prosesnya sama sekali berbeda dari genre-genre yang biasa ia kerjakan.

Saya rasa membuat rom-com akan sangat sulit. Saya suka menonton film-film seperti itu. Tetapi menurut saya, membuat orang tertawa adalah salah satu hal paling sulit di dunia bagi para sutradara maupun pelaku komedi," ungkap Christopher Nolan, dikutip pada Sabtu (1/8/2026).

"Kalau saya memutar film saya dan audiens mungkin kurang suka pada beberapa bagiannya, saya masih bisa beralasan, 'Ah, mereka saja yang tidak paham. Terserahlah.' Namun, tidak ada tempat bersembunyi di balik alasan itu kalau Anda membuat film komedi. Jadi, saya akan sangat ketakutan untuk melakukan hal semacam itu," tambahnya.

Di sisi lain, The Odyssey kini telah meraup pendapatan melampaui angka $700 juta. Di pasar Amerika Utara, film ini meraup pendapatan sekitar US$344,5 juta, sementara dari pasar internasional berhasil mengumpulkan US$362,6 juta.

Diadaptasi dari puisi epik Yunani Kuno karya Homer, film ini menceritakan perjalanan pulang sang pahlawan Yunani, Odysseus yang penuh marabahaya selama satu dekade pasca-Perang Troya.

Raja Odysseus dari Ithaca (Matt Damon) yang membantu meruntuhkan benteng Troya bersama pasukan Yunani lainnya dan kini harus segera pulang.

Perang Troya yang berkecamuk selama 10 tahun terakhir telah membuat Odysseus terpisah dari sang istri, Penelope (Anne Hathaway), putranya, Telemachus (Tom Holland), dan kerajaannya selama kampanye militer berlangsung.

Usai meraih kemenangan, para raja yang selamat beserta pasukan mereka berlayar bersama untuk kembali ke wilayah masing-masing. Namun, Odysseus memiliki rencana sendiri untuk mengambil jalan pintas agar bisa tiba di Ithaca lebih cepat.

Satu dekade berlalu. Meskipun lagu dan kisah tentang kemenangan krusialnya di Troya telah menyebar ke seluruh negeri, Odysseus tak kunjung kembali.

Takhta yang kosong itu rupanya terlalu menggiurkan untuk diabaikan begitu saja oleh pihak-pihak yang haus kekuasaan. Di tengah ketidakpastian tersebut, Penelope terpaksa memerintah menggantikan suaminya.

Sayangnya, istananya kini telah dibanjiri oleh para pelamar yang mendesaknya untuk menikah lagi. Mereka berasumsi bahwa Odysseus telah tewas dalam perjalanan pulang dan bersikeras tidak akan pergi sampai Penelope memilih salah satu dari mereka.

Sang putra, Telemachus, terus berselisih dengan salah satu pelamar potensial bernama Antinous (Robert Pattinson), yang rupanya memiliki sejarah rumit dengan Odysseus di masa lalu.

Sementara Telemachus memulai perjalanannya sendiri untuk mencari tahu nasib sang ayah, Antinous terus menyusun siasat licik untuk meminang Penelope.

Jajaran pemeran pendukung turut diisi oleh Zendaya, Robert Pattinson, Charlize Theron, Lupita Nyong’o, Jon Bernthal, Benny Safdie, John Leguizamo, Elliot Page, Himesh Patel, Mia Goth, hingga Travis Scott.