Tidak bisa dipungkiri, bahwa wanita adalah makhluk yang cenderung mudah memiliki masalah psikologis dalam hidupnya. Bahkan dalam laman websitenya, Kementerian Kesehatan melalui dr. Irmansyah, Sp.KJ. MM mengatakan bahwa penderita gangguan jiwa ringan kebanyakan adalah wanita, bahkan jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari pada pria.
Oleh karena itu sebagai seorang wanita, kita harus menjaga kesehatan mental agar tidak mengidap gangguan kejiwaan yang semakin serius. Berikut ini terdapat gangguan psikologi yang sering terjadi pada wanita seperti yang dikutip dari laman Halodoc.
1. Gangguan kecemasan
Gejala yang biasanya di awali dengan perasaan ketakutan, kekhawatiran dan ketegangan terhadap suatu hal cenderung dirasakan oleh wanita. Hal tersebut bahkan diperkuat oleh sebuah jurnal dari amerika yaitu Anxiety and Depression Association of America yang menyatakan bahwa wanita lebih rentan mengalami gangguan kecemasan di usia produktif dibandingkan pria.
2. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Banyak sekali hal yang menyebabkan terjadinya PTSD pada wanita, di antaranya adalah hal yang berkaitan dengan penyerangan atau pelecehan seksual yang kerap terjadi pada wanita. Hal itu juga termasuk dalam gangguan panik atau fobia.
3. Gangguan makan
Gangguan psikologis yang selanjutnya yang juga kerap terjadi pada wanita adalah gangguan makan. Tidak heran jika hal tersebut terjadi, karena biasanya gangguan makan terjadi pada wanita yang selalu mengutamakan penampilan secara perfeksionis dan menganggap jika standar kecantikan diukur oleh berat badan dan tampilan tubuh yang proporsional
4. Depresi
Gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita selanjutnya adalah depresi. Banyak sekali hal yang melatarbelakangi gangguan depresi pada wanita. Salah satunya yaitu depresi pasca persalinan atau postpartum blues karena adanya perubahan dari segi fisik dan mental yang tidak pernah dirasakan oleh kaum pria.
Sebagai kaum yang rentan terhadap gangguan psikologis, ada baiknya sebagai wanita kita mulai memperhatikan kesehatan mental agar tidak menjadi lebih parah hingga menyebabkan gangguan kejiwaan yang berat.
Jika terdapat masalah psikologis yang dirasa mengganggu ceritakanlah ke orang terdekat dan segera konsultasikan kepada para profesional agar gangguan psikologis tersebut dapat di atasi sejak dini. Take care and love yourself!
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
Artikel Terkait
-
Fakta Terbaru Kasus Gangguan Ginjal Akut Akibat Obat Sirup: Kasus Menurun, Kemenkes Siap Cabut Larangan
-
Tes Kepribadian: Bagaimana Anda Menjalani Hidup dan Apa yang Memberatkan Anda, Ketahui Dengan Memilih Teratai Favorit
-
'Katanya Korban Kenapa Minta Maaf?', Pakar Bingung Ekspresi dan Ucapan Putri Tak Seperti Korban Pelecehan
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual