Selain beradu teknik dan kualitas di lapangan hijau, guliran Piala Dunia 2026 ternyata juga disusupi dengan klenik. Meskipun belum bisa dibuktikan secara nyata --karena pada prinsipnya memang sulit untuk dibuktikan dengan akal sehat--, namun dunia perdukunan juga sedikit banyak mengambil tempat di turnamen.
Tak lagi sembunyi-sembunyi, praktik perdukunan ini bahkan sudah diumumkan secara terang-terangan, termasuk oleh sang pelaku. Berbeda dengan dukun penganut aliran tradisional, yang mana lebih suka bermain dalam diam, dukun yang mengambil tempat di Piala Dunia 2026 ini tak sungkan untuk mengekspos keberadaan dirinya, termasuk korban yang ditargetkannya.
Berbeda dengan dunia perdukunan yang bersifat irasional, sepak bola juga membuktikan kepada kita semua bahwa kekompakan dan kerja keras tetaplah menjadi sebuah keniscayaan untuk meraih kesuksesan. Selain teknik dan kemampuan mengolah si kulit bundar yang menjadi modal pokok, dua hal itu juga menjadi penentu lajuan tim-tim yang ada di turnamen.
Lantas, apa jadinya jika tuah dukun yang menyelimuti penyerang Timnas Inggris, Harry Kane bertemu dengan etos kerja dan ketangguhan dari Norwegia yang menjadi satu-satunya Pasukan Viking yang masih tersisa? Kira-kira, siapa yang akan lebih unggul dan melaju ke fase empat besar?
Harry Kane: Lepas dari Jampi-Jampi Dukun Ghana, Langsung Kembali Trengginas
Sebenarnya, ketika saya mengikuti perjalanan Harry Kane bersama Timnas Inggris di perhelatan Piala Dunia 2026 ini, saya berada di titik antara percaya dan tidak. Pasalnya, ketika saya ingin tak percaya dengan apa yang terjadi, kenyataan di lapangan memaksa saya untuk berpikir ulang dan menyuruh percaya. Pun demikian halnya ketika saya memaksakan diri untuk percaya. Ada hal-hal lain yang membuat saya harus menafikan rasa percaya yang mulai terbangun itu.
Semuanya berawal dari ontran-ontran yang dilakukan oleh Nana Kwaku Bonsam, seorang pria asal Ghana yang mengaku bahwa dirinya telah menjampi-jampi Harry Kane agar tampil melempem saat melawan Ghana di matchday kedua grup L (24/6) lalu.
Saat itu, sang dukun tanpa tedeng aling-aling menginformasikan kepada publik bahwa dirinya sudah menjadikan penyerang utama The Three Lions itu sebagai target dan akan dibuatnya tak berdaya di depan pasukan Ghana. Sebuah perkataan yang pada akhirnya menjadi kenyataan, karena Kane yang tampil apik saat Inggris mengganyang Kroasia dengan skor 4-2 di laga pembuka, tampil jauh di bawah form terbaiknya saat berjumpa dengan tim wakil Afrika itu.
Bahkan jika kita masih ingat, ketika Inggris melawan Ghana, Kane yang terkenal tajam dan bisa mencetak gol dengan cara yang sulit sekalipun, tak mampu menjebol gawang sang lawan meskipun peluang sudah terbuka sedemikian lebar. Termasuk ketika dirinya menyia-nyiakan peluang dari depan gawang Ghana. Sebuah penampilan yang mungkin saja kebetulan selaras dengan apa yang dikatakan oleh sang dukun.
Namun, kebetulan itu berubah menjadi sebuah irisan keyakinan ketika sang dukun kembali berulah jelang pertandingan ketiga Inggris. Setelah laga melawan Ghana, dukun Nana Kwaku Bonsam mengumumkan bahwa jampi-jampi yang dia kirimkan kepada Harry Kane telah dicabut. Bahkan, dia menggaransi bahwa sang pemain akan kembali bermain di level terbaiknya saat berhadapan dengan Panama.
Entah kebetulan ataupun tidak, laga melawan Panama menjadi bukti kembalinya "Harry Kane yang benar-benar Harry Kane". Di laga terakhir fase penyisihan grup itu, Kane kembali menunjukkan puncak kualitasnya. Dia berhasil menciptakan satu gol di menit ke-67, meskipun dirinya berada dalam situasi dan posisi yang sulit.
Tak hanya sampai di sana, pada dua pertandingan selanjutnya pascapencabutan jampi-jampi dari sang dukun, penyerang andalan Bayern Muenchen tersebut juga selalu tampil apik. Pada babak 32 besar melawan Kongo, Kane berhasil menciptakan brace, sementara di laga babak 16 besar melawan Meksiko, dirinya juga menjadi salah satu pencetak gol -dari titik penalti- yang membuat Inggris menang 3-2 dari sang lawan.
Dihadang Pasukan Viking Terakhir Skandinavia di Babak 8 Besar
Agak mengherankan memang jika kita mencoba untuk menelaah apa yang terjadi pada Harry Kane. Dari semua pertandingan yang telah dijalaninya bersama Inggris di Piala Dunia 2026 ini, mengapa di laga melawan Ghana saja dirinya harus mandul, tak mampu mencetak gol? Padahal sebelum dan sesudah laga melawan Ghana itu, Kane selalu saja menggila di depan gawang lawan-lawannya.
Mau percaya ini ulah dukun Ghana itu silakan, mau tak percaya juga silakan. Namun, sebuah kenyataan yang tak bisa dibantahkan adalah, Kane kembali tampil menggila setelah jampi-jampi sang dukun dicabut. Bahkan, penampilannya semakin meningkat seperti mendapatkan tuah pasca "dikerjai" sang dukun.
Tuah yang berada di kubu irasional itu, sebentar lagi akan berhadapan dengan kekuatan yang benar-benar berseberangan. Di babak delapan besar ini, tuah sang dukun yang masih menempel pada diri Kane, bakal berhadapan dengan lawan yang belum terpetakan berisikan pemain yang mengandalkan kekuatan nyata. Berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya seperti Kongo, Kroasia, Panama maupun Meksiko, Norwegia di Piala Dunia 2026 ini bukanlah tim yang bisa dengan mudah ditebak.
Tak ada nama besar yang merata di setiap lininya. Hanya titik-titik tertentu saja dalam skuad yang berisikan pemain kelas utama di sepak bola Eropa maupun dunia. Namun, di sinilah letak tantangan terbesar bagi Harry Kane dan tuah dukunnya itu. Norwegia, yang sedari awal turnamen tak terlalu dilirik -bahkan mereka hanya menempati pot unggulan ketiga dalam fase pembagian grup-, di luar dugaan mampu melaju jauh dengan mengandalkan semangat kebersamaan.
Ibarat mendayung sebuah perahu Viking para leluhurnya, para pemain Norwegia ini lebih memilih untuk bermain secara kolektif, mengandalkan kekompakan serta etos kerja di seluruh lini. Tak ada nama besar yang diwajibkan untuk menggendong tim. Karena jika saya melihat permainan Norwegia, mereka menyerahkan nasib tim dalam kebersamaan. Tak ada yang diserahi tanggung jawab lebih besar ketimbang yang lainnya.
Hasilnya pun bisa kita lihat bersama hingga sejauh ini. Penampilan Norwegia yang mengandalkan kekompakan seluruh pemain dan menafikan nama besar yang ada, sukses membuat tim sekaliber Brasil angkat kaki lebih dini dari turnamen. Seperti yang dilakukan oleh para leluhurnya, budaya kerja keras para pemain Timnas Norwegia ini berhasil memulangkan tim sekelas Brasil, yang notabene adalah tim dengan koleksi gelar juara dunia terbanyak. Tak ada pemain manja, tak ada sisi yang bekerja lebih ringan dari lini yang lain. Semuanya sama.
Dan kembali, di babak delapan besar yang dimainkan Ahad (12/7) dini hari nanti, Harry Kane yang masih berselimutkan tuah dari dukun Ghana akan bertarung melawan tembok besar yang berisikan etos kerja tinggi, budaya kerja keras yang diwariskan dari para leluhurnya, dan kekompakan untuk mencapai tujuan bersama khas Viking Skandinavia dalam diri Timnas Norwegia.
Kira-kira, mana nih yang akan menang? Tuah dukun Afrika atau kerja keras dan kekompakan Viking Skandinavia?
Tag
Baca Juga
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Terus Bersinar, tapi Dihantui Segudang PR Besar
-
Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
-
Piala Dunia 2026: Kepulangan Portugal dan Legacy Ronaldo yang Butuh Puluhan Tahun untuk Menyamai
Artikel Terkait
Hobi
-
Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Korea Selatan, Ujian Jelang SEA V League 2026
-
Prancis Belum Layak Juara Dunia Lagi Jika Masalah Ini Tak Segera Dibenahi!
-
Kylian Mbappe Antar Prancis ke Semifinal, Samai Messi di Daftar Top Skor
-
Dari Gagal Penalti dan Tekuk 2-0 Maroko, Prancis Tunjukkan Mental Juara
-
FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
Terkini
-
Tren Intimate Wedding 2026: Saat Gengsi Pesta Mewah Mulai Ditinggalkan
-
Payung Biru di Ujung Musim Hujan
-
Hobi Menulis Jadi Cuan: Masihkah Menyenangkan Saat Passion Ketemu Deadline?
-
Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?
-
5 Hal yang Membuat Azka Adziman, Peserta CoC S3 Mencuri Perhatian Penonton!