Self diagnose adalah tindakan seseorang yang mendiagnosis penyakit sendiri tanpa bantuan ahli atau dokter, biasanya mencari informasi melalui internet atau bertanya pada keluarga yang pernah mengalami gejala serupa. Self diagnose ternyata sangat tidak dianjurkan karena dapat berdampak buruk.
Apakah informasi dari internet dapat dipercaya sepenuhnya? Begitu pula bertanya pada keluarga atau teman dengan gejala serupa. Bisa jadi hanya gejala luar yang tampak sama, tetapi ternyata penyakitnya berbeda. Berikut tiga dampak buruk dari perilaku self diagnose.
1. Salah diagnosis penyakit
Ketika kamu merasakan suatu gejala, lalu mencari informasinya di internet, akan ada banyak hasil yang keluar. Lantas, ketika menemukan satu penyakit yang mirip dengan apa yang kamu alami, kamu langsung self diagnose dengan mengaggap bahwa kamu menderita penyakit tersebut.
Padahal, banyak penyakit memiliki gejala yang mirip. Kamu tidak bisa langsung mengetahui penyakit sebelum diperiksa lebih lanjut oleh ahlinya. Dokter dan tenaga kesehatan lain saja perlu waktu untuk mengetahui suatu penyakit.
2. Penanganan yang keliru
Dampak negatif lainnya dari self diagnose adalah penanganan yang keliru. Biasanya terjadi ketika kamu bertanya gejala yang kamu alami kepada keluarga atau teman yang pernah mengalaminya. Pasti mereka akan merekomendasikan kamu obat yang pernah mereka konsumsi untuk meredakan gejala tersebut.
Kamu jangan asal ikut mengkonsumsi sembarang obat. Hal ini karena meskipun gejala yang dialami sama, belum tentu masalah atau penyakit yang diderita juga sama. Lagi pula, obat memiliki dosis serta rentang terapi yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Dosis obat dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan berbagai faktor lainnya.
3. Berimbas pada kondisi mental
Dampak buruk lainnya dari self diagnose adalah kondisi mental dapat terganggu dan membuat kamu justru down. Ketika mencari informasi dengan kata kunci gejala yang kamu alami, akan banyak hasil pencarian yang muncul dengan berbagai macam diagnosis penyakit.
Ketika melihat hal tersebut, tentunya kamu menjadi cemas dan gelisah. Kamu jadi overthinking jangan-jangan apa yang kamu derita merupakan salah satu penyakit yang serius. Padahal, bisa jadi gejala yang kamu alami hanya permasalahan ringan saja.
Itulah tiga dampak buruk jika kamu melakukan self diagnose. Hindari hal ini dan lebih baik berkonsultasi pada ahlinya daripada kamu menebak-nebak hal yang tidak pasti.
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
Health
-
Rahasia Sehat Saat Puasa: Penjelasan Medis Fungsi Mental dan Vitalitas
-
Ngopi saat Sahur, Efektifkah untuk Menjaga Energi Selama Puasa?
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Olahraga Saat Puasa: Mitos, Fakta, dan Panduan dari dr. Tirta
Terkini
-
Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel
-
Manchester Is Red! MU Naik ke Peringkat 4 usai Terus Menang
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Kartu Pokemon Milik Logan Paul Laku Fantastis, Tembus Rp277 Miliar
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai