Belum hilang dari ingatan kita pandangan Saddil Ramdani terhadap para pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Hujatan netizen gegara performa melempemnya di Timnas, membuat Saddil Ramdani naik pitam. Bahkan dia menyebut para pemain naturalisasi di Timnas sebagai pendatang.
Mungkin tidak banyak orang menanggapi istilah pendatang yang ditempelkan pada para pemain naturalisasi. Keberadaan mereka di timnas dianggap sah-sah saja. Apalagi jika performa mereka benar-benar ciamik.
Akibat ucapan itu, Saddil Ramdani pun justru mendapat kecaman kiri-kanan. Muncul anggapan para pemain naturalisasi merebut ‘lahan’ para pemain lokal. Maksudnya adalah para pemain yang lahir dan besar di kompetisi dalam negeri.
Ucapan Saddil Ramdani mungkin saja bukan ucapan dia sendiri. Mungkin saja beberapa pemain lain pun merasakan hal itu, namun tidak terucap. Mereka lebih banyak diam.
Diakui atau tidak, program naturalisasi pada dasarnya sebuah jalan pintas. Upaya instan dalam rangka membentuk Timnas yang kuat. Salah satu pendorongnya adalah Shin Tae-yong. Sejak kedatangannya, program naturalisasi terhitung gencar.
Langkah Shin Tae-yong tidak dapat disalahkan. Beberapa event yang ada dipandang oleh sang coach tidak mungkin dilalui jika hanya mengandalkan para pemain lokal. Termasuk salah satu di antaranya saat Indonesia dipastikan terjun di Piala Dunia U-20 2023.
Dari sini tampak bahwa langkah naturalisasi menjadi jalan keluar terbaik. Mendapatkan pemain yang siap tempur, lebih mudah dibandingkan harus menyiapkan dari awal. Maka, langkah itulah yang ditempuh. Target mampu berbicara dalam even itu menjadi faktor utama.
Sejalan dengan program itu, maka tidak dapat dimungkiri terjadi persaingan yang tajam dalam tubuh Timnas. Keinginan untuk mampu menempati posisi, membuat para pemain baik lokal maupun naturalisasi harus berbuat lebih.
Para pemain ‘dipaksa’ untuk mampu memikat pelatih dengan performa terbaik mereka. Sebab dalam menentukan pemain, pelatih pasti melihat kemampuan sang pemain dan kebutuhan tim. seperti di kasus Saddil Ramdani, terbukti dia tidak mampu bersaing dengan pemain lain di posisi yang sama.
Jika memandang secara positif, kedatangan para pemain naturalisasi memberikan dampak luar biasa. Aroma persaingan tempat yang begitu ketat, mau tidak mau membuat pemain bersungguh-sungguh. Buktinya, pelatih masih mempercayakan beberapa posisi pada para pemain lokal.
Lihat saja Pratama Arhan, Asnawi, Rizki Ridho, Ernando, dan lain-lain masih berada di jajaran pemain yang diturunkan. Di sisi lain, manakala pemain naturalisasi tidak nyetel segera diganti oleh pelatih.
Lain halnya jika para pemain lokal hanya memandang mereka sebagai ancaman. Para pemain lokal tidak mau segera menaikkan level permainannya, maka jangan salahkan jika pelatih berpaling pada pemain naturalisasi.
Berkaca dari situasi ini, sudah seharusnya kehadiran para pemain naturalisasi justru jadi motivasi. Motivasi untuk unjuk kemampuan, bukan unjuk rasa. Yakinlah jika kebutuhan timnas sudah terpenuhi dari dalam, program naturalisasi akan berhenti dengan sendirinya.
Baca Juga
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
Artikel Terkait
-
Kembali Gacor di Liga Super Malaysia, Alasan Saddil Ramdani Tak Naik ke Level Eropa Dibocorkan Sosok Ini
-
Shin Tae Yong Ragu dengan Program Naturalisasi untuk Timnas Indonesia: Apakah Bisa Mengembangkan Sepakbola Indonesia?
-
Saddil Ramdani Bawah Sabah FC Menang, Ciptakan Gol Cantik, Curhat: Bahagia untuk saat Ini
-
Ciptakan Gol Indah di Malaysia, Winger Timnas Saddil Ramdani Curhat Lagi: Paling Bahagia untuk saat Ini
-
Reaksi Elkan Baggott Usai Terang-terangan Dicoret Pelatih Ipswich Town
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit
-
Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai
-
I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir
-
Park Ji Hyun Cetak Sejarah Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026
-
Musim Kedua Anime The Cat and the Dragon Diumumkan Tayang pada 2027