Pernahkah kamu menyadari saat generate tulisan dengan AI, ada salah satu tanda baca yang kerap muncul? Em dash namanya. Tanda baca garis panjang ini belakangan melekat citranya dengan hasil tulisan AI atau ChatGPT. Karenanya, begitu melihat ada tulisan dengan em dash, orang langsung mengira itu bukan hasil karyanya.
Padahal, em dash bukan tanda baca baru yang muncul sejak AI populer. Tanda ini sudah lama digunakan dalam berbagai macam karya sastra, seperti novel, buku non fiksi, atau artikel akademik.
Lalu, apa sebenarnya tanda baca ini? Dan bagaimana cara penggunaannya? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Em Dash Beda dengan Tanda Hubung dan En Dash
Sekilas, tanda baca em dash (—) sangat mirip dengan tanda hubung (-) dan en dash (–). Meski sama-sama garis, em dash punya bentuk lebih panjang dari tanda hubung biasa dan en dash. Ketika tanda hubung atau hyphen dan en dash menghubungkan kata atau angka, em dash berfungsi untuk menegaskan sebuah frasa atau kalimat.
Tanda ini banyak digunakan dalam beberapa macam karya tulisan, seperti buku, artikel, hingga ensiklopedia. Dalam konteks tertentu, em dash bisa memberikan penekanan yang terasa lebih kuat daripada koma. Selain itu, em dash juga memberi sedikit jeda saat membaca sebelum informasi lebih penting disampaikan.
2. Nama "Em Dash" Muncul karena Ukurannya yang Sama dengan Huruf "M"
Pernah bertanya-tanya mengapa tanda baca ini disebut em dash? Namanya ternyata berkaitan dengan sistem tipografi. Panjang garis horizontal pada em dash rupanya sama dengan tipografi huruf kapital "M". Jadi, secara harfiah, em dash adalah tanda hubung yang seukuran dengan lebar huruf "M".
3. Bisa Menggantikan Fungsi Tanda Baca Lain
Salah satu keunikan em dash adalah kemampuannya menggantikan fungsi tanda baca lain dalam konteks tertentu. Tanda ini bisa digunakan sebagai pengganti koma untuk menyisipkan keterangan, titik dua untuk memperkenalkan penjelasan, atau tanda kurung untuk menambahkan informasi di tengah kalimat. Tanda baca ini juga sering digunakan untuk menegaskan penjelasan atau menarik kesimpulan singkat dalam satu kalimat.
Meski begitu, tanda baca lain tidak semata-mata perannya dapat langsung tergantikan oleh em dash. Pilihan tanda baca sebaiknya mempertimbangkan struktur kalimat dan efek yang ingin disampaikan penulis.
4. Sering Dipakai dalam Karya Sastra Klasik
Jauh sebelum dituduh hasil tulisan AI, tanda baca em dash sudah populer digunakan dalam karya-karya sastra klasik. Tanda baca ini dapat ditemukan dalam berbagai tulisan berbahasa Inggris, termasuk novel dan puisi, untuk menciptakan jeda, menunjukkan perubahan pikiran, atau memberikan penekanan pada dialog.
Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam karya penulis klasik abad 19 dan 20, seperti Emily Dickinson dan Herman Melville. Tanda baca ini menciptakan atmosfer dramatis sekaligus puitis untuk menandai bagian-bagian penting dalam cerita. Jadi, dalam karya klasik, em dash tidak terikat pada aturan baku berbahasa. Em dash justru menandakan kebebasan berekspresi penulis.
5. Kenapa Sering Dikira Hasil Tulisan AI?
Belakangan ini, em dash sering dikaitkan dengan tulisan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT. Sebagian pembaca bahkan mulai curiga ketika menemukan tanda baca ini digunakan berulang kali dalam sebuah artikel atau unggahan media sosial. Akibatnya, em dash seolah menjadi salah satu penanda tulisan AI.
Anggapan ini muncul karena AI biasa mengulang pola yang sama, termasuk dalam penggunaan tanda baca. Apalagi, penjelasan dari AI banyak yang menekankan atau menegaskan ulang kalimat tertentu. Jika digunakan terlalu sering, maka tulisan akan terlihat monoton dan berpola seperti karya AI.
Di samping tuduhannya sebagai hasil tulisan AI, ternyata em dash sudah lama digunakan—populer dalam karya klasik abad 19. Tanda baca ini memiliki berbagai macam fungsi, terutama untuk menegaskan sesuatu hingga bisa menggantikan peran tanda baca lain. Kamu tahu tanda baca ini dari baca buku atau AI?
Baca Juga
-
Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda
-
Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?
-
Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan
-
Dilema Pekerja Hari Ini: Pilih Menganggur atau Tahan Overwork dengan Gaji Kecil?
-
Klara dan Sang Matahari: Misi sebuah Robot Mengubah Kehidupan seorang Gadis
Artikel Terkait
-
TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026
-
Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!
-
Mau Trading Pakai AI, Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba?
-
Goldman Sachs Pangkas Target Indeks KOSPI, 'Bisnis' AI Mulai Guncang Pasar Modal
-
Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!
Kolom
-
Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda
-
Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman
-
Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z
-
Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan
-
Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman
Terkini
-
Review Film Siti Si Vampir: Satir Kelas Sosial yang Kurang Menggigit?
-
Trauma Nyata Perempuan Korban Perang Dunia I dalam Buku Testament of Youth
-
Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan
-
The One About Matthew Perry: Menguak Sisi Lain Bintang Friends Lawan Kecanduan
-
Terjebak di Sarang Penjahat: Petualangan Menegangkan yang Mengajarkan Arti Keberanian