Media Vietnam, Soha.vn menanggapi terkait aksi kasar yang dilakukan oleh Nguyen Hong Phuc kepada Haykal Alhafiz di laga final Piala AFF U-23 2023. Mereka menyebut jika insiden tersebut merupakan sebuah trik bermain di lapangan.
Diketahui, dalam laga tersebut pemain Vietnam Vietnam Nguyen Hong Phuc memukul kepala Haykal Alhafiz. Namun, wasit hanya bergeming tidak memberikan ganjaran kepada pemain bernomor punggung 20 itu.
BACA JUGA: Menjelang FIFA Matchday dan Piala Asia U-23 2024, 12 Pemain Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia
Meskipun publik menilai dengan jelas Nguyen Hong Phuc memukul kepala Haykal Alhafiz. Media Vietnam, Soha.vn menyebut aksi pemain Timnas mereka hanya sekadar trik bermain semata.
"Publik Indonesia tak puas dengan trik bermain Nguyen Hong Phuc di final Piala AFF U-23 2023. Hong Phuc mempermainkan lawannya (Haykal Alhafiz) di final Piala AFF U-23 2023," tulis Soha.vn.
"Setelah masuk lapangan sebagai pemain pengganti, pemain bernomor punggung 20 tertangkap kamera dengan sengaja menyikut kepala bagian belakang Haykal. Bek Timnas U-23 Indonesia terbaring kesakitan setelah itu, tapi wasit tetap membiarkan permainan dilanjutkan," ulasan mereka.
BACA JUGA: Indonesia Gagal Juara Piala AFF Bikin Shin Tae Yong harus Out? Coach Justin: Gue Harus Luruskan
Adapun kondisi Haykal Alhafiz mengalami benjolan di kepala akibat insiden tersebut. Hal itu disampaikan oleh CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.
"Haykal sudah saya tanya katanya ada benjolan di kepala. Tapi tidak pusing," kata Yoyok Sukawi saat dihubungi Joglo.Suara.com pada Senin (28/8/2023).
Lebih lanjut, Yoyok mengungkapkan berencana membawa Haykal Alhafiz untuk menjalani MRI guna mengetahui pasti kondisi kepalanya.
"Sekarang masih diberi waktu libur dua hari. Nanti kalau anaknya balik Semarang saya bawa ke rumah sakit untuk MRI. Biar dicek sekalian," jelasnya.
Yoyok Sukawi secara pribadi mengaku murka dengan aksi kasar Nguyen Hong Phuc yang telah menodai sportivitas sepak bola. Menurutnya, pemain Vietnam ini sengaja membuat Haykal Alhafiz cedera.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
Artikel Terkait
-
PSSI Bongkar Situasi Sulit Shin Tae-yong di Piala AFF U-23 2023, Jadi Maklum Gagal Juara
-
Asisten Shin Tae-yong Ungkap Ketakutan usai Pemain Timnas Indonesia Kembali ke Klub, Soroti Kebiasaan Ini
-
Pahlawan yang Terbuang, Pemain Vietnam U-23 Ini Dicoret dari Skuad dan Tak Ikut Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar