Perhelatan Piala Dunia U-17 tingga menghitung hari. Negara-negara kontestan putaran final pun sudah berdatangan ke tanah air.
Tak ketinggalan, Timnas Indonesia U-17 pun telah berusaha untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin demi bisa bersaing dengan lawan-lawannya. Hal tersebut penting untuk dilakukan, mengingat status tuan rumah yang disandang oleh Indonesia, tentu mereka tak ingin hanya sekadar numpang lewat saja di turnamen akbar tersebut.
Persiapan maksimal yang dilakukan oleh Timnas Indonesia tersebut tampaknya mendapatkan apresiasi positif dari pengamat sepak bola senior Indonesia, Mohamad Kusnaeni. Pria yang akrab disapa dengan nama Bung Kus tersebut menyatakan optimismenya terkait langkah Garuda Muda di Piala Dunia mendatang.
Pengamat yang sejauh ini selalu melontarkan komentar dengan vibes positif kepada Timnas Indonesia itu menilai, faktor lawan dan persiapan dari sang calon lawan menjadi alasan kuat Timnas Indonesia akan berbicara banyak di turnamen nanti.
"Sebetulnya, lawan-lawan yang dihadapi belum tentu lebih lebih baik dari kita persiapannya. Karena tidak semua negara punya kompetisi rutin atau pengembangan pemain muda yang baik," ungkap Bung Kus membeberkan pandangannya sepertimana disadur dari unggahan akun TikTok comfort product.
"Mungkin, yang kuat adalah negara-negara Eropa. Indonesia di kelompok usia saat ini, biasanya bakatnya bagus meski secara fisik mungkin kalah dari Eropa dan Afrika," tambahnya.
Tak hanya itu, Kusnaeni juga memberi pesan kepada jajaran pelatih dan federasi untuk selalu memberikan motivasi kepada para pemain.
"Saya berharap tim pelatih, federasi bisa memotivasi para pemain agar tidak rendah diri melawan negara-negara di berbagai dunia. Harus percaya diri dan keyakinan bahwa kita punya level yang tidak kalah," pungkasnya.
Tentu saja apa yang dilontarkan oleh Bung Kus ini merupakan sebuah hal yang bisa dipertanggungjawabkan. Sebagai seorang komentator, praktisi, pundit, hingga pengamat sepak bola nasional yang sudah cukup kenyang dengan asam garam persepakbolaan Indonesia serta dunia, apa yang terlontar tentu sudah memiliki dasar yang kuat.
Terlebih, di kelompok umur, Timnas Indonesia memang selalu bisa bersaing dengan negara-negara lain. Tak hanya di level Asia, bahkan di level dunia pun bakat-bakat muda Indonesia selalu bisa memberikan kejutan kala berhadapan dengan negara-negara lainnya.
Kira-kira, setuju dengan Bung Kusnaeni atau tidak nih?
Tag
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Alasan SUGBK Tidak Digunakan sebagai Venue Piala Dunia U-17 2023
-
Ikut Bangga, Mikel Arteta Lepas Kepergian Wonderkid Arsenal Main di Piala Dunia U-17 Indonesia
-
Dari Balik Jendela Bus, Pelatih Ekuador U-17 Kagum Keindahan Kota Surabaya
-
Ketika Miras Membawa Petaka bagi 4 Pemain Timnas Polandia Jelang Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia
-
Deretan Wonderkid di Piala Dunia U-17, Arkhan Kaka Bersanding Bintang Muda Real Madrid dan Bayern Munchen
Hobi
-
Optimis! Fabio Quartararo Yakin Honda Bisa Bangkit di Era MotoGP 2027
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
Terkini
-
Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw
-
Review Novel Rengat: Romansa Kaum Elite yang Penuh Rumor dan Intrik
-
5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
-
Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?
-
Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?