Kalau lagi sibuk lalu ada orang lain yang meminta bantuanmu, kira-kira kamu akan langsung membantu atau selesaikan dulu pekerjaanmu? Kadang takut dianggap tidak peduli, khawatir mengecewakan orang lain, atau sekadar merasa tidak enak untuk menolak. Akhirnya, kebutuhan sendiri justru sering dikesampingkan demi membuat orang lain senang atau yang biasa disebut people pleaser.
Kebiasaan tersebut diangkat dalam film drama komedi People Pleaser: Si Paling Gak Enakan yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026 oleh LYTO PICTURES. Dibintangi Mawar de Jongh, film garapan Bobby Prasetyo ini mengikuti kisah Karina, seorang pegawai kantoran yang kesulitan berkata tidak kepada orang-orang di sekitarnya. Lantas, bagaimana perjalanan Karina menghadapi kebiasaannya tersebut? Simak sinopsisnya berikut!
Sinopsis Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan
Karina yang diperankan oleh Mawar de Jongh dikenal sebagai sosok yang selalu bisa diandalkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ketika teman membutuhkan tempat untuk curhat, ia akan meluangkan waktu. Begitu pula saat rekan kerja meminta bantuan, Karina sulit menolak meski sebenarnya sedang lelah atau memiliki urusan sendiri.
Perlahan, ia mulai kesulitan karena kebiasaannya tersebut dan melupakan kepentingannya sendiri. Karina berada di persimpangan antara menjaga perasaan orang lain atau memberi ruang untuk dirinya.
Karina pun ingin belajar cara berkata "tidak" dan berhenti untuk bersikap sungkan kepada orang lain. Ternyata, hal ini tidak mudah untuk Karina. Ia yang sudah terbiasa mengiyakan perkataan orang lain kesulitan untuk menjadi 'egois'. Di sisi lain, ia takut dengan anggapan orang lain saat ia menolak untuk membantu mereka.
Film ini lahir dari kisah nyata beberapa orang yang memiliki kesamaan sifat dengan Karina. Keinginan untuk memenangkan hati orang lain bukanlah hal buruk, tapi apa salahnya memperhatikan diri sendiri. Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan mengingatkan kita bahwa berkata "tidak" bukan berarti menjadi tidak peduli sama sekali. Kadang, kita harus menetapkan batasan untuk tidak selalu mengorbankan diri untuk membantu orang lain. Relate? Jangan lupa nonton filmnya, ya!
Baca Juga
-
Apakah Mitos di Waduk Salmokji Seseram di Film Salmokji: Whispering Water?
-
Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?
-
Tak Ketemu Hayoung di The Trauma Code 2, Yuk Intip 5 Dramanya yang Lain!
-
5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga
-
Sering Terlupakan, 3 Serealia Lokal Ini Bisa Jadi Pengganti Gandum
Artikel Terkait
-
Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi
-
Sinopsis In a Holidaze, Film Romcom Bertema Natal yang Siap Bikin Baper
-
Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi
-
Sinopsis Guarding Stars, Kisah Komedi Romantis antara Artis dan Pengawalnya
-
Sinopsis Kami no Quiz, Drama Mamiya Shotaro dan Iitoyo Marie di Prime Video
Entertainment
-
Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi
-
Berperan Jahat di The Remarried Empress, Joo Ji Hoon Siap Dicaci Penonton
-
Bikin Penonton Nangis, Dua Drakor Baru Ini Beri Penghormatan Terakhir untuk Kim Hyun-yi
-
Manga The Marshal King Resmi Akhiri Serialisasinya di Bab ke-34
-
Song Kang dan Kim So Hyun Reuni dalam Drama Adaptasi Webtoon White Scandal
Terkini
-
5 Brightening Serum Niacinamide Lokal: Kulit Glowing, Bebas Bekas Jerawat
-
The First Ride: Perjalanan Kacau yang Menyimpan Pesan tentang Persahabatan
-
Belum Jadi Apa-Apa di Umur 25 Tahun? Tenang, Kamu Cuma Butuh Jeda
-
Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati
-
Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan