Keputusan Fabio Quartararo untuk pindah ke tim Honda sempat menuai kritik dari berbagai pihak, pasalnya dia pergi dari tim papan bawah dan kembali bergabung dengan tim di level yang sama.
Seperti yang kita ketahui bahwa Honda hingga saat ini masih belum menghasilkan peningkatan yang signifikan terkait dengan performa mereka dan masih menghadapi beberapa masalah.
Honda sempat menganggap aerodinamika ekstrem dan downforce tidak cocok untuk MotoGP serta memilih fokus pada pengembangan mekanis murni.
Namun, ketika tim-tim Eropa, yakni Ducati, Aprilia, dan KTM sukses memanfaatkan aero untuk pengereman, akselerasi, dan stabilitas, Honda tertinggal jauh dan butuh waktu lama untuk mengejarnya.
Di sisi lain, mereka juga menghadapi masalah teknis pada motor RC213V, seperti roda yang sering selip (wheelspin) saat keluar tikungan, serta stabilitas bagian belakang motor kurang baik saat melakukan hard braking.
Kendati demikian, Fabio Quartararo tetap merasa yakin dengan kemampuan Honda di masa yang akan datang. Bahwa dengan regulasi baru di tahun 2027, mereka akan menghasilkan motor yang kompetitif.
“Dengan perubahan regulasi, motor baru, dan ban baru, saya rasa Honda bisa memberikan kejutan dan menghasilkan motor yang sangat kompetitif," ujar Fabio Quartararo, dilansir dari laman Crash.
Selain itu, momen kepergian Marc Marquez juga dinilai Fabio menjadi bahan evaluasi yang serius bagi tim Jepang satu ini. Ketika Marquez cedera pada tahun 2020 dan akhirnya hengkang pada akhir 2023, Honda kehilangan tolok ukur pengembangan karena pembalap lain kesulitan menjinakkan RC213V.
Namun, pada akhirnya Honda mengerti kenapa Marc memilih untuk pergi daripada bertahan meskipun dengan tawaran gaji yang lebih besar daripada Gresini.
“Saya rasa mereka mengerti (mengapa Marc pergi). Honda kehilangan pembalap terbaik, dan pada saat itu mereka mengerti apa yang diminta Marc. Mereka menyadari bahwa mereka harus bekerja dengan cara yang jauh lebih agresif," tambahnya.
Kendati sudah yakin betul dengan kemampuan Honda, Fabio mengatakan bahwa dia tidak akan langsung menargetkan kemenangan. Dia menyadari bahwa masih ada yang namanya proses adaptasi sehingga tidak memungkinkan untuk meraih hasil terbaik di waktu yang singkat.
Apalagi, MotoGP 2027 sudah memasuki regulasi baru di mana semua tim dan pembalap akan dihadapkan dengan mesin, ban, dan aturan yang berbeda dari tahun ini. Maka dari itu, pasti dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
"Jika saya merasa siap untuk berjuang memperebutkan podium atau kemenangan, saya akan melakukannya, tapi kita tidak bisa berharap untuk melewati tahapan dengan cepat. Hanya karena saya bergabung dengan Honda bukan berarti motornya tiba-tiba akan menjadi yang terbaik, kita harus bekerja keras, melakukan penyesuaian, dan melangkah selangkah demi selangkah. Selangkah demi selangkah, tetapi dengan cepat," imbuhnya.
Bagi Fabio, saat ini tantangan terbesarnya adalah bagaimana membantu Honda menemukan arah pengembangan yang tepat.
Pengalaman selama membela Yamaha tentu bisa menjadi modal berharga untuk memberikan masukan mengenai karakter motor, sekaligus membantu tim memahami apa saja yang dibutuhkan pembalap untuk bisa tampil kompetitif.
Kini, keputusan tersebut tinggal menunggu pembuktian di lintasan. Fabio tidak datang ke Honda dengan jaminan bahwa kemenangan akan langsung menghampirinya, tapi membawa harapan bahwa proyek baru ini dapat mengubah posisi Honda di persaingan MotoGP, juga membuatnya tampil lebih kompetitif.
Jika semuanya berjalan sesuai harapan, regulasi 2027 bisa menjadi titik awal bagi Fabio dan Honda untuk kembali mengejar barisan terdepan.
Baca Juga
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
Artikel Terkait
-
Line Up Pembalap MotoGP 2027: Fabio Quartararo Membelot ke Honda, Alex Rins Pensiun
-
Pilihan Motor Matik Bekas Tahun Muda Modal Rp 10 Jutaan
-
Honda Klaim Tak Ingin Kualitas Produk Jadi Korban Persaingan Mobil China
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Komunitas Motor Meriahkan Road to MotoGP Mandalika 2026, Touring 100 Rider Siap Digelar
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Oppo Find X10 Siap Debut 22 September: Flagship dengan Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang
-
Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?
-
Review Film Once We Were Us: Ternyata Cinta Saja Tak Selalu Cukup
-
Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah