Mi instan adalah salah satu makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Harganya yang murah dan pembuatannya yang praktis itulah membuat banyak orang semakin menyukai makanan instan ini. Tidak hanya itu saja, mi instan saat ini telah tersedia dengan banyak varian rasa sehingga membuat penikmatnya tidak bosan-bosan untuk mencicipinya.
Mi instan seringkali menjadi pilihan bagi mereka yang tidak sempat untuk memasak. Juga menjadi pilihan terakhir bagi anak kos di akhir bulan jika uangnya sudah menipis. Ada juga yang mengatakan makan mi instan akan terasa nikmat jika cuaca sedang hujan dan dingin.
Dibalik rasanya yang nikmat terdapat sebuah fakta bahwa makanan mi instan memiliki kandungan gizi yang sedikit dan bahkan tidak baik untuk kesehatan.
Mi instan memiliki kandungan karbohidrat dan garam yang tinggi, namun rendah protein, vitamin, dan mineral. Karena kandungan karbohidratnya yang tinggi membuat mi instan ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan.
Merangkum dari Hellosehat dan Alodokter, inilah 5 dampak negatif dari mengonsumsi mie instan secara berlebihan.
Sindrom metabolik adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya pada seseorang seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan yang melibatkan 3.000 mahasiswa dengan rentang usia 18 - 29 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengonsumsi mi instan sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu mengalami kenaikan pada tekanan darah dan glukosa dalam darah. Sedangkan mahasiswa yang hanya memakan mi instan 1 kali dalam sebulan menunjukkan tekanan dan gula darah yang normal.
Mi instan merupakan makanan yang lama untuk dicerna. Selain kandungan seratnya yang rendah, terdapat tambahan bahan pengawet tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ) yang merupakan bahan dasar minyak yang terkandung dalam produk pestisida.
Perlu waktu yang lama bagi tubuh untuk mencerna bahan pengawet tersebut sehingga tidak menutup kemungkinan tubuh akan terpapar zat berbahaya tersebut.
3. Obesitas
Seperti yang disebutkan sebelumnya, mi instan memiliki kandungan kabohidrat yang tinggi. Dengan kata lain memiliki kalori yang tinggi juga. Dalam satu bungkus mi instan bisa mengandung 14 gram lemak jenuh dan kandungan tersebut sudah memenuhi 40 persen dari kebutuhan gizi harian.
Memang memakan mi instan akan terasa kenyang, sayangnya nilai gizi di dalamnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harianmu. Jadi, sudah mengerti bukan mengapa kamu tidak boleh memakan mi instan dengan nasi.
4. Gangguan ginjal
Mi instan memiliki kandungan garam yang tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan akan mengganggu fungsi dan kerja dari organ ginjal.
Akibatnya adalah dapat memicu penumpukan natrium dan cairan pada tubuh, sehingga memicu pembengkakan pada kaki serta penumpukan cairan pada jantung dan paru-paru. Mengerikan sekali bukan efeknya bagi tubuh kita.
5. Penyakit jantung
Dampak negatif yang terakhir adalah dapat menyebabkan penyakit jantung. Pasti kalian sudah mengetahui bahwa dalam mi instan terkandung bahan kimia monosodium glutamat (MSG) atau yang lebih sering disebut dengan micin.
Memang rasanya gurih dan lezat namun sayangnya dibalik kelezatannya bahan tersebut dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ketika tekanan pada darah terus meninggi akibatnya akan memicu berbagai gangguan pada jantung.
Itulah 5 dampak negatif dari mengonsumsi mi instan secara berlebihan. Jangan karena tergiur rasanya yang enak dan harganya yang murah kamu jadi keseringan memakan makanan tersebut.
Ada baiknya jika kamu memakan mi instan satu kali dalam sebulan atau bisa satu kali dalam seminggu. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi sayuran dan buah setelah mengonsumsi mi instan agar gizimu tetap terjaga.
Baca Juga
-
Gaya Hidup Minimalis: Solusi Hidup Tenang Sekaligus Menjaga Kelestarian Alam
-
Waspada, 5 Masalah Kesehatan Ini Bisa Muncul Akibat Kurang Berjemur
-
Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh
-
Jejak Karbon Digital Tersembunyi di Balik Setiap Email yang Anda Kirim
-
Hidup Selaras dengan Laut: Nilai Ekologis dalam Tradisi dan Praktik Pesisir
Artikel Terkait
-
Ulang Tahun Ke-14, Qhomemart Gelar Pesta Mie Terbanyak hingga Bagi-Bagi Promo
-
Ini Bahaya Residu Pestisida, Zat Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan
-
Jokowi : Hati-hati yang Suka Makan Mi Instan, Harganya Bisa Naik
-
Raditya Dika Masak Mi Setengah Matang Endingnya Malah Bikin Geleng-Geleng Kepala
-
5 Fakta Taiwan Menolak Mi Instan Indonesia, Kandungan Residu Pestisida Melebihi Batas?
Health
-
Matcha Kemasan Infus Viral, Menarik tapi Picu Dilema Etik Keamanan Pangan
-
Waspada Super Flu Subclade K: Gejala, Penyebaran, dan Cara Mencegahnya
-
Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah
-
Rencana 8 Langkah Berhenti Merokok: Rahasia Tetap Konsisten Tanpa Stres
-
Panduan Hidup Sehat: Cara Meningkatkan Imunitas agar Tidak Gampang Sakit
Terkini
-
Pantau Rumah dari HP, Ini 5 CCTV Outdoor Murah yang Layak Dibeli
-
Dari Glamor hingga Minimalis, 5 Inspirasi Gaun ala Lee Ji Eun atau IU!
-
ARMY Makin Bersiap, BTS Umumkan Jadwal Rilis Album dan Tur Dunia 2026
-
Sinopsis Ikkis, Film India yang Dibintangi Dharmendra dan Agastya Nanda
-
Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram