Laga Juventus kontra Fiorentina ini merupakan leg pertama semi final Coppa Italia atau yang lebih populer lagi adalah akrab didengar Piala Italia. Binconeri sukses memenangkan laga vs Fiorentina yang digelar di Stadion Artemio Franchi pada Kamis 3 Maret 2022) dini hari WIB dengan skor tipis, 1:0.
Kemenangan itu adalah tidak luput dari pemain Fiorentina, Lorenzo Vinuti yang pada menit ke-90(+1) ia melakukan gol bunuh diri. Itulah mengapa Juventus berhasil keluar sebagai pemenang di laga ini. Tak salah jika kemenangan disebut sebagai kemenangn yang beruntung bagi Juventus.
Di babak pertama, Juventus bermain lebih bertahan. Sebab ia kalah passing dan kalah penguasaan bola. Ia kerap kali menerima ancaman demi ancaman dari anak-anak Fiorentina. Di tengah derasnya Juventus kena serang, sang kiper Juventus, Mattia Perin pada babak pertama hampir melakukan blunder fatal. Blunder itu tak lepas dari umpannya yang mampu disambar oleh pemain Fiorentina, Giacomo Bonaventura.
Beruntung bagi Juventus sebab Giacomo Bonaventura tak mampu memaksimalkan peluang itu. Tembakannya masih melenceng dari gawang Juventus. Babak pertama Morata dan kolega tak mampu ciptakan gol. Skor harus berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, anak asuh Massimiliano Allegri, Juventus masih belum mampu keluar dari zona tekanan. Ia masih terus dibombardir oleh Fiorentina. Juventus masih beku dan vakum dari permainan terbaiknya, permainan yang diinginkan oleh dang suku pelatih Allegri tak berjalan.
Entah ada apa dengan Juventus dalam laga ini tak mampu bermain signifikan. Kalau bukan karena gol bunuh diri dari Lorenzo Vinuti, yang gagal menghalau bola dengan sempurna dan masuk ke gawangnya sendiri, mungkin Juve atau Bianconeri akan mengemil pil pahit sebab tak akan mampu membawa poin dan kemenangan penting di laga yang berfisat urgensi ini.
Padahal, di atas kertas, di kubu Juventus yang bombernya adalah Alfaro Morta, benteng pertahannya adalah De Ligt, dan gelandangnya adalah Artur, di atas kertas Juve atau Bianconeri ini jauh lebih diunggulkan untuk menggilas pasukan, Vincenzo Italiano. Untuk membungkam dengan sempurna Castrovilli dan kawan-kawannya. Tapi itulah dan begitulah sepak bola. Semua nihil ditebak dengan akal manusia.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Hobi
-
Divonis Tak Bisa Jalan, Kisah Ismael Saibari Menginspirasi Dunia Sepak Bola
-
Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?
-
Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
-
Uruguay Gagal di Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Tinggalkan La Celeste
Terkini
-
5 Drama Korea Paling Populer Bulan Juni 2026, Ada Agent Kim Reactivated!
-
Dari Chromebook ke Proyek Strategis: Bisakah Hukum Berlaku Konsisten?
-
Disindir 'Takut Ya?', Hakim Kasus Nadiem Ngibrit Usai Ketuk Vonis 10 Tahun
-
Review Avatar: The Last Airbender Season 2: Berani Beda, tapi Apakah Lebih Baik dari Animasinya?
-
Peristiwa Kemerdekaan di Aceh: Menyibak Sejarah Kemerdekaan di Ujung RI