Hayuning Ratri Hapsari | Ken Hitana
Ilustrasi Buku (unsplash/Bruno Oliveira)
Ken Hitana

Pernahkah kamu menyadari saat generate tulisan dengan AI, ada salah satu tanda baca yang kerap muncul? Em dash namanya. Tanda baca garis panjang ini belakangan melekat citranya dengan hasil tulisan AI atau ChatGPT. Karenanya, begitu melihat ada tulisan dengan em dash, orang langsung mengira itu bukan hasil karyanya.

Padahal, em dash bukan tanda baca baru yang muncul sejak AI populer. Tanda ini sudah lama digunakan dalam berbagai macam karya sastra, seperti novel, buku non fiksi, atau artikel akademik.

Lalu, apa sebenarnya tanda baca ini? Dan bagaimana cara penggunaannya? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Em Dash Beda dengan Tanda Hubung dan En Dash

Ilustrasi Penulisan Tanda Baca (unsplash/Brett Jordan)

Sekilas, tanda baca em dash (—) sangat mirip dengan tanda hubung (-) dan en dash (–). Meski sama-sama garis, em dash punya bentuk lebih panjang dari tanda hubung biasa dan en dash. Ketika tanda hubung atau hyphen dan en dash menghubungkan kata atau angka, em dash berfungsi untuk menegaskan sebuah frasa atau kalimat.

Tanda ini banyak digunakan dalam beberapa macam karya tulisan, seperti buku, artikel, hingga ensiklopedia. Dalam konteks tertentu, em dash bisa memberikan penekanan yang terasa lebih kuat daripada koma. Selain itu, em dash juga memberi sedikit jeda saat membaca sebelum informasi lebih penting disampaikan.

2. Nama "Em Dash" Muncul karena Ukurannya yang Sama dengan Huruf "M"

Ilustrasi Alfabet (unsplash/Glen Carrie)

Pernah bertanya-tanya mengapa tanda baca ini disebut em dash? Namanya ternyata berkaitan dengan sistem tipografi. Panjang garis horizontal pada em dash rupanya sama dengan tipografi huruf kapital "M". Jadi, secara harfiah, em dash adalah tanda hubung yang seukuran dengan lebar huruf "M".

3. Bisa Menggantikan Fungsi Tanda Baca Lain

Ilustrasi Buku (unsplash/Joshua Hoehne)

Salah satu keunikan em dash adalah kemampuannya menggantikan fungsi tanda baca lain dalam konteks tertentu. Tanda ini bisa digunakan sebagai pengganti koma untuk menyisipkan keterangan, titik dua untuk memperkenalkan penjelasan, atau tanda kurung untuk menambahkan informasi di tengah kalimat. Tanda baca ini juga sering digunakan untuk menegaskan penjelasan atau menarik kesimpulan singkat dalam satu kalimat.

Meski begitu, tanda baca lain tidak semata-mata perannya dapat langsung tergantikan oleh em dash. Pilihan tanda baca sebaiknya mempertimbangkan struktur kalimat dan efek yang ingin disampaikan penulis.

4. Sering Dipakai dalam Karya Sastra Klasik

ilustrasi tumpukan buku (unsplash/Chris Lawton)

Jauh sebelum dituduh hasil tulisan AI, tanda baca em dash sudah populer digunakan dalam karya-karya sastra klasik. Tanda baca ini dapat ditemukan dalam berbagai tulisan berbahasa Inggris, termasuk novel dan puisi, untuk menciptakan jeda, menunjukkan perubahan pikiran, atau memberikan penekanan pada dialog.

Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam karya penulis klasik abad 19 dan 20, seperti Emily Dickinson dan Herman Melville. Tanda baca ini menciptakan atmosfer dramatis sekaligus puitis untuk menandai bagian-bagian penting dalam cerita. Jadi, dalam karya klasik, em dash tidak terikat pada aturan baku berbahasa. Em dash justru menandakan kebebasan berekspresi penulis.

5. Kenapa Sering Dikira Hasil Tulisan AI?

Ilustrasi Tampilan ChatGPT di Laptop (unsplash/Emiliano Vittoriosi)

Belakangan ini, em dash sering dikaitkan dengan tulisan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT. Sebagian pembaca bahkan mulai curiga ketika menemukan tanda baca ini digunakan berulang kali dalam sebuah artikel atau unggahan media sosial. Akibatnya, em dash seolah menjadi salah satu penanda tulisan AI.

Anggapan ini muncul karena AI biasa mengulang pola yang sama, termasuk dalam penggunaan tanda baca. Apalagi, penjelasan dari AI banyak yang menekankan atau menegaskan ulang kalimat tertentu. Jika digunakan terlalu sering, maka tulisan akan terlihat monoton dan berpola seperti karya AI.

Di samping tuduhannya sebagai hasil tulisan AI, ternyata em dash sudah lama digunakan—populer dalam karya klasik abad 19. Tanda baca ini memiliki berbagai macam fungsi, terutama untuk menegaskan sesuatu hingga bisa menggantikan peran tanda baca lain. Kamu tahu tanda baca ini dari baca buku atau AI?