Timnas Indonesia U-17 akan melakoni laga pembuka gelaran Piala Dunia U-17 kontra Ekuador. Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh laman fifa.com, bentrok antara Pasukan Garuda melawan tim kuat asal kawasan Amerika Latin tersebut akan tersaji pada Jum'at malam, 10 November 2023 dan bertempat di Gelora Bung Tomo Stadium, Surabaya.
Menjelang pertarungan kedua kesebelasan, pelatih Diego Martinez yang menakhodai Ekuador U-17 melontarkan pujian bernada memuji kepada kubu tuan rumah. Sepertimana informasi yang diunggah oleh akun TikTok bolasepakw, mantan pelatih muda di klub Independiente tersebut memberikan pernyataan bahwa kekuatan Pasukan Merah Putih tak patut untuk diremehkan oleh siapapun, termasuk oleh tim yang dilatihnya.
"Timnas Indonesia U-17 ini adalah tim yang sangat bagus," ungkap pelatih berkebangsaan Ekuador tersebut.
"Kami sudah melihat mereka bermain, dan saya pikir mereka sangat bagus," sambungnya.
Tak hanya itu, pria yang mulai menangani Timnas Ekuador U-17 sejak 16 Juli 2022 tersebut juga membocorkan kelebihan yang dimiliki oleh skuat Garuda.
"Timnas Indonesia U-17 memiliki skill mengolah bola yang hebat. Mereka sangat cepat. Sebagai sebuah tim, Timnas Indonesia U-17 tahu persis apa yang harus dilakukan. Karena itu, ini akan menjadi pertandingan pertama yang sulit dan menantang," bebernya.
Sebagai pencinta sepak bola, tentu kita mafhum dengan pola-pola pujian yang dilontarkan oleh para pelatih jelang pertandingan dimulai. Selain sebagai bentuk respek terhadap sang calon lawan, budaya melontarkan pujian setinggi langit juga menjadi salah satu bentuk psy war alias perang psikologi dengan tujuan agar musuh yang akan dihadapi menjadi terlena dan lengah.
Namun terlepas dari itu semua, kita berharap Timnas Indonesia U-17 tak terpengaruh dengan pujian tinggi yang dilepaskan oleh Diego Martinez dan lebih fokus dalam mempersiapkan diri untuk laga perdana nanti.
Selain berhadapan dengan Ekuador, Timnas Indonesia U-17 yang tergabung di grup A juga bakal berhadapan dengan Panama dan Maroko. Sebagai tuan rumah, tentu anak asuh Bima Sakti tersebut diharapkan mampu melaju sejauh mungkin dan memberikan kebanggaan kepada seluruh pendukungnya di tanah air.
Jadi, jangan lengah dengan pujian setinggi langit Pasukan Merah Putih!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Tag
Baca Juga
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
Artikel Terkait
-
Ada 2.000 Tiket Gratis Nonton Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Begini Cara Dapatnya
-
Tak Perlu Inferior, Ini Sederet Alasan Timnas Indonesia Bisa Jinakkan Ekuador di Laga Pembuka Piala Dunia U-17 2023
-
Bukan Welber Jardim dan Amar Brkic, 2 Pemain Timnas Indonesia U-17 Dipantau Pengamat Asing
-
Rajin Cetak Gol di Timnas Indonesia, di Persikabo Mandek, Aji Santoso Ingatkan Dimas Drajad
-
Irak Pincang Jelang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hobi
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
-
Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga
Terkini
-
Sinopsis Extraordinary Attorney Minamida Minami, Drama Terbaru Ashida Mana
-
Demo Mahasiswa UINSA: Tuntut Transparansi Rektorat Tanpa Harus Merugikan Rekan Sendiri
-
Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?
-
Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui
-
Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh