Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana siap debut bersama Rahmat Hidayat pada MANSION SPORT Malang Indonesia International Challenge 2022 dan KB FINANCIAL GROUP Indonesia Masters Super 100.
Hal tersebut akan menjadi debut Pramudya Kusumawardana usia vakum selama beberapa bulan terakhir, mengingat pasangan aslinya yaitu Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan tengah berada dalam masa pemulihan. Pramudya/Rahmat dijadwalkan bertanding pada 11-16 Oktober 2022 dan 18-23 Oktober 2022 di Malang, Indonesia.
Dilansir dari players ranking yang dirilis oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di aplikasi Badminton4u, saat ini Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menempati peringkat 13 dunia.
Yeremia mengalami cedera serius saat bertanding di ajang kejuaraan Indonesia Open 2022 pada bulan Juni lalu. Akibat cedera yang dialami, Yeremia tak sanggup melanjutkan pertandingan melawan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan harus menggunakan bantuan kursi roda saat keluar arena pertandingan.
Berdasarkan pemeriksaan, Yeremia mengalami cedera lutut yang mengharuskannya berada dalam masa pemulihan selama paling lama 6 bulan.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah strategis untuk tidak membiarkan pasangan Yeremia yaitu Pramudya vakum dari pertandingan internasional, disaat Yeremia masih fokus pada pemulihannya.
Rahmat Hidayat pun dipilih menjadi rekan main untuk Pramudya Kusumawardana pada dua turnamen yang diselenggarakan di Malang, Indonesia.
MANSION SPORT Malang Indonesia International Challenge sendiri akan diselenggarakan pada 11-16 Oktober 2022 di GOR Platinum Arena Malang, Malang, Indonesia.
Sementara itu, KB FINANCIAL GROUP Indonesia Masters Super 100 diselenggarakan pada 18-23 Oktober 2022 dengan tempat penyelenggaran diumumkan sesegera mungkin.
Kembali terjun ke pertandingan internasional, Pramudya Kusumawardana diharapkan tidak kehilangan peak-performancenya sembari menunggu pasangan aslinya pulih dan bertanding kembali bersamanya.
Yeremia sendiri saat ini masih terus fokus menyempurnakan pemulihan cederanya, ia ingin segera siap untuk bertanding tahun depan.
Dalam wawancara bersama Praveen Jordan pada Sabtu (3/9/2022) lalu, Yeremia berniat menjadikan tahun depan sebagai waktunya mengejar poin bersama Pramudya Kusumawardana dan mampu debut di Olimpiade Paris 2024.
Para penggemar bulutangkis Indonesia terutama penggemar Pramudya-Yeremia (PraYer) berharap bahwa atlet kebanggaan mereka dapat segera pulih dan tampil bersama lagi.
Bagi kalian yang merindukan penampilan Pramudya Kusumawardana, jangan lupa untuk menyaksikan Indonesia International Challenge 2022 dan Indonesia Masters 2022 bulan depan ya!
Tag
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Top 5 Sport: Marc Marquez Kembali Membalap di MotoGP Aragon 2022
-
Cari Bibit Baru Atlet Bulutangkis Perempuan, Brand Kecantikan Lokal Gandeng Juara Dunia
-
Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulu Tangkis Internasional
-
450 Pebulu Tangkis Muda Ramaikan Magelang Open 2022
-
Indonesia Kirim 16 Pemain Untuk Denmark Open 2022
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang