Kanker payudara merupakan salah satu penyakit ganas yang sebagian besar menyerang wanita, meskipun laki-laki juga dapat mengalami penyakit ini. Gejala umum dari kanker payudara pada awalnya adalah tidak bergejala atau tidak ada rasa sakit apapun, tetapi tiba-tiba ada benjolan di sekitar payudara.
Karena tidak ada rasa sakit ini, penting bagi para wanita untuk mengetahui kesehatan payudara masing-masing. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/414/2018 tentang Pedoman Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Payudara, ada dua tindakan untuk skrining kanker payudara.
Skrining kanker payudara bertujuan untuk mendeteksi kelainan atau abnormalitas yang mungkin mengarah pada kanker payudara sehingga hasil pengobatan menjadi efektif. Hal ini akan membantu menurunkan mortalitas serta memperbaiki kualitas hidup.
Berikut ini adalah tindakan untuk skrining kanker payudara yang dikenal dengan singkatan SADARI.
Periksa Payudara Sendiri (SADARI)
SADARI dapat dilakukan oleh masing-masing wanita, mulai dari usia 20 tahun. Tindakan ini dapat dilakukan setiap bulannya, sekitar 7-10 hari setelah hari pertama haid terakhir. Berikut adalah langkah-langkah melakukan SADARI.
Dimpling atau pembengkakan kulit
Posisi dan bentuk puting susu, apakah masuk ke dalam atau membengkak
Kulit kemerahan, keriput atau borok dan bengkak
- Mulai dengan memandang kedua payudara di depan cermin dengan posisi lengan menjuntai ke bawah. Letakkan tangan dipinggang seperti berkacak pinggang, lihat dan bandingkan kedua payudara dari segi bentuk, ukuran, serta warna kulitnya. Perhatikan beberapa kemungkinan berikut: dimpling atau pembengkakan kulit; posisi dan bentuk puting susu, apakah masuk ke dalam atau membengkak; kulit kemerahan, keriput atau borok dan bengkak.
- Tetap di depan cermin, angkat kedua tangan dan lihat kelainan seperti langkah sebelumnya.
- Ketika masih di depan cermin, lihat dan perhatikan tanda-tanda adanya pengeluaran cairan dari putting susu
- Posisi berbaring. Raba kedua payudara, payudara kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya, gunakan bagian dalam atau telapak dari jari ke 2-4, raba seluruh payudara dengan cara melingkar dari luar ke dalam atau dapat juga vertikal dari atas ke bawah.
- Raba payudara dalam keadaan basah dan licin karena sabun kamar mandi, raba dalam posisi berdiri dan lakukan seperti langkah nomor 4.
Upaya promotif SADARI ini dapat diajarkan oleh para petugas yang telah terlatih, di mulai dari Tingkat Pelayanan Kesehatan Primer.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini
-
3 Buku Favorit El Putra, Ada Karya Ziggy Z. Hingga Mitch Albom
Artikel Terkait
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween