Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tetapi masih banyak orang yang mengalami gangguan penyakit jantung hingga jumlahnya semakin bertambah.
Saat ini penyakit jantung menjadi penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia maupun di Indonesia. Oleh sebab itu, gaya hidup sehari-hari perlu untuk diperhatikan. Salah satunya yaitu olahraga yang menjadi kegiatan penting.
Namun, untuk orang dengan masalah jantung, perlu memperhatikan olahraga yang dilakukan. Pasalnya terdapat beberapa olahraga yang tak bisa dilakukan karena bisa memicu penyakit yang kambuh.
Lantas, olahraga apa saja yang patut dihindari oleh pengidap penyakit jantung? Dilansir dari klikdokter.com, berikut pembahasannya.
1. Sepak bola
Penderita penyakit jantung sebaiknya tidak melakukan olahraga sepak bola. Pasalnya olahraga ini cenderung berbahaya untuk pasien dengan fase yang akut. Olahraga ini membutuhkan gerakan yang cepat, mendadak, serta dengan durasi yang lama.
Gerakan dengan kecepatan yang spontan dan mendadak, bisa memicu jantung berdetak lebih cepat, sehingga pada kondisi tersebut cukup berbahaya untuk orang yang mengidap sakit jantung.
2. Bulutangkis
Bulutangkis memiliki ritme yang berubah-ubah. Kadang ritme tersebut bisa lambat hingga cepat. Maka dari itu, olahraga yang satu ini patut berbahaya oleh orang dengan penyakit jantung. Olahraga ini membuat pemompaan darah yang dilakukan dari jantung ke seluruh tubuh menjadi bertambah dan berat.
3. Basket
Olahraga basket hampir sama dengan olahraga sepak bola. Olahraga ini membutuhkan gerak cepat, serta ketangkasan yang membuat penderita jantung tidak disarankan untuk melakukan olahraga ini. Terutama pada sebuah kompetisi basket yang memang perlu dihindari oleh pengidap sakit jantung.
4. Tenis
Olahraga tenis membutuhkan gerak cepat tubuh dan jauh seiring dengan datangnya bola tenis yang bervariasi. Apalagi olahraga yang satu ini membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat karena olahraga ini memang cukup melelahkan. Itulah sebabnya, olahraga yang satu ini patut dihindari oleh penderita masalah jantung.
5. Maraton
Olahraga maraton menjadi salah satu olahraga yang dilarang oleh penderita jantung. Beban fisik yang terlalu berat membuat olahraga ini pemicu terkena serangan jantung untuk orang yang berisiko. Terutama bagi yang baru saja mengalami serangan jantung.
Itulah beberapa olahraga yang patut dihindari oleh orang yang mengidap masalah jantung. Orang yang mengidap masalah jantung tetap bisa berolahraga kok, selama dengan intensitas yang sesuai.
Baca Juga
-
Meski Gratis, Ini 4 Alasan Kamu Perlu Berhati-hati saat Pakai Wi-Fi Publik
-
5 Tips Menyimpan Makanan Basah Kucing agar Tahan Lama, Jaga Tetap Fresh!
-
4 Tips Menyiasati Sepatu yang Kekecilan agar Nyaman Dipakai, Auto Longgar!
-
Peringati Hari Polio Sedunia, Berikut 5 Cara Cegah Penyakit yang Satu Ini
-
6 Cara Tepat Merawat Kucing Pasca-Sterilisasi, Utamakan Kenyamanan Anabul!
Artikel Terkait
-
Jarang Olahraga? Coba Cara Ini untuk Bangun Kebiasaan 10.000 Langkah Per Hari
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
-
Gejala Nyeri Dada Akibat Anxiety: Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?
-
10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami
-
Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?