Selama pandemi covid-19, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan hanya dari rumah saja. Kegiatan-kegiatan seperti sekolah yang metode pembelajaran diubah menjadi daring, dan beberapa pekerja yang kemudian melakukan work form home. Kondisi ini membuat orang-orang semakin banyak menghabiskan waktu di rumah aja.
Terlalu lama di dalam rumah akan membuat tubuh menjadi malas bergerak. Bahkan banyak waktu kadang dihabiskan dengan rebahan. Kenyamanan yang ditawarkan saat melakukan aktivitas dengan posisi rebahan telah membuat banyak orang mengalami penurunan gerak badan.
Gaya hidup seperti itu, tentu saja tidak baik bagi kesehatan. Kurang gerak dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti berikut:
1. Obesitas
Kekurangan gerak badan akan membuat tubuh kamu menjadi susah membakar lemak dalam tubuh. Terlalu lama rebahan juga dapat membuat kamu menjadi mudah merasa lapar.
Banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh tetapi tidak diimbangi dengan pembakaran yang seimbang, akan sangat rentan bagi seseorang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
2. Penyakit Jantung
Untuk memompa darah ke seluruh tubuh jantung membutuhkan banyak aktivitas fisik agar dapat bekerja secara optimal. Namun, apabila tubuh kurang aktif bergerak dan banyak menghabiskan waktu sambil rebahan kondisi jantung kamu bisa melemah.
Tidak hanya itu, timbunan lemak dalam tubuh yang tidak terbakar juga dapat membuat kinerja jantung menjadi lebih berat dan dapat berakibat pada melemahnya fungsi jantung.
3. Stroke
Aktivitas fisik yang kurang, dapat menjadi penyebab tersumbatnya aliran darah karena otot-otot tidak aktif melakukan peregangan. Sel saraf pengatur dalam otak juga dapat melemah karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup dari darah.
4. Masalah Persendian
Banyaknya pekerjaan yang dikerjakan dari rumah membuat hampir semua kegiatan dilakukan hanya sambil duduk atau rebahan saja. Hal ini akan membuat tubuh menjadi kurang bergerak.
Terlalu banyak rebahan akan membuat persendian menjadi kurang terlatih. Hal ini berbahaya karena dapat menjadikan sendi kaku bahkan kram. Punggung bagian bawah juga akan terasa sakit karena lama tidak melakukan aktivitas fisik sehingga kehilangan kekuatan dan fleksibilitas otot.
Untuk menghindari itu semua, kamu dapat meluangkan sedikit waktu untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti melakukan peregangan atau sekadar berjalan-jalan kecil agar tubuh kamu tidak benar-benar kaku. Sebelum terlambat, alangkah baiknya untuk memerhatikan hal-hal tersebut dari sekarang.
Tag
Baca Juga
-
Ramai Dibicarakan, Apa Sebenarnya Intrusive Thoughts?
-
Menjamurnya Bahasa 'Gado-Gado' Sama dengan Memudarnya Jati Diri Bangsa?
-
7 Tips Efektif Menjaga Hubungan agar Tetap Harmonis saat Pacar PMS, Cowok Wajib Tahu!
-
Sering Merasa Lelah Akhir-akhir Ini? 5 Hal ini Bisa Jadi Penyebabnya
-
Kuliah sambil Healing, 2 Universitas Negeri Terbaik di Malang Versi THE WUR 2023
Artikel Terkait
Health
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
-
Campak Bukan Teman Kencan, Jangan Diajak Jalan-Jalan ke Tempat Umum!
-
Kulit Gampang Merah, Jerawat Makin Parah? Polusi dan Gaya Hidup Jadi Pemicu
Terkini
-
Kisah Salinem: Pengabdian Sunyi Abdi Dalem di Tengah Gejolak Sejarah Jawa
-
Vakum 3 Tahun, Jang Geun Suk Diincar Bintangi Drama Baru Berjudul Hyupban
-
Ahn Hyo Seop Akan Hadiri Oscar Pertamanya Berkat KPop Demon Hunters
-
Senjata Pamungkas Samsung? Galaxy Z Trifold Bawa Layar Lipat Tiga
-
4 Padu Padan OOTD Warna Monokrom ala Lee Jae Wook, Buat Gaya Lebih Menawan!