Otak merupakan organ yang penting untuk tubuh. Dengan adanya otak yang sehat, maka sistem kendali dalam tubuh bisa dijalankan dengan baik. Namun, jika otak menjadi tidak sehat atau rusak, maka bisa tidak bekerja secara optimal.
Nyatanya, ada beberapa penyebab yang bisa memicu rusaknya otak. Jika kamu mengira pemicu otak rusak hanya terjadi karena penyakit, maka kamu salah. Padahal tak hanya penyakit yang bisa memicu rusaknya otak. Ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar dilakukan maka membuat kinerja otak rusak. Melansir dari klikdokter, inilah beberapa kebiasaan yang tanpa sadar bisa memicu rusaknya otak kamu.
1. Tidak sarapan
Tidak sarapan ternyata bisa memicu otak rusak. Sarapan bukan hanya aktivitas pengisi energi sehingga tak mudah untuk lapar, tetapi juga mengurangi risiko pendarahan pada otak, lho.
Hal ini berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di Jepang, bahwa lebih dari 80.000 orang selama periode 15 tahun mengungkapkan jika partisipan yang teratur melewatkan sarapan maka berisiko terkena stroke serta tekanan darah tinggi. Sehingga bisa disimpulkan jika tekanan darah turun jika melakukan sarapan.
2. Kurang tidur
Kurang tidur tak hanya bisa membuat tubuh menjadi lemas, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan otak. Jika kamu tidur cukup, maka sel otak akan menjadi optimal dalam memindahkan informasi. Selain itu kebiasaan dengan tidur yang cukup bisa meningkatkan daya ingat, mengurangi Alzheimer serta membuat otak menjadi kreatif.
3. Banyak mengonsumsi manis
Jika kamu kerap mengonsumsi makanan serta minuman yang manis, mulai sekarang kurangi asupan tersebut. Pasalnya asupan yang manis bisa mengacaukan penyerapan nutrisi makanan yang dikonsumsi sehingga bisa menyebabkan kekurangan gizi.
Otak membutuhkan nutrisi yang baik agar dapat bekerja secara optimal. Sehingga terdapat hubungan yang erat terkait antara asupan gula yang dikonsumsi terhadap fungsi kognitif.
4. Jarang ngobrol
Mengobrol bisa mengubah pikiran atau perasaan menjadi bahasa. Secara bersamaan otak akan memahami pikiran serta perasaan orang lain yang diajak bicara. Sehingga otak bisa responsif dan lebih kuat dengan rangsangan.
Dengan demikian, orang yang jarang mengobrol atau berinteraksi sosial, maka bisa merasa kesepian hingga berujung pada depresi yang menyebabkan kinerja otak terganggu.
5. Multitasking
Multitasking tak selamanya baik, lho. Hal ini berdasarkan pada penelitian University of London yang mengungkapkan jika orang yang menunjukkan bahwa ia multitasking, IQ mereka bisa turun sebanyak 15 persen. Sementara penelitian lain mengungkapkan jika orang yang multitasking berisiko tinggi mengalami kerusakan otak.
Demikianlah beberapa kebiasaan yang bisa memicu otak rusak. Meski terdengar sepele ada baiknya hindari atau mulai kurangi kebiasaan di atas sehingga otak bisa bekerja secara optimal.
Baca Juga
-
Meski Gratis, Ini 4 Alasan Kamu Perlu Berhati-hati saat Pakai Wi-Fi Publik
-
5 Tips Menyimpan Makanan Basah Kucing agar Tahan Lama, Jaga Tetap Fresh!
-
4 Tips Menyiasati Sepatu yang Kekecilan agar Nyaman Dipakai, Auto Longgar!
-
Peringati Hari Polio Sedunia, Berikut 5 Cara Cegah Penyakit yang Satu Ini
-
6 Cara Tepat Merawat Kucing Pasca-Sterilisasi, Utamakan Kenyamanan Anabul!
Artikel Terkait
Health
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti
-
Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
Terkini
-
Taeyong dan Haechan NCT Sumbang Lagu Duet di OST Drama Mad Concrete Dreams
-
Menghindari 'Lautan Manusia': Strategi Liburan Lebaran Tanpa Emosi
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila
-
Review Film Dhurandhar: The Revenge, Sebuah Penutup Dwilogi yang Intens
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia