Makanan fermentasi telah lama menjadi bagian penting dari pola makan di berbagai budaya. Proses fermentasi yang melibatkan bakteri, ragi, atau jamur bukan hanya menghasilkan rasa yang khas, tetapi juga bisa menambah nilai gizi dan daya simpan makanan.
Kini, penelitian modern menunjukkan bahwa konsumsi rutin makanan fermentasi bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan, imunitas, dan metabolisme tubuh. Berikut adalah delapan jenis makanan fermentasi yang layak untuk masuk ke dalam daftar makan sehatmu.
1. Sauerkraut: Asinan Kubis ala Jerman
Terbuat dari kubis yang difermentasi dengan garam, sauerkraut kaya akan serat, vitamin C, dan vitamin K. Kandungan seratnya bisa membantu kerja usus, sementara bakteri baik hasil fermentasi dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus (microbiome).
2. Kimchi: Pedas, Asam, dan Penuh Manfaat
Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari kubis, lobak, cabai, dan bawang putih. Selain menjadi sumber probiotik alami, kimchi juga kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang bisa membantu menurunkan kolesterol serta menjaga tekanan darah.
3. Tempe: 'Superfood' Kebanggaan Indonesia
Produk asli tanah air ini dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe adalah sumber protein nabati yang sangat tinggi, mengandung zat besi, kalsium, serta vitamin B kompleks. Proses fermentasi membuat gizi di dalam kedelai jadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.
4. Yogurt: Si Klasik yang Gak Pernah Salah
Yogurt adalah hasil fermentasi susu dengan bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium. Produk ini dikenal bisa membantu meningkatkan keseimbangan flora usus, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan tulang berkat kandungan kalsiumnya.
5. Kefir: 'Yogurt' Versi Lebih Cair dan Lebih 'Sakti'
Mirip dengan yogurt tapi lebih cair, kefir dibuat dari fermentasi susu menggunakan butiran kefir yang berisi campuran bakteri dan ragi. Kefir memiliki variasi probiotik yang lebih banyak dibandingkan dengan yogurt, sehingga sangat baik untuk pencernaan dan metabolisme.
6. Kombucha: Teh Fermentasi yang Lagi Naik Daun
Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi dengan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Mengandung asam organik dan antioksidan, kombucha dapat mendukung fungsi hati, menurunkan peradangan, dan membantu proses detoksifikasi alami di dalam tubuh.
7. Miso: Bumbu Rahasia Masakan Jepang
Miso adalah pasta hasil fermentasi kedelai, garam, dan biji-bijian. Selain menjadi sumber protein dan mineral, miso juga mengandung enzim yang bisa membantu proses pencernaan. Penggunaan miso dalam sup atau bumbu masakan bisa menambah rasa gurih alami sekaligus memberikan tambahan nutrisi penting.
8. Cuka Apel: 'Tonik' Serbaguna buat Metabolisme
Cuka apel mentah mengandung koloni bakteri alami yang disebut mother. Senyawa asam asetat di dalamnya dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Kamu bisa menggunakannya sebagai campuran saus salad atau minuman ringan untuk mendukung metabolisme tubuh.
(Flovian Aiko)
Baca Juga
-
Tecno Camon 50 Series Siap Meluncur ke Indonesia, Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony LYTIA 700C
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Mengenal Climate Fatigue: Mengapa Kita Lelah Baca Berita Buruk Soal Lingkungan?
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
Artikel Terkait
-
Seberapa Kuat Daya Tahan Tubuh Manusia? Ini Kata Studi Terbaru
-
Stop Diet Ekstrem! 3 Langkah Sederhana Perbaiki Pencernaan, Badan Jadi Lebih Sehat
-
Kanker Usus! Dokter Ungkap Biang Keladinya Sering Kita Konsumsi
-
3 Manfaat Kacang Merah, Benarkah Atasi Sembelit?
-
Bukan Sekadar Saluran Cerna, Ini Mengapa Usus Disebut Otak Kedua: Punya Peran Penting untuk Tubuh!
Health
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
-
Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan
-
Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan
-
Waspada Gagal Ginjal Akut Akibat Luka Bakar: Kenali Gejala dan Penyebabnya
Terkini
-
Tecno Camon 50 Series Siap Meluncur ke Indonesia, Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony LYTIA 700C
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Mengenal Climate Fatigue: Mengapa Kita Lelah Baca Berita Buruk Soal Lingkungan?
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang