Saat bosan mungkin orang akan mendengarkan musik kesukaan mereka. Namun kebanyakan anak muda sekarang ini gemar mendengarkan musik lewat headset.
Pasalnya, mendengarkan musik dengan menggunakan headset diklaim suara lagunya lebih terdengar jernih.
Sejatinya mendengarkan musik lewat headset tidak masalah asalkan dengan volume yang tidak terlalu kencang dan jangan terlalu lama.
Menurut seorang peneliti International Herald Tribune efek mendengarkan musik secara terus menerus dengan volume tinggi dapat membuat kemampuan mendengar menurun.
Seperti dirangkum dari halodoc, berikut ini adalah 3 dampak yang ditimbulkan apabila mendengarkan musik dengan headset terlalu lama.
1. Risiko Kehilangan Pendengaran
Apabila kamu menggunakan headset suara musik otomatis langsung masuk ke dalam telinga.
Sehingga jika kamu menaikkan volume suara melebihi 90 desibel hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli sebagai komplikasinya.
Jadi saat mendengarkan musik harus memperhatikan volume suaranya dan sebaiknya hanya 60 persen dari maksimum volume.
2. Tuli Sesaat
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang gemar menggunakan headset atau earphone sepanjang hari dengan volume suara yang kencang.
Mereka biasanya dapat merasakan mati rasa atau tuli sesaat, namun dapat normal kembali.
Tuli sesaat ini bisa saja berujung kepada tuli permanen maka dari itu sebaiknya jangan mendengarkan headset selama empat jam secara terus-terusan.
3. Infeksi Telinga
Penggunaan headset untuk mendengarkan musik terlalu lama ini dapat menyebabkan infeksi telinga.
Pasalnya, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri atau apabila dipakai secara bergantian dapat memindahkan bakteri.
Headset yang dipakai secara terus menerus dapat digunakan langsung pada saluran telinga sehingga perangkat ini dapat menghalangi saluran udara.
Apabila menggunakan headset terlalu lama ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi.
4. Pengaruh Negatif untuk Otak
Adanya gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset dapat menimbulkan dampak serius terhadap otak.
Meskipun belum ada bukti medis, namun hal ini berkaitan dengan bagian dalam telinga yang terhubung dengan otak.
Sehingga infeksi kecil pada bagian dalam telinga dapat langsung memengaruhi otak dan berujung pada kesehatan serius.
Baca Juga
-
3 Tips Mengatasi Kulit Belang, Salah Satunya Pakai Gel Lidah Buaya
-
4 Jenis Buah yang Tahan Lama Tanpa Perlu Ditaruh di Kulkas Ada Pisang
-
4 Tips Mengatasi Rambut Lepek, Salah Satunya Cuci Rambut dengan Lembut
-
4 Hal yang Bikin Rambut Tidak Sehat, Salah Satunya Tidak Pakai Kondisioner
-
5 Kebaikan Infused Water bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mencegah Berbagai Penyakit?
Artikel Terkait
-
7 Dampak Negatif Mengonsumsi Fast Food Secara Terus Menerus
-
5 Dampak Positif bagi Tubuh Ketika Berhenti dari Ketergantungan Kafein
-
3 Dampak Kualitas Udara yang Buruk, Tidak Boleh Disepelekan
-
Melanda Minahasa Selatan, Berikut Penyebab, Dampak, dan Cara Penanggulangan Abrasi
-
7 Dampak Negatif Menggunakan Diet Keto untuk Menurunkan Berat Badan
Health
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
Terkini
-
Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027
-
Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?
-
Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas
-
The Veil Club Layer 2 Gaet Trinkieland, Hadirkan Eksplorasi Modest Wear Lewat Main Character Weekend
-
Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur