Belakangan ini, pembicaraan mengenai ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder menjadi viral di media sosial. Semuanya dimulai ketika seorang pengguna media sosial mengklaim dirinya mengalami ADHD berdasarkan perilaku yang tidak biasa.
Menurut laman situs Siloam Hospital, ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah kondisi di mana terjadi gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi gerakan seseorang. Biasanya, ADHD merupakan gangguan mental yang sering dialami oleh anak-anak. Seseorang yang mengalami ADHD umumnya meliputi kesulitan dalam memusatkan perhatian atau fokus, impulsif, dan hiperaktif.
Penanganan yang Harus Dilakukan untuk Penderita ADHD Dewasa
Gejala ADHD pada orang dewasa sering kali sulit untuk dikenali. Namun, gejala inti biasanya dimulai sejak awal kehidupan, sebelum usia 12 tahun, dan terus berlanjut hingga dewasa, menyebabkan masalah yang signifikan.
Tidak ada tes tunggal yang dapat mengonfirmasi diagnosis ADHD. Proses diagnosis kemungkinan akan melibatkan beberapa langkah, seperti pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala yang kamu alami, pengumpulan informasi melalui pertanyaan tentang riwayat medis, baik pribadi maupun keluarga, serta riwayat gejala yang dialami.
Skala peringkat ADHD atau tes psikologis juga mungkin digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi tentang gejala yang dialami. Melansir laman situs Mayo Clinic, ini yang harus dilakukan oleh orang dewasa jika gejalanya mulai terasa.
Perawatan
Perawatan umum untuk ADHD pada orang dewasa umumnya melibatkan penggunaan obat, pendidikan, pelatihan keterampilan, dan konseling psikologis. Kombinasi dari pendekatan ini seringkali memberikan hasil yang paling efektif dalam mengelola gejala ADHD.
Meskipun demikian, perawatan ini tidak dapat menyembuhkan ADHD dan mungkin memerlukan waktu untuk menentukan metode yang paling cocok untuk individu tertentu.
BACA JUGA: 6 Ciri-ciri Kuku Sehat yang Penting untuk Kamu Ketahui
Obat-obatan
Saat berbicara dengan dokter, penting untuk mendiskusikan manfaat dan risiko dari setiap obat yang mungkin diresepkan. Stimulan, seperti obat yang mengandung methylphenidate atau amfetamin, seringkali menjadi pilihan pertama dalam pengobatan ADHD. Obat ini diyakini dapat meningkatkan dan menyeimbangkan kadar neurotransmiter, yaitu bahan kimia penting dalam otak.
Terdapat juga obat nonstimulan seperti atomoxetine dan beberapa jenis antidepresan seperti bupropion yang digunakan untuk pengobatan ADHD. Walaupun obat ini memiliki efek yang lebih lambat daripada stimulan, mereka dapat menjadi alternatif yang baik jika stimulan tidak dapat digunakan karena masalah kesehatan atau efek samping yang serius.
Setiap individu memiliki kebutuhan obat yang berbeda, termasuk dosis yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan waktu untuk menemukan obat yang tepat bagi Kamu. Pastikan untuk memberi tahu doktermu mengenai setiap efek samping yang mungkin kamu alami.
Konseling Psikologi
Terapi konseling untuk ADHD pada orang dewasa sering melibatkan sesi psikoterapi dengan seorang psikolog, pendidikan mengenai gangguan tersebut, dan pembelajaran keterampilan untuk membantu mencapai kesuksesan.
Jenis konseling psikologis umum untuk ADHD termasuk terapi perilaku kognitif yang terstruktur, di mana kamu akan mempelajari keterampilan khusus untuk mengelola perilaku dan mengubah pola pikir negatif menjadi pola pikir positif.
Selain itu, terdapat juga konseling perkawinan dan terapi keluarga, yang bertujuan untuk membantu orang-orang terdekat dalam menghadapi stres yang terkait dengan ADHD dan mempelajari cara mereka dapat memberikan dukungan. Melalui konseling ini, kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah dapat ditingkatkan.
Terapi Menjalin Relasi
Jika kamu memiliki ADHD seperti banyak orang dewasa lainnya, kamu mungkin mengalami perilaku yang tidak dapat diprediksi, sering melupakan janji, melewati tenggat waktu, dan membuat keputusan impulsif atau tidak rasional. Hal ini dapat menimbulkan tekanan pada kesabaran rekan kerja, teman, atau pasangan, bahkan yang paling pemaaf.
Terapi yang difokuskan pada masalah ini, bersama dengan upaya untuk memantau perilaku dengan lebih baik, dapat memberikan banyak manfaat. Selain itu, mengikuti kelas yang bertujuan meningkatkan komunikasi, mengembangkan keterampilan resolusi konflik, dan pemecahan masalah juga sangat membantu. Terapi pasangan dan kelas di mana anggota keluarga dapat mempelajari lebih banyak tentang ADHD dapat secara signifikan meningkatkan hubunganmu.
ADHD bukan gejala yang bisa didiagnosis sendiri. segera temui dokter jika kamu merasakan sesuatu hal yang tak biasa dari perilakumu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
5 Fakta Zom 100: Bucket List of the Dead yang Bikin Penasaran Penggemar
-
4 Rekomendasi Anime untuk Kamu yang Menyukai Cerita Bertema Zombie
Artikel Terkait
Health
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya