Pada lanjutan pekan ke-12 BRI Liga 1 musim 2023/2024, Madura United sukses menaklukkan tamunya, Persebaya Surabaya dengan skor cukup meyakinkan 3-0.
Laga yang digelar pada Minggu (17/9/2023) kemarin di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan sukses mengantarkan Madura United kian kokoh di puncak klasemen sementara BRI Liga 1 musim ini.
Sementara itu, kekalahan tersebut membuat Persebaya gagal memperpanjang rekor tanpa kekalahan yang telah diperoleh dalam 5 laga terakhir.
Persebaya Surabaya harus tertinggal lebih dahulu di babak pertama atas Madura United. Di menit ke-5 Madura United sukses membuka keunggulan usai Hugo ‘Jaja’ Gomes menaklukkan kiper Andhika Ramadhani melalui eksekusi pinaltinya dan membuat skor menjadi 1-0. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Persebaya Surabaya yang tampil dengan pelatih baru, Josep Gombau mulai bermain sedikit terbuka dan keluar menyerang. Namun, justru Madura United yang berhasil menambah keunggulan di menit ke-48.
Luis Marcelo ‘Lulinha’ Morais Dos Reis sukses menaklukkan Andhika Ramadhani dan membuat skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Madura United.
Persebaya kian terpuruk usai Junior Brandao kembali menambah pundi-pundi gol Madura United di menit ke-83 dan membuat skor menjadi 3-0 hingga akhir laga.
Dilansir dari situs ligaindonesiabaru.com, kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya kini berada di peringkat ke-8 klasemen sementara.
Sementara itu, Madura United kian kokoh dipuncak klasemen BRI Liga 1 musim ini dengan raihan 26 poin, unggul 4 poin atas Borneo FC di peringkat ke-2.
Gol Cepat Runtuhkan Mental Skuad Bajol Ijo
Kekalahan telak 3-0 atas Madura United membuat rekor gemilang Persebaya yang tidak pernah kalah dalam 4 pertemuan terakhir harus terhenti di pekan ke-12 liga musim ini.
Dilansir dari laman resmi klub Persebaya (persebaya.id), gol cepat menjadi pengubah arah permainan dan membuat anak asuh pelatih Josep Gombau bermain di luar harapan.
“Kita terlalu cepat terkena penalti dan itu merubah situasi pertandingan di babak pertama, di babak pertama kita bermain seimbang. Masuk babak kedua dan Madura United lebih baik dari kami,” ujar Josep Gombau seperti yang dikutip dari laman resmi klub Persebaya Surabaya.
Kekalahan ini juga sekaligus memutus trend positif klub asal kota Surabaya tersebut yang tidak pernah kalah dalam 5 pertandingan terakhir.
Di pekan ke-13 nanti, Persebaya Surabaya akan menjamu rival bebuyutan, Arema FC dalam laga bertajuk “Derby Jatim” yang akan digelar pada 23 September 2023 mendatang.
Baca Juga
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Jelang Timnas U-17 Lawan Yaman, Nova Arianto Justru Singgung Kinerja PSSI!
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Hasil BRI Liga 1: Kalahkan Persija, Madura United Keluar dari Zona Degradasi
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
Hobi
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror