Selepas ditunjuk menjadi pelatih di Timnas Indonesia oleh PSSI pada tahun 2019 lalu, Shin Tae Yong belum sekalipun memberikan gelar juara. Sejauh ini, capaian tertinggi dari pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut adalah menjadi runner up Piala AFF edisi 2020 dan runner up Piala AFF U-23 edisi tahun 2023.
Maka, tak mengherankan jika beberapa kalangan, terlebih mereka yang berorientasi pada hasil, selalu menagih gelar juara kepada seorang STY. Sebuah hal yang lumrah di mata mereka, karena terhitung mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu telah menukangi Pasukan Merah Putih selama kurang lebih empat tahun.
Menyadari hal tersebut, STY pun buka suara. Pelatih yang sukses memulangkan Jerman yang berstatus juara bertahan di Piala Dunia Rusia 2018 tersebut menjelaskan bahwa dirinya belum mampu untuk memberikan gelar juara karena harus memulai fase-fase pembangunan Timnas Indonesia dari hal yang paling dasar.
Tak hanya itu, fokus kepelatihan coach STY saat ini lebih berorientasi pada pembangunan skuat yang bisa bersaing di level benua, bukan lagi skuat yang hanya mampu bersaing di level regional Asia Tenggara belaka.
"Mungkin para fans menanyakan kenapa tak bisa juara. Mungkin kalau timnya sudah punya fondasi kuat, saya datang bisa juara. Tapi tidak seperti itu," ungkap STY menyadur dari akun TikTok sportid.
BACA JUGA: Susul Saudara Kembarnya, Yakob Sayuri Putuskan Tak Ikut ke Timnas Indonesia
"Tapi sekarang di AFF Indonesia tak akan kalah dengan mudah. Pastinya level kita sudah masuk ke final. Tapi saya tak mau fokus di AFF, melainkan kita sudah berpikir ke level AFC," imbuhnya.
Sejatinya apa yang diungkapkan oleh coach Shin tersebut ada benarnya. Mengingat ketika dirinya datang dan menjadi pelatih di skuat Garuda, coach STY harus memulai semuanya dari awal.
Selain membenahi skill olah bola para pemain, STY dan tim juga harus bekerja keras untuk membenahi fisik, stamina, mental dan hal-hal dasar dari para pemain Indonesia meski mereka memiliki label Timnas.
Bahkan, STY harus mengambil jalur ekstrem dengan memangkas satu generasi Timnas karena benar-benar harus memulai masa kepelatihannya tersebut dari nol. Dan terbukti, meskipun belum memberikan gelar juara, Shin Tae Yong telah sukses meloloskan tiga level Timnas Indonesia ke putaran final Piala Asia.
Setuju atau tidak nih dengan statemen dari coach STY?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal
-
Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG
-
Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan
-
Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?