Timnas Indonesia senior akan menjalani laga FIFA Matchday bulan September 2023 mendatang. Menurut jadwal yang telah dirilis oleh federasi, Skuat Garuda akan berhadapan tim asal Asia Tengah, Turkmenistan pada tanggal 8 September 2023 nanti. Pertandingan kedua kesebelasan sendiri akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Namun sayangnya, laga skuat Garuda senior ini tak akan mendapatkan pendampingan dari sang pelatih, coach Shin Tae Yong. Pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut akan memfokuskan perhatiannya di skuat Timnas U-23 yang juga akan turun gelanggang di babak kualifikasi Piala Asia U-23 di Solo. Dengan waktu pertandingan yang hampir berbarengan, maka keniscayaan untuk fokus di tim yang memiliki target lebih penting tentu menjadi sebuah keputusan yang tepat.
BACA JUGA: Profil Welber Jardim, Pemain Diaspora Kebanggaan Coach Bima Sakti
Karena coach Shin Tae Yong berfokus pada Timnas Indonesia U-23, maka untuk sementara waktu kursi kepelatihan di tubuh Timnas Senior akan dihandle oleh Choi In Cheol, sang asisten manager. Sosok yang satu ini sejatinya juga sudah bukan sosok yang asing bagi para penggawa Garuda. karena, asisten manager coach Shin Tae Yong ini tercatat telah membersamai mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut mulai pertengahan tahun 2021 lalu.
Di dunia persepakbolaan, nama Choi In Cheol memang tak begitu terdengar gaungnya. Namun jangan salah, pria kelahiran Korea Selatan, 6 Januari 1972 tersebut ternyata memiliki beragam catatan mentereng di dunia persepakbolaan Korea Selatan.
Disadur dari laman transfermarkt, pria berusia 51 tahun tersebut tercatat telah menekuni dunia kemanageran di sepak bola semenjak tahun 1998 lalu. Jika dihitung-hitung, maka sudah seperempat abad pria ini berkecimpung di dunia manager sepak bola.
BACA JUGA: Ipswich Town Lepas Elkan Baggott untuk Gabung Timnas Indonesia U-23
Tim-tim yang ditanganinya pun juga bukan sembarangan tim. Tercatat, selepas menjalani debut asisten managernya bersama Seoul Dongmyung Elementary School pada tahun 1998, karier Choi In Cheol terus menanjak.
Salah satu puncak karier yang diraihnya adalah dirinya pernah ditunjuk untuk menduduki posisi pelatih kepala Timnas Wanita Korea Selatan U-20 pada 2008-2010, dan pelatih kepala Timnas Wanita Korea Selatan di level senior pada tahun 2019 lalu.
Sepertinya, patut untuk kita nantikan bagaimana racikan Choi In Cheol ini di di Timnas Indonesia senior pada FIFA match day bulan September mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
Artikel Terkait
-
Viking FK Umumkan Pasti Lepas Shayne Pattynama yang Dipanggil Timnas Indonesia
-
Menakar Peluang Timnas Indonesia Kalahkan Turkmenistan di FIFA Matchday Tanpa Shin Tae-yong
-
Sama Seperti Shin Tae-yong, Pelatih Turkmenistan Relakan Banyak Pemain ke Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
-
Shin Tae-yong Lepas Penat Sebelum Jalani Agenda Padat Bareng Timnas Indonesia
-
Usai Laga Melawan Korsel, Erick Thohir: Timnas U-17 Alami Perkembangan
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan