Struktur turnamen BWF terbagi dalam dua grade, satu dan dua. Dalam grade satu, ada Olimpiade yang digelar setiap empat tahun sekali dan turnamen mayor rutin tahunan. Sedangkan kategori grade dua merupakan kumpulan sederet turnamen dari berbagai level Super Series.
Bisa dibilang gelar yang diraih dari turnamen grade satu sangat prestisius, terlebih dalam even mayor tahunan seperti BWF World Championship, BWF World Junior Championship, Suhadinata Cup, dan Thomas Uber Cup. Sayangnya, dalam gelaran tahun 2022, Indonesia belum berhasil mencatatkan gelar juara.
Indonesia hanya mampu tempati posisi runner up sebagai pencapaian terbaiknya. Berikut catatan pencapaian Indonesia dalam turnamen mayor sepanjang tahun 2022.
1. BWF World Championship
BWF World Championship merupakan turnamen paling prestisius di dunia tepok bulu dimana pemenangnya akan menyandang gelar juara dunia. Setelah even di Huelva, Spanyol pada 2021 lalu, tahun ini Kejuaraan Dunia diselenggarakan di Tokyo Jepang pada Agustus 2022.
Sayangnya, dalam even mayor ini Indonesia kembali gagal mencatatkan gelar. Pencapaian terbaik hanya medali perak di nomor ganda putra lewat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan medali perunggu lewat Fajar Alfian/M. Rian Ardianto. Praktis Indonesia hanya mengoleksi total dua medali di World Championship 2022.
BACA JUGA: Klarifikasi Eks Manajer Rizky Billar Soal Rumor Kepindahannya dengan Lesti Kejora ke Bali
2. BWF World Junior Championship
World Junior Championship merupakan kejuaraan dunia perorangan yang diikuti oleh atlet bulu tangkis junior sedunia dibawah usia 19 tahun. Sebenarnya cukup banyak atlet junior Indonesia yang pernah sabet gelar di World Junior Championship.
Sebut saja Gregoria Mariska Tunjung dan Rinov Rivaldy/Pitha Mentari pada tahun 2017. Selain mereka, ada juga gelar dari Leo Rolly Carnando pada tahun 2018 bersama Indah Cahya Sari Jamil di nomor ganda campuran dan di tahun 2019 bersama Daniel Marthin di nomor ganda putra.
Sayangnya, gelaran tahun 2022 pada akhir Oktober lalu di Santander, Spanyol pasca vacuum dua tahun, Indonesia justru gagal meraih gelar satu pun. Hanya medali perak lewat ganda putra Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo dan ganda putri Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose serta medali perunggu tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo sebagai pencapaian terbaik Indonesia tahun ini.
3. Suhadinata Cup
Suhadinata Cup adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu campuran junior yang diadakan setiap tahun. Dengan kata lain, Suhadinata Cup merupakan World Junior Championship versi beregu. Indonesia sendiri sering menjadi bagian dari euforia podium juara sebagai salah satu peraih medali.
Pada gelaran 2019 lalu, untuk pertama kalinya Indonesia berhasi keluar sebagai juara. Vacuum dua tahun berturut-turut akibat pandemi, Suhadinata Cup kembali digelar pada Oktober 2022 di Santander, Spanyol, sebelum even World Junior Championship.
Sayangnya, tim junior tanah air gagal pertahankan gelar dan harus menerima kekalahan dramatis atas Taipei dengan skor 2-3 di babak semifinal. Tim junior yang kembali ke tanah air pun harus puas hanya dengan raihan medali perunggu.
BACA JUGA: Geger Wanita Ini Syok Pergoki Suami Lakukan Hubungan Intim dengan Ibu Kandungnya
4. Thomas Cup
Sebagai juara bertahan Thomas Cup edisi 2020, sebenarnya perjalanan Indonesia cukup menjanjikan untuk kembali menjadi kampiun. Namun, jalan menuju partai final Thomas Cup 2022 memang cukup menyulitkan bagi wakil Indonesia. Keluar sebagai juara grup A, Indonesia harus menghadapi China di perempat final dan lalui laga sengit melawan Jepang di babak semifinal.
Sayangnya, asa Indonesia untuk meraih gelar dua kali berturut-turut harus dibungkam oleh India, yang notabene baru pertama kali masuk final sepanjang sejarah keikutsertaannya dengan kekalahan 3-0. Anthony Ginting gagal sumbang poin usai tumbang di hadapan Sen Lakshya lewat drama rubber game, 21-8, 17-21, dan 16-21.
Kekalahan berlanjut dalam laga kedua antara pasangan gado-gado Kevin Sanjaya/Mohammad Ahsan dan unggulan pertama India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Meski terjadi rubber game kembali, sayangnya Kevin/Ahsan harus takluk dengan skor dramatis 21-18, 21-23, 19-21. Jonatan Christie juga harus alami kekalahan staight game dalam laga kontra Srikanth Kidambi, 15-21 dan 21-23.
5. Uber Cup
Di sisi lain, tim Uber yang menurunkan atlet muda cukup mampu memberi kejutan di awal babak penyisihan grup. Kala itu, Nita Violina Marwah dan tim berhasil lolos sebagai runner up grup mendampingi Jepang. Bahkan laga saat melawan Jepang sukses membuat BL bangga pasca Bilqis Prasista berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi.
Namun, ternyata China sudah menanti tim Uber tanah air di babak perempat final. Sayangnya, atlet muda Indonesia belum mampu bicara banyak dan harus akui keunggulan lawannya dengan skor 3-0. Praktis langkah tim Uber Indonesia harus terhenti di babak perempat final.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Merdeka dari Ekspektasi Orang Lain: Perjalanan Temukan Versi Diri Sendiri
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
Artikel Terkait
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen
-
Prabowo Ungkap RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong