Pelatih atau Coach Timnas saat ini, yakni Shin Tae Yong, ungkapkan harapannya untuk Timnas Indonesia setelah nantinya ia tidak lagi menjadi pelatih. Coach Shin Tae Yong berharap agar pondasi yang telah ia bangun untuk Timnas Indonesia dapat bertahan dan diteruskan oleh pelatih selanjutnya.
Seperti dikutip dari laman instagram @garudarevolution.football beberapa waktu yang lalu, Coach Shin Tae Yong mengungkapkan bahwa dirinya mengharapkan Timnas Indonesia semakin berkembang ke depannya.
“Saya ingin dikenang sebagai Shin Tae Yong asal Korea Selatan, yang sangat senang untuk memajukan sepak bola Indonesia, saya hanya tidak ingin mengisi periode kontrak saja tetapi benar benar mencintai sepak bola Indonesia, saya hadir di sini untuk membangun pondasi Timnas yang kuat,” ujar Shin Tae Yong.
BACA JUGA: Profil Ophan Lamara yang Ungkap Sosok Mafia di PSSI dan Liga Indonesia Baru
Ia juga mengungkapkan harapannya jika nanti dirinya tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
“Jika suatu saat saya diganti dan tidak menangani Timnas, pondasi tidak akan mudah tergoyah, justru akan mempermudah pelatih selanjutnya, sepak bola Indonesia akan berkembang ke depannya,” ujar pelatih Timnas asal Korea Selatan ini.
Dikutip dari laman cianjur.suara.com, Coach Shin Tae Yong memang dinilai telah berhasil membangun pondasi untuk Timnas Indonesia dengan baik. Hal ini terbukti dari beberapa sektor yang telah terlihat perbaikannya, seperti regenerasi pemain, karakter permainan, serta kualitas fisik para pemain.
Hal ini pun mengantarkan Timnas Indonesia ke Piala Asia, baik Timnas Senior maupun Timnas U-23, berkat di bawah asuhan Coach Shin Tae Yong.
BACA JUGA: Terlengkap! Jadwal dan Link Streaming Asian Games 2023 Indonesia vs. Kirgistan
Meski telah berhasil membawa Timnas Indonesia menuju kesuksesan, nyatanya Shin Tae Yong tetap tidak luput dari kritikan tajam berbagai pihak. Hal ini dinilai lantaran dirinya belum mempersembahkan gelar untuk Timnas Indonesia.
Shin Tae Yong pernah gagal mengantarkan Timnas Indonesia untuk meraih juara Piala AFF U-23 setelah kalah oleh Vietnam pada laga final.
Para netizen pun ramai memberikan komentar mereka di postingan ini.
“Ketulusan dan kesabaran itu bernama Shin Tae Yong. Jarang jarang ada pelatih gini, begitu banyak drama yang udah dilewatin, tapi beliau tetap fokus bekerja demi memajukan sepak bola Indonesia, thank you Coach Shin,” ujar seorang warganet dengan nama akun @a***.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
Artikel Terkait
-
LINK Nonton Timnas Indonesia vs Kirgistan di Ponsel, Tinggal Sekali Klik dapat Resolusi Gambar HD
-
Curhat Arkhan Fikri ke Marselino Ferdinan, Bonus Piala AFF U-23 2023 Belum Cair
-
3 Pemain yang Batal Bela Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Ada Striker Tajam Persis Solo
-
Pratama Arhan Harus Belajar Lagi! Lemparan Mahasiswi Ini Ciptakan Gol yang Gegerkan Dunia
-
2 Pemain Timnas Indonesia Ini Berpotensi Robek Gawang Musuh di Asian Games 2022, Jadi Tak Masalah Ramadhan Sananta Absen
Hobi
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
Terkini
-
4 Cara Mudah Download Video di TikTok: Tanpa Watermark, Aman, dan Tetap HD
-
Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian
-
4 HP Murah Baru 2026 yang Layak Dibeli: Baterai Besar, Kamera Tajam, dan Harga Bersahabat
-
Petualangan Lima Sekawan yang Ikonik di Buku Enid Blyton
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi