Kebiasaan sehari-hari sering membuat banyak orang merasa aman selama masih berusia muda. Makan sembarangan, jarang olahraga, hingga kurang istirahat kerap dianggap tidak masalah selama tubuh masih terasa kuat.
Padahal, kondisi tersebut perlahan berubah. Penyakit seperti jantung dan stroke kini mulai muncul pada usia yang lebih muda, bahkan di usia 20-an.
Fenomena ini turut disoroti oleh tenaga medis yang melihat langsung kondisi pasien di lapangan. Mereka menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko sebenarnya dari penyakit tersebut.
Melansir kanal YouTube Malaka Project pada Rabu (9/4/2026), dokter sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Gia Pratama, menjelaskan bahwa masih ada kesalahpahaman di masyarakat soal penyebab kematian utama di Indonesia.
Ia menyebut, banyak orang mengira penyebab kematian terbesar berasal dari kecelakaan atau tindak kriminal. “Padahal bukan. Nomor dua itu serangan jantung dan stroke,” ujar Gia.
Menurutnya, tren penyakit serius kini mulai bergeser ke usia yang lebih muda. Ia melihat langsung bahwa pasien dengan penyakit berat tidak lagi didominasi usia lanjut.
“Pasien gagal ginjal makin muda, usia 30-an banyak, 20-an mulai ada,” ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Bahkan, pasien yang selamat dari stroke tetap bisa mengalami penurunan aktivitas akibat gangguan tubuh yang menetap.
Dokter tersebut menjelaskan, serangan jantung dan stroke sama-sama berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Jika pembuluh darah rusak atau tersumbat, aliran darah bisa terganggu dan memicu penyakit serius.
Ia menegaskan ada beberapa faktor risiko utama yang perlu diperhatikan sejak muda. “Tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan rokok menjadi faktor terbesar,” jelasnya.
Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga menjadi perhatian penting. Ia menjelaskan bahwa jumlah gula dalam darah sebenarnya sangat sedikit.
“Dalam satu liter darah hanya boleh ada sekitar 1 gram gula, totalnya sekitar 5 gram dalam tubuh,” kata Gia.
Jika terlalu banyak konsumsi gula, tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengolahnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu diabetes yang berujung pada berbagai penyakit lain.
Tak hanya gula, makanan yang terlalu asin juga bisa berdampak pada kesehatan. Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit.
Untuk mencegahnya, ia menyarankan agar mulai membiasakan aktivitas fisik sederhana. Jalan kaki secara rutin dinilai sudah cukup membantu menjaga kesehatan tubuh.
“Olahraga terbaik adalah yang konsisten dan progresif,” ujarnya.
Ia juga menyebut latihan sederhana seperti plank bisa membantu mengaktifkan otot tubuh. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit.
Di akhir, ia menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak dini jauh lebih penting daripada mengobati. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Tak Sekadar Cari Uang, Ini Alasan Mulia Pak Tarno Tetap Ngamen Sulap Meski Terkena Stroke
-
DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Salat Tarawih tapi Bolak-Balik Pipis? Ini Saran Dokter Atasi Beser saat Ibadah
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
Health
-
Jangan Paksa Tubuhmu: Mengenal Pentingnya Recovery Day dalam Rutinitas Olahraga
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
-
Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?
-
Duduk Seharian di Depan Layar? Ini Cara agar Tetap Aktif Tanpa Harus ke Gym
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan