Secara mengejutkan di akhir penutupan jendela transfer BRI Liga 1, dua pemain andalan timnas Indonesia yang berkarir di luar negeri yaitu Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri resmi akan bermain di Liga 1 Indonesia.
Berpindahnya Witan dan Egy banyak mengundang komentar dari berbagai pihak, banyak yang masih menginginkan Witan dan Egy untuk bermain di luar negeri, mengingat kualitas Liga Indonesia masih sangat jauh dibawah.
Minimal baik Egy maupun Witan masih bisa berkarir di Liga Jepang atau Korea, kalaupun tidak bisa masih ada opsi terakhir untuk bermain di Liga Thailand. Tetapi apapun itu alasannya harus kita hormati.
BACA JUGA: Berpulang di Usia 72 Tahun, Berikut 3 Fakta Menarik Perjalanan Karier Benny Dollo
Perlu diketahui bahwa kedua pemain ini mempunyai agen yang sama yaitu Dusan Bogdanovic, ialah yang pertama kali membawa Egy bermain di Eropa, dimulai dengan Lechia Gdansk di Polandia, hingga Fk Senica di Liga Slovakia.
Untuk Egy sendiri sebenarnya tidak terlalu cemerlang di luar negeri, mengingat ia jarang mendapatkan menit bermain, bahkan di klub terakhirnya yaitu Vion Zlate Moravce, Egy memilih memutus kontraknya karena jarang mendapat menit bermain.
BACA JUGA: Sukses Rekrut Enzo Fernandez, Inilah 10 Rekor Pembelian Pemain Termahal Chelsea
Sekarang, Egy menerima tawaran dari klub promosi yaitu Dewa United, dengan harapan Egy mampu meningkatkan performanya dan jika ada kesempatan untuk berkarir di luar negeri pasti akan diambil kembali.
Sedangkan untuk Witan sendiri memang agak sedikit mengejutkan, mengingat Witan sendiri sering mendapat menit bermain bersama klubnya yaitu AS Trencin, dan performanya tidak begitu buruk, bahkan ia sudah mengoleksi 4 gol dan 2 assist. Sekarang Witan resmi bekerja sama dengan klub ibu kota yaitu Persija Jakarta.
Dengan kembalinya beberapa pemain yang pernah berkarir di luar negeri memang ada dampak positif dan negatifnya.
BACA JUGA: Berlabel Timnas, Egy Maulana Vikri Bukanlah Pemain Termahal di Dewa United
Dampak positifnya adalah mereka bisa mendapat bermain yang sulit didapatkan ketika bermain di luar negeri, sedangkan dampak negatifnya kualitas permainan yang jauh berbeda antara liga Indonesia dengan luar negeri.
Tetapi apapun itu alasannya, kita sebagai penggemar sepakbola Indonesia hanya bisa mendukung, dan memberikan doa terbaik untuk para pemain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Preview Laga Uji Coba PSS Sleman vs Persib Bandung
-
Ngabuburit di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta, Asyik Banget!
-
Mengenal Robi Darwis, Aktor di Balik Kemenangan Persib Atas Dewa United
-
Rekor Fantastis Luis Milla, 14 Pertandingan Tak Terkalahkan Bersama Persib
-
Sejak Luis Milla Datang, Persib Bandung Tak Terkalahkan di 11 Pertandingan
Artikel Terkait
-
Witan dan Egy Kembali ke Indonesia, Netizen Beri Contoh Andik Vermansyah, Syamsir Alam dan Alfin Tuasalamony
-
Gabung Persija, Harga Witan Hanya Sepertujuh dari Pemain Termahal Macan Kemayoran Ini
-
Debut Witan Sulaeman Bersama Persija Akan Terjadi di Kota Bekasi, Catat Tanggalnya!
-
Liga Singapura akan Gunakan VAR di Musim 2023, Liga Indonesia Makin Tertinggal
-
Ini Trio Bomber untuk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2023, Bisa Jadi Pilihan Tepat
Hobi
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
-
MotoGP Catalunya 2026 Kacau! Jorge Martin Emosi, Aprilia Tegur Trackhouse
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
Terkini
-
Samsung dan Google Siapkan Kacamata AI, Canggih tapi Tetap Fashionable
-
Demam Padel: Akankah Bertahan Lama atau Bernasib Sama seperti Tren Olahraga Sebelumnya?
-
Menakar Ego Donald Trump: Tabuhan Genderang Perang Mengancam Dompet Kita
-
Kumpulan Cerpen Stephen King yang Bikin Merinding di Buku Just After Sunset
-
Dompet Menangis karena Geng Pertemanan? Budaya Konsumtif Kini Makin Ngeri