Kamu pernah tahu mengenai buah berenuk? Mungkin setelah melihat bentuknya kamu akan menyangka bahwa buah berenuk tersebut merupakan buah maja yang cukup populer di kawasan Jawa timur. Sebagian besar orang sering menganggap bahwa buah berenuk merupakan buah maja. Padahal, kedua buah ini merupakan buah yang berbeda.
Buah berenuk merupakan buah dengan nama latin Crescentia cujete. Buah ini juga dikenal dengan nama kalabas. Sedangkan untuk buah maja memiliki nama latin Aegle marmelos. Di beberapa daerah di Asia, buah maja juga dikenal dengan beragam nama seperti golden apple, stone apple atau stone fruit.
Buah berenuk ternyata memiliki beragam manfaat bagi dunia medis, salah satunya adalah sebagai pengontrol kadar gula. Selain itu, melansir dari situs Halodoc, buah ini juga memiliki manfaat menurunkan resiko kanker. Buah yang terkenal memiliki lapisan kulit yang keras ini juga memiliki beragam manfaat lainnya. Berikut merupakan 3 manfaat buah berenuk selain sebagai obat.
1. Sebagai Campuran Obat Anti Hama
Buah ini ternyata juga bisa digunakan sebagai campuran obat anti hama. Melansir dari situs pertanian.go.id, buah berenuk sudah sejak lama digunakan sebagai campuran obat anti hama seperti rayap ataupun kutu pada tanaman. Cara memanfaatkan buah ini adalah dengan mengambil buahnya yang berwarna putih kemudian dicampurnkan dengan air dan sabun colek atau cairan perekat lainnya.
Kemudian, campuran bahan-bahan tersebut ditutup dengan plastik atau penutup lainnya dan didiamkan selama kurang lebih 12-24 jam sebelum siap digunakan. Buah berenuk memiliki kandungan zat tannin, alkaloid, dan saponin yang dipercaya mampu menanggulangi serangan hama pada tanaman
2. Menurunkan Efek Dari Bisa Ular
Salah satu manfaat yang mungkin kurang diketahui dari buah berenuk adalah buah ini dapat berfungsi sebagai obat racun ular. Melansir dari artikel dalam International Journal of Phytomedicine, ekstrak buah berenuk dapat dimanfaatkan sebagai obat penurun efek dari bisa ular.
Uji coba tersebut dilakukan terhadap racun spesier ular Vipera Russelli dan mampu meningkatkan angka harapan hidup korban gigitan ular tersebut hingga 100%. Meskipun demikian, penelitian ini masih memerlukan studi lebih lanjut lagi guna mengetahui efek dari ekstrak buah berenuk tersebut.
3. Digunakan Sebagai Bahan Kerajinan dan Perkakas
Salah satu manfaat yang sering diketahui dari buah ini adalah dapat digunakan sebagai bahan kerajinan atau perkakas rumah tangga. Buah yang sejatinya berasal dari kawasan Amerika Latin tersebut memang sudah sejak lama digunakan sebagai alat-alat keperluan sehari-hari seperti mangkok, sendok maupun tempat penyimpanan air. Kulit dari buah ini umumnya akan dikeringkan terlebih dahulu sebelum diolah menjadi beragam peralatan rumah tangga. Bahkan, di Indonesia kerajinan dari kulit buah berenuk juga kerap kali diperjual-belikan di beberapa daerah.
Nah, itulah beberapa manfaat dari buah berenuk selain sebagai obat. Dalam dunia medis buah ini memang memiliki beragam kandungan zat yang mampu menetralisir racun ataupun mengurangi efek-efek tertentu. Tidak heran buah ini memang lebih populer digunakan sebagai obat dan bahan kerajinan tangan.
Baca Juga
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadi Asisten John Herdman, Bagaimana Status Nova Arianto di Timnas U-20?
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Health
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
-
Campak Bukan Teman Kencan, Jangan Diajak Jalan-Jalan ke Tempat Umum!
-
Kulit Gampang Merah, Jerawat Makin Parah? Polusi dan Gaya Hidup Jadi Pemicu
Terkini
-
Novel Resepsi: Bukan Sekadar Pesta, Tapi Cara Melepaskan Diri Masa Lalu
-
Perbedaan iPhone 17e vs iPhone 16e: Apa Saja Peningkatannya?
-
Menambal Luka Masa Kecil di Novel Biantama Karya Carissa Alda
-
Dari Orde Baru ke Reformasi: Kontroversi Barnas dalam Catatan Habibie
-
Diskusi Geopolitik, UPN Veteran Jakarta Gelar Program Adjunct Professor Bersama Akademisi Malaysia