Laga perdana Timnas Indonesia U-17 di pentas Piala Dunia turut melambungkan nama seorang Arkhan Kaka Putra Purwanto. Pemain berusia 16 tahun yang kini membela Persis Solo itu sukses membawa Indonesia menahan imbang Ekuador. Tentunya hal ini merupakan sebuah capaian tersendiri, mengingat Ekuador merupakan salah satu negara elit di pentas sepak bola dunia.
Pada pertandingan yang berlangsung di Gelora Bung Tomo Surabaya tersebut, Arkhan Kaka sukses menjaringkan satu gol ke gawang sang lawan. Memanfaatkan kesalahan kiper Ekuador yang tak lengket dalam menghalau bola, sontekan pemain kelahiran 2 September 2007 tersebut sukses meluncur melintasi garis gawang Ekuador.
Satu gol yang diciptakan oleh pemain bertinggi badan 188cm tersebut merupakan pelengkap dari torehan-torehan rekor yang diciptakan oleh Arkhan Kaka sebagai salah satu pemain sepak bola Indonesia. Sebelumnya, berdasarkan informasi yang disadur dari laman transfermarkt, Arkhan Kaka merupakan salah satu pemegang rekor di pentas Liga 1 Indonesia.
Laman transfermarkt merilis, Arkhan merupakan pemegang rekor sebagai pemain termuda yang berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola dalam negeri. Pada musim 2022/2023, Arkhan Kaka melakukan debutnya di Liga 1 Indonesia dengan melawan Persib Bandung pada usia 15 tahun, 7 bulan dan 2 hari. Hingga saat ini, rekor tersebut masih bertahan dan belum ada pemain lain yang bisa melampaui usia Arkhan saat melakukan debut di kompetisi domestik.
Setelah sukses mencatatkan rekor di kompetisi domestik, Arkhan Kaka kini seolah naik level dengan menciptakan rekor di level dunia. Torehan satu gol yang dilesakkannya pada laga kontra Ekuador, membuat namanya kini terukir sebagai orang Indonesia pertama yang sukses menciptakan gol di ajang sebesar Piala Dunia.
Uniknya, rekor tersebut bahkan melingkupi rekor Timnas Senior maupun level-level lainnya. Mengingat di edisi Piala Dunia yang pernah diikuti oleh Timnas Indonesia, baik di level senior maupun di level Timnas U-20 selalu pulang dengan kebobolan banyak gol dan tak mampu merobek jala gawang lawan.
Sepertinya rekor seorang Arkhan Kaka sudah mulai lengkap ya. Setelah beberapa waktu lalu sukses menciptakan rekor di kompetisi domestik, kini dirinya juga sukses mencipatakan rekor di pentas Piala Dunia. Semoga saja semakin berkembang ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Nonton Langsung Piala Dunia U-17 di GBT, Suporter Disabilitas: Baru Pertama Kali...Luar Biasa Merinding
-
2 Fakta Menarik Timnas Inggris, Kandidat Juara Piala Dunia U-17 yang Tak Sabar Jajal Ketangguhan Brasil
-
Timnas Indonesia Makin Solid, Dua Pemain Ini Masuk Nominasi Pemain Asing Terbaik Liga Malaysia
-
Media Asing Terkejut Lihat Permainan Timnas Indonesia U-17 saat Lawan Ekuador: Mereka Ukir Sejarah
-
Eks Borussia Dortmund Dipanggil Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Hobi
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
Terkini
-
Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?
-
Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix
-
November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?