Sahur sering kali disepelekan. Banyak orang bangun dalam kondisi setengah sadar, lalu langsung mengambil apa saja yang ada di meja. Kadang hanya nasi dan gorengan, kadang mi instan, bahkan terkadang hanya minum teh manis. Yang penting kenyang. Soal kuat atau tidaknya bertahan sampai magrib, itu urusan nanti.
Padahal, sahur adalah fondasi untuk berpuasa seharian. Jika sejak awal sudah salah memilih makanan, jangan heran jika pukul 10.00 pagi sudah mulai lemas, mengantuk, dan sulit fokus.
Nah, daripada sahur sembarangan, mengapa tidak memilih menu yang simpel tetapi bergizi seperti telur dadar sayur? Menu ini mungkin terdengar biasa saja. Namun, justru di situlah keunggulannya: sederhana, murah, mudah dibuat, tetapi manfaatnya luar biasa.
Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi. Dalam satu butir telur, terdapat sekitar 6-7 gram protein. Protein ini membantu tubuh merasa kenyang lebih lama karena dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana. Artinya, energi dilepaskan secara bertahap, bukan langsung naik lalu turun drastis.
Sementara itu, tambahan sayuran seperti bayam, wortel, daun bawang, kol, atau paprika memberikan asupan serat. Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil. Kombinasi protein dan serat inilah yang membuat tubuh lebih tahan menghadapi puasa.
Jadi, bukan sekadar kenyang, melainkan kenyang yang "bertahan". Protein dalam telur membantu menekan rasa lapar lebih lama. Ditambah serat dari sayur, perut terasa lebih penuh dan stabil. Hal ini sangat penting agar Anda tidak mudah tergoda camilan sebelum waktu berbuka.
Jika sahur kebanyakan makanan manis atau karbohidrat sederhana, energi memang cepat naik, tetapi turunnya juga cepat. Akhirnya, badan terasa menurun sebelum tengah hari. Telur dadar sayur membantu pelepasan energi secara perlahan. Jadi, tubuh tetap terasa bertenaga, tidak mudah lemas, dan tetap fokus saat bekerja atau kuliah. Serat dari sayuran juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar. Saat puasa, pola makan berubah dan terkadang membuat perut tidak nyaman. Dengan asupan serat yang cukup, risiko sembelit bisa berkurang.
Saat puasa, tubuh tetap membutuhkan protein untuk menjaga jaringan dan massa otot. Jika asupan protein kurang, tubuh bisa terasa lebih lemas. Telur membantu memenuhi kebutuhan itu tanpa harus makan berlebihan. Tidak semua menu sehat itu mahal atau rumit. Telur dadar sayur bisa dibuat dalam waktu kurang dari 10 menit. Bahannya pun mudah ditemukan di dapur. Bagi yang sering kesiangan saat sahur, menu ini jelas menjadi penyelamat. Sahur hanya dengan mi instan atau gorengan memang praktis.
Namun, makanan seperti itu cenderung rendah serat dan bisa tinggi lemak atau garam. Akibatnya, tubuh cepat merasa haus dan lapar. Bukan berarti tidak boleh sama sekali. Hanya saja, jika bisa memilih yang lebih seimbang, mengapa tidak? Telur dadar sayur adalah contoh menu sederhana dengan komposisi yang lebih masuk akal untuk kebutuhan puasa. Menu ini fleksibel. Anak indekos bisa membuatnya, ibu rumah tangga bisa mengkreasikannya. Bahkan bagi yang sedang diet pun masih aman karena tinggi protein dan bisa dibuat dengan sedikit minyak.
Jika ingin menambah asupan protein, Anda juga bisa menambahkan sedikit keju atau potongan ayam kecil ke dalam adonan. Namun, tanpa tambahan pun sebenarnya sudah cukup baik untuk sahur. Puasa bukan sekadar soal menahan lapar dan haus, tetapi juga soal bagaimana kita mengatur energi. Sahur adalah strategi awal. Daripada bangun setengah sadar lalu makan apa saja yang ada, lebih baik pilih menu yang memberikan manfaat nyata untuk tubuh. Telur dadar sayur mungkin terdengar sederhana, tetapi kandungan protein dan seratnya menjadikannya pilihan cerdas.
Dengan menu yang tepat, puasa terasa lebih ringan, aktivitas tetap lancar, dan tubuh tidak cepat kehabisan tenaga. Jadi, Sobat Yoursay, besok sahur masih mau sembarangan atau mulai beralih ke telur dadar sayur?
Baca Juga
-
Relatable Tapi Bikin Sesak: Film Senin Harga Naik Cocok untuk Kamu yang Pusing dengan Tekanan
-
Dari Penjara ke Dunia Mafia, The Raid 2 Tampilkan Aksi Brutal
-
Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu: Komedi Absurd atau Kekacauan yang Konsisten? Sebuah Ulasan Jujur
-
Terjebak di Lift, Film Thriller Indonesia Ini Sajikan Teror Mencekam
-
Ketukan Tiga Kali dari Balik Dinding
Artikel Terkait
-
7 Menu Sahur Sehat Agar tidak Lemas dengan Bahan Sederhana dan Cepat Dibuat
-
Masih Makan dan Minum Saat Imsak, Puasa Jadi Batal atau Tidak?
-
Tidak Sahur Apakah Boleh Puasa? Ini Hukumnya
-
Sahur on the Road Diawasi Ketat, Polda Metro Jaya Gelar Patroli Gabungan Setiap Hari
-
Sering Jadi Andalan, 4 Menu Sahur Ini Ternyata Bikin Perut Cepat Lapar
Health
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Salicylic Acid Rp30 Ribuan, Basmi Komedo tanpa Iritasi
-
Tampil Kasual dan Stylish, Ini 5 Ide Daily Outfit ala Lee Sang Yi!
-
Rahasia 'Kalau Saja Kalian Tahu': Harga Mahal Menjadi Kelompok Orang Dalam
-
Novel Kandidat Terlarang, Ambisi Kursi OSIS yang Berujung Misteri Berdarah
-
Film Solata Go International, Bupati Toraja Utara Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Promosikan Daerah