Seakan berjodoh, Fajar/Fikri harus berhadapan lagi dengan yuniornya, Raymon/Joaquin di babak 16 besar All England 2026. Dalam pertandingan, Selasa (3/3/2026) di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, keduanya mampu mengatasi lawan-lawannya.
Dalam pertandingan itu, Raymond/Joaquin sukses menaklukkan wakil Korea, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dalam permainan sengit 3 gim. Sementara itu, Fajar/Fikir mampu memecundangi pasangan Negeri Jiran, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dalam 2 gim. Kemenangan keduanya berakibat pertemuan di babak 16 besar tidak terhindar lagi.
Secara hitung-hitungan pertemuan ini merugikan Indonesia, karena salah satu wakilnya pasti akan tersingkir. Namun di sisi lain, pertemuan dini ini juga menguntungkan, sebab paling tidak 1 wakil Indonesia pasti menjejak babak perempat final atau 8 besar. Maka siapa pun pemenangnya, satu tiket pasti sudah diraih.
Bagi keduanya, pertemuan ini sangat menarik untuk dicermati. Sebab keduanya lahir dari beda generasi, Fajar/Fikri jauh lebih senior meskipun mereka adalah pasangan yang terhitung baru. Sedangkan Raymond/Joaquin terhitung masih anak kemarin sore.
Namun dari 2 pertemuan yang pernah terjadi, sisi lain yang menarik adalah superioritas sang yunior. Dalam 2 pertemuan tersebut, skor 2-0 untuk kemenangan Raymond/Joaquin, dalam artian Fajar/Fikri belum pernah menang sama sekali. Hal in yang membuat Fikri penasaran.
"Bertemu Raymond/Joaquin pasti penasaran karena belum pernah menang dari mereka di dua pertandingan awal. Semoga lusa nanti kami bisa mendapatkan kemenangan, itu harapannhya," ungkap Fikri dilansir dari laman perib.id, Selasa (3/3).
Kekalahan pertama Fajar/Fikri terjadi di ajang Australia Open 2025, Desember lalu. Raymond/Joaquin yang terhitung "anak bawang" mampu meraih gelar Australia Open 2025 dengan level super 500.
Namun kekalahan tersebut sempat dipandang remeh. Pasalnya, FAjar/Fikri saat itu tengah mempersiapkan diri dalam ajang BWF World Tour Finals 2025 yang digelar di China. Ada dugaan sebagian pihak, Fajar/Fikri tidak bermain ngoyo atau sungguh-sungguh. Dan bagi Fajar/Fikri tampak kekalahan tersebut tidak terlalu membebani.
Situasi menjadi berubah saat kedua pasangan bertemu kembali di babak perempat final Indonesia Open 2026. Keduanya dipertemukan lagi saat memperbutkan tiket babak semifinal. Belajar dari kekalahan pertama, Fajar/Fikri tampil lebih baik.
Namun lagi-lagi kemenangan berada di tangan pasangan muda ini. Alih-alih balas dendam, Fajar/Fikri dihempaskan Raymond/Joaquin dalam 3 gim petandingan sengit.
Dalam kekalahan kali ini harus diakui dahsyatnya pasangan ganda muda Indonesia ini. Walaupun di babak semifinal mereka takluk di tangan pasangan Malaysia.
Kali ini keduanya dipertemukan lagi di babak yang terhitung dini, masih di babak 16 besar. Raymond/Joaquin yang untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di ajang yang sangat besar ini pun pasti menyimpan ambisi besar.
"Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda," ungkap Raymond.
Fajar Alfian pun mengomentari pertemuan ini.
"Raymond/Joaquin pasangan yang naik daun, punya potensi luar biasa untuk Indonesia tapi kami ingin menampilkan yang terbaik. Semoga hasilnya seperti yang diharapkan," ungkap Fajar.
Lepas dari apapun melajunya 2 pasangan ini menunjukkan bahwa kekuatan bulu tangkis Indonesia belakangan ini bergeser ke nomor ganda. Hal tampak dari banyaknya pasangan yang tersedia serta beberapa gelar yang diraihnya.
Oleh karena itu, kehadiran Raymond/Joaquin dan mungkin akan disusul pasangan lain akan menjadi pelapis skuad yang ada. Kekhawatiran seperti di nomor tunggal tidak akan terjadi.
Baca Juga
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
Artikel Terkait
-
All England 2026: Tanpa Beban, Tiwi/Fadia Tembus Babak Kedua
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
All England 2026: Singkat Wakil India, Alwi Farhan Tunjukkan Status Unggulan Bukan Jaminan
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
Hobi
-
Bagai Langit dan Bumi, Performa Pedro Acosta dan Maverick Vinales Disorot
-
Bukan Hanya Emil, Sinar Kevin Diks Juga Bikin para Penggawa Asia Jadi Insecure di Bundesliga
-
Pujian ke Liga Indonesia dan Preseden Minor yang Diembuskan oleh Ivar Jenner
-
Bangkit Lebih Kuat, Jorge Martin Tembus 5 Besar Usai Jalani Operasi
-
Forza Ferrari! Tifosi Punya Harapan, Tes Bahrain Tunjukkan Potensi SF-26
Terkini
-
Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind
-
Cha Joo Young Berpotensi Bintangi Drakor Baru Human X Gumiho
-
Lebaran dari Sudut Pandang Pekerja Retail yang Tidak Libur
-
Terjebak di Dubai, Agensi Dilraba Dilmurat Sebut Baik-Baik Saja
-
Buku Bertahan Satu Hari Lagi: Memoar Keberanian dari Devy Anastasia