HIV (Human Immunodefiency Virus) adalah virus yang menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Jika virus ini terus menyerang tubuh, sistem pertahanan tubuh kita akan semakin lemah.
Sejak 1980-an, stigma HIV telah menyebabkan meningkatnya prasangka dan diskriminasi terhadap orang yang tertular virus tersebut.
Mitos berbahaya seputar HIV terus menciptakan stigma yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan orang yang hidup dengan HIV. Pemahaman tentang fakta dan statistik seputar HIV adalah salah satu cara terpenting untuk meluruskan stigma dan kesalahpahaman mengenai orang yang terpapar.
Stigma adalah sikap atau prasangka negatif terhadap orang-orang dengan karakteristik yang membedakan, seperti kondisi kesehatan fisik atau mental dan seringkali mengarah pada diskriminasi terhadap orang-orang dengan karakteristik khusus tersebut.
Stigma terhadap orang yang menderita HIV dimulai pada 1980 - an, ketika virus tersebut menyebabkan epidemi HIV dan AIDS di Amerika Serikat. Informasi yang salah tentang HIV menyebabkan banyak orang mengalami diskriminasi.
Pada tahun 2008, Indeks Stigma Orang Hidup dengan HIV (ODHA) dibuat untuk mengumpulkan bukti tentang dampak stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV. Lebih dari 100.000 orang di 100 negara yang hidup dengan HIV telah menyumbangkan data ke Indeks Stigma ODHA.
Meskipun pengetahuan orang-orang tentang HIV dan AIDS telah berkembang jauh sejak tahun 1980-an, informasi yang salah masih berkontribusi pada stigma seputar HIV.
Berikut adalah beberapa kesalahpahaman paling umum yang memicu diskriminasi terhadap jutaan orang di seluruh dunia yang hidup dengan HIV:
1. HIV Bukan Masalah Kesehatan Masyarakat
Pengobatan HIV telah meningkat pesat sejak tahun 1980-an. Namun, HIV masih mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Bahkan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di luar Amerika Serikat, penularan HIV merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar.
2. HIV Hanya Mempengaruhi Kelompok Orang Tertentu
Banyak orang yang belum sepenuhnya menyadari jika virus ini dapat ditularkan ke siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, etnis, atau seksualitas mereka. HIV juga dapat ditularkan di luar hubungan seksual, seperti melalui berbagi jarum suntik atau peralatan obat-obatan, atau dari ibu ke bayi.
Pada dasarnya, HIV dapat ditularkan melalui :
-darah
-air mani
-cairan rektal
-cairan vagina
-ASI
HIV tidak dapat ditularkan dengan berjabat tangan, menyentuh, atau berada di ruangan yang sama dengan orang yang tertular virus tersebut
3. HIV Adalah "Hukuman Mati"
Orang yang menderita HIV akhir-akhir ini memiliki peluang yang lebih besar untuk bisa bertahan.
Pilihan pengobatan HIV terus meningkat sejak pengenalan obat HIV pertama yang disetujui FDA, azidothymidine, pada tahun 1987. Sejak saat itu, pengembangan obat antiretroviral baru telah secara dramatis meningkatkan harapan hidup orang yang menderita HIV.
Kita semua dapat mengambil bagian dalam melawan stigma dan diskriminasi yang dialami oleh orang yang hidup dengan HIV dengan mengubah cara kita dan orang lain memandang HIV.
Luangkan waktu untuk membaca fakta dan statistik tentang HIV, daripada mengandalkan informasi usang yang tidak jelas kebenarannya.
Baca Juga
-
Sinopsis Film Kingdom of the Planet of the Apes, Tayang 10 Mei 2024
-
Resmi Berkencan dengan IU, Lee Jong Suk Tulis Surat Mengharukan untuk Fans
-
Daftar Pemenang KBS Drama Awards 2022, Ada Lee Seung Gi dan Joo Sang Wook!
-
Keren! BTS Masuk Daftar Musisi yang Banyak Pecahkan Rekor Tahun 2022
-
Keren! Belum Resmi Rilis Album Solo, Jimin BTS Kembali Memecahkan Rekor Ini
Artikel Terkait
-
Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bukan Penularan Naik? Benarkah Lonjakan HIV Sidoarjo Justru Bukti Sukses Deteksi Dini
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
Health
-
Bukan Tanda Produktif, Ini Harga Mahal yang Dibayar Tubuh Saat Kurang Tidur
-
Tradisi Menginang saat Maulid Nabi dan 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Mulut
-
Sering Lapar Padahal Baru Sarapan? Waspada Efek Roller Coaster Gula Darah
-
Jangan Paksa Tubuhmu: Mengenal Pentingnya Recovery Day dalam Rutinitas Olahraga
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
Terkini
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2: Jam Tangan Pintar Premium dengan Baterai 800 mAh, Harga Rp10 Jutaan
-
Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma
-
Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan