Pemain muda timnas Indonesia, Witan Sulaeman telah melabuhkan kelanjutan sepak bola profesionalnya bersama Persija Jakarta. Disadur dari laman suara.com (30/1/2023), Witan Sulaeman memutuskan untuk mengakhiri petualangannya di kompetisi Eropa, dan memilih Persija Jakarta yang menawarkannya kontrak selama 3,5 tahun.
Sebuah keputusan yang berani, mengingat dengan usia yang masih berada di angka 21 tahun dan kualitas yang dimilikinya, Witan bisa saja bertaruh untuk melanjutkan karir abroad-nya di liga luar negeri.
Kedatangan Witan Sulaeman sendiri merupakan sebuah berkah tersendiri bagi Macan Kemayoran. Pasalnya, pemain yang telah berbaju timnas Merah Putih semenjak kelompok umur ini mampu bermain di tiga posisi sekaligus, yakni sayap kanan, sayap kiri dan gelandang serang.
Memiliki status sebagai pemain timnas dan membela empat klub di benua Eropa tak lantas membuat Witan menobatkan diri sebagai pemain termahal di Macan Kemayoran. Dengan harga terkini yang berada di kisaran Rp 3,48 miliar, Witan masih kalah jauh dengan pemain termahal yang dimiliki oleh Persija Jakarta.
Disadur dari laman transfermarkt.com, anak asuh Thomas Doll tersebut memiliki pemain berharga puluhan miliar dalam diri Michael Krmencik. Pemain berkebangsaan Ceko berusia 29 tahun tersebut saat ini memiliki nilai pasar di angka Rp 26,07 miliar. Jika dibandingkan dengan harga yang dimiliki oleh Witan Sulaeman, maka harga pemain yang bisa mengini lini tengah pun lini depan timnya tersebut bisa mencapai tujuh kali lipat dari bintang muda timnas Indonesia.
BACA JUGA: Dikatai Pelacur, Nikita Mirzani Nggak Peduli: Gue Memang Begitu Buat Pacar
Pun demikian halnya jika membandingkan Witan dengan pemain termahal kedua di Persija Jakarta. Transfermarkt merilis pemain termahal kedua yang dimiliki oleh Macan Kemayoran adalah Hanno Behrens yang memiliki harga pasar Rp 9,56 miliar rupiah, atau hampir tiga kali lipat dari harga Witan Sulaeman saat ini.
Secara harga, Witan Sulaeman berada di posisi ketujuh daftar pemain termahal Persija Jakarta. Setelah Krmencik dan Behrens, pemain yang masuk dalam list daftar pemain termahal Persija adalah Odrej Kudela (6,95 miliar), Yusuf (5,21 miliar) dan mantan kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa (4,35 miliar).
Selanjutnya ada Riko Simanjuntak dan Osvaldo Haay yang memiliki nilai pasar Rp 3,91 miliar rupiah, baru disusul Witan Sulaeman, Hansamu Yama Pranata, Hanif Sjahbandi, Syahrian Abimanyu dan Firza Andhika yang sama-sama memiliki nilai pasar sebesar Rp 3,48 miliar rupiah.
Kira-kira, harga pasar Witan bisa naik atau tidak ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Debut Witan Sulaeman Bersama Persija Akan Terjadi di Kota Bekasi, Catat Tanggalnya!
-
Jadwal Lengkap Liga 1 Pekan ke-22
-
Ini Trio Bomber untuk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2023, Bisa Jadi Pilihan Tepat
-
Pelatih Shin Tae Yong Diuntungkan, PSSI Terapkan Tekhnologi Ini untuk Pemain Timnas Indonesia
-
Ngeri! Usai Coret 10 Pemain, Shin Tae yong Panggil 5 Nama Baru, 2 Blasteran dan Wonderkid PSIS Semarang
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!