Penggunaan kulit buah sebagai pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanaman dan mengurangi sampah dapur.
Potasium yang terkandung dalam kulit buah merupakan sumber nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Potasium berperan penting bagi proses fotosintesis, penyerapan air dan nutrisi, memperkuat sistem imun, serta berpengaruh terhadap produksi buah dan bunga pada tanaman.
Berikut 4 cara memanfaatkan kulit buah sebagai pupuk organik yang kaya manfaat.
1. Disebarkan di Atas Tanah
Cara paling mudah untuk memanfaatkan kulit buah sebagai pupuk alami adalah dengan meletakkan dan menyebarkannya di atas tanah. Bahan organik akan lebih cepat terurai jika terkena udara. Kehadiran mikroorganisme di tanah akan membantu proses penguraian kulit buah yang mengandung potasium hingga zat tersebut dapat terdorong masuk ke tanah.
Cara lain untuk mempercepat proses penguraian, kamu dapat memotong kulit buah menjadi bentuk yang lebih kecil. Kamu juga dapat menggunakan blender untuk memperhalus tekstur dari kulit buah dengan menambahkan sedikit air. Lalu, pupuk basah siap dituangkan ke atas tanah.
Namun, cara ini memungkinkan siput tertarik untuk mengunjungi pot tanamanmu. Siput sangat menyukai pupuk tersebut, mereka juga sangat menyukai daun muda dan batang tanaman. Jika menggunakan cara ini, pastikan tidak ada siput di sekitar tanamanmu ya.
2. Dipendam di Tanah
Kamu dapat memulai metode ini dengan cara menggali lubang yang sedikit dalam dan mengisinya dengan sampah kulit buah, lalu ditutupi kembali dengan tanah. Kulit buah membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk dapat terurai.
Kekurangan dari cara ini adalah jika kamu tidak berhati-hati saat menggali maka dapat menyebabkan akar tanaman rusak. Jika lubang yang kamu buat tidak terlalu dalam, bau busuk kulit buah akan tercium dan mengundang hama atau hewan pengerat untuk datang.
3. Menggunakan Rendaman Air dan Kulit Buah
Salah satu pakar ahli tanaman mengatakan bahwa metode ini memiliki banyak manfaat. Inti dari metode ini adalah membiarkan air menyerap kadar nitrogen, fosfor, potasium, dan semua nutrisi yang ada pada kulit buah saat direndam.
Kamu hanya perlu mengumpulkan seluruh kulit buah ke dalam wadah tertutup. Jangan lupa untuk mencuci kulit buah dan memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil. Tuangkan air ke dalam wadah hingga kulit buah terendam dan biarkan selama 24 jam. Kemudian, saring cairan tersebut untuk memisahkan kulitnya. Selanjutnya cairan pupuk dari kulit buah siap digunakan untuk menyiram kebun atau pot tanamanmu.
Jenis pupuk cair ini dapat kamu gunakan untuk berbagai jenis sayuran, buah, hingga bunga. Selain disiram, cairan ini juga bisa disemprotkan langsung ke daun tanaman.
Kulit buah yang disaring dapat kembali dimanfaatkan dengan meletakkannya di tempat kompos atau hanya sekadar dipotong dan disebarkan di atas tanah saja.
4. Membuat Kompos
Metode ini memerlukan beberapa peralatan dan langkah-langkah yang lebih kompleks. Singkatnya metode ini akan mengubah campuran bahan organik menjadi kompos. Untuk membuat kompos, kamu dapat menggunakan wadah tertutup mauput pot yang tidak terpakai.
Campurkan kulit buah dengan bahan organik lainnya seperti daun kering, sampah sayuran, dan serbuk kayu. Jika sudah penuh, lalu tutup dengan tanah. Untuk mempercepat proses pengomposan, kamu dapat menambahkan cairan aktivator seperti EM4. Kompos dapat dipanen setelah 2-3 bulan, lalu kamu hanya perlu menambahkannya ke tanah atau pot tanaman.
Baca Juga
-
5 Fakta Menarik Nam Ji Hyun, Aktris Berbakat Pemeran K-Drama Good Partner
-
3 Karakter Cowok Green Flag di Drama Korea Welcome To Samdalri, Bikin Meleleh!
-
3 Drakor Baru yang Angkat Tema soal Lika-liku Perceraian, Penuh Pesan Moral
-
4 Pesona Shin Eun Soo di 'Twinkling Watermelon', Bicara Pakai Bahasa Isyarat!
-
4 Film Beragam Genre Dibintangi Dwi Sasono di 2023, Terbaru 'Budi Pekerti'
Artikel Terkait
-
PKT Buka Posko Mudik BUMN di Bandara Sepinggan
-
Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda
-
Soal Manipulasi Laporan Keuangan, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Tidak Benar
-
Strategi Hilirisasi Petrokimia Gresik Mampu Dongkrak Kinerja Perusahaan
-
Pupuk Organik Dinilai Bisa Tingkatkan Produktivitas Pagi Hingga Lestarikan Lingkungan
Hobi
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
Terkini
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari