Dibandingkan timnas Indonesia, dalam FIFA Matchday bulan Oktober Vietnam memilih lawan yang ‘bergigi’. Tidak tanggung-tanggung mereka menantang 3 raksasa sepak bola Asia China, Uzbekistan, dan Korea Selatan.
Seperti diketahui publik ketiganya adalah penghuni 8 besar cabang olahraga Asian Games yang baru saja berlalu. Uzbekistan sendiri malahan menjadi semifinalis ajang tersebut, sedangkan Korea Selatan sebagai juara Asian Games edisi kali ini.
Langkah berani Vietnam ini jelas bukan tanpa alasan. Philliphe Troussier, sang pelatih tampak sangat serius mempersiapkan timnya dalam menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar bulan November nanti.
Bahkan secara tegas sang pelatih menolak untuk melakukan uji coba dengan timnas Indonesia maupun Thailand. Alasan yang diajukan karena tidak level, mereka memilih lawan yang lebih kuat.
Alasan ini jelas masuk akal. Sebab dengan menghadapi dua negara tersebut pertarungan yang terjadi tidak hanya secara fisik saja, akan tetapi sisi emosional pun pasti akan bermain. Sebab rivalitas antara ketiga negara tersebut memang sengit, sehingga ditakutkan justru akan merugikan Vietnam sendiri.
Dalam uji coba pertama menghadapi China, Vietnam harus mengakui keunggulan China dengan skor 0-2. Hasil ini tidak mengecilkan hati pelatih Vietnam. Sebab pertandingan tersebut digelar di China, kemudian secara peringkat China berada di atas Vietnam.
Bagi pelatih keberanian para pemain Vietnam beradu dengan China justru menjadi tujuan utama. Dengan menghadapi lawan lebih kuat, pasukan Vietnam dipastikan akan lebih kuat menghadapi laga sesungguhnya.
Demikian pula pada uji coba kedua dan ketiga. Pada dua pertandingan ini, Vietnam akan menghadapi Uzbekistan dan Korea Selatan. Lagi-lagi lawan yang mereka hadapi lebih kuat.
Melihat langkah yang dilakukan Vietnam, secara kasat mata jelas ada kekhawatiran Vietnam saat menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam grup yang mereka tempati, selain Irak dan Fillipina, terdapat nama Indonesia di dalamnya.
Diakui atau tidak, timnas Indonesia dianggap sebagai tim yang bisa saja merusak mimpi Vietnam. Apalagi dalam ajang kali ini, Shin Tae-yong mampu mengusung semua pemain yang dikehendakinya.
Dengan skuat full team, dipastikan Indonesia akan menyulitkan Vietnam. Dalam catatan Troussire sendiri masih jelas terbayang betapa mereka dibuat pontang-panting oleh timnas Indonesia dalam 2 pertemuan terakhir.
Pertemuan pertama mereka dibantai anak asuh Indra Syafri dalam SEA Games di Kamboja. Pertemuan kedua, meski menang mereka harus melakoni adu penalty melawan pasukan Shin Tae-yong dalam Piala AFF U-23 2023.
Berbekal dua pertemuan tersebut, maka langkah Vietnam menghadapi 3 raksasa sepak bola Asia menjadi satu bentuk uji nyali yang pas. Bekal menghadapi ketiga negara tersebut, akan menjadi vitamin bagi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
-
Kalahkan Filipina 3-0, Rivan Nurmulki Jaga Asa Medali Emas Voli SEA Games
Artikel Terkait
-
Pelatih Brunei: Tidak Ada Pemain Timnas Indonesia yang Spesial
-
3 Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia vs Brunei, Pemain Terkaya Dunia Absen
-
Timnas Indonesia vs Brunei: Shin Tae-yong Diminta Belajar dari Kegagalan Indra Sjafri
-
Timnas Indonesia Dapat Wejangan usai Sesumbar Cetak Banyak Gol ke Gawang Brunei Darussalam
-
Kontrak Shin Tae-yong Belum Diperpanjang PSSI, Erick Thohir Bongkar Alasannya
Hobi
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
Terkini
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis