Hasil drawing Piala Asia U-23 2024 telah resmi keluar. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), drawing yang digelar pada Kamis (23/11/2023) pekan lalu tersebut menempatkan timnas Indonesia U-23 berada di grup A bersama tuan rumah Qatar, Jordania dan negara tetangga, Australia. Secara peta kekuatan, timnas Indonesia memang menjadi tim terlemah di grup A sekaligus menjadi tim debutan satu-satunya di kompetisi Piala Asia U-23.
Hasil tersebut juga membuat timnas Indonesia kembali bersua Australia yang notabene merupakan tim yang memupus harapan skuad garuda U-23 untuk berlaga di ajang Piala Asia U-23 2022 lalu. Saat itu, timnas Indonesia harus bermain 2 leg langsung dengan Australia untuk memperebutkan 1 tiket lolos ke putaran final.
Hal tersebut karena Cina dan Brunei Darussalam yang sejatinya berada 1 grup dengan Indonesia dan Australia memilih mengundurkan diri dengan alasan masing-masing.Timnas Indonesia pun harus takluk dengan agregat 2-4 dari Australia setelah di leg pertama takluk 2-3 dan di leg kedua harus kembali menelan kekalahan dengan skor tipis 1-0.
Peluang Timnas Indonesia Membalas Kekalahan Tahun 2021 Lalu Terbuka Lebar
Kini, timnas Indonesia U-23 kembali bertemu dengan Australia di putaran final Piala Asia U-23 2024. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), ketua umum PSSI, Erick Thohir meminta kepada seluruh punggawa garuda U-23 untuk tak gentar menghadapi siapapun lawan di grup A. Hal ini termasuk Australia yang memang menjadi salah satu tim kuat di ajang kali ini.
Melihat peta kekuatan timnas Indonesia U-23 saat ini yang dihuni oleh banyak pemain-pemain yang juga anggota timnas senior tentunya peluang untuk membalaskan kekalahan atas Australia pada 2021 lalu sangat terbuka lebar. Belum lagi kini dalam skuad timnas Indonesia U-23 juga banyak dihuni beberapa pemain yang merumput di liga luar.
Beberapa pemain seperti Pratama Arhan, Elkan Baggott, Rafael Struick dan Ivar Jenner merupakan beberapa nama langganan timnas yang berstatus sebagai pemain abroad. Selain itu, adapula nama Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner yang kini tengah dalam proses naturalisasi dan masih dapat membela timnas Indonesia U-23 di ajang Piala Asia U-23 tahun depan.
Namun, salah satu ganjalan bagi pelatih timnas Indonesia U-23 untuk memanggil nama-nama pemain yang merumput di liga luar tersebut adalah status Piala Asia U-23 sendiri yang merupakan kompetisi yang tidak masuk kalender FIFA kendati dikelola oleh AFC. Hal ini bisa membuat klub berhak menahan pemainnya saat mendapatkan panggilan timnas apabila berlaga di luar event kalender FIFA.
Tentunya kita dapat berharap bahwa pihak PSSI dan klub pemain yang mendapat pemanggilan tim nasional dapat melakukan negosiasi perihal pemanggilan tersebut. Tentunya banyak penikmat sepakbola nasional juga berharap timnas Indonesia U-23 di ajang Piala Asia U-23 2024 mendatang tampil dengan kekuatan penuh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Artikel Terkait
-
Media Vietnam Berandai-andai Park Hang-seo Gantikan Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia
-
Media Lokal Klaim Irak Bawa Skuad Terbaik ke Piala Asia Qatar, Tantangan Berat buat Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Segera Sah Jadi Pemain Timnas Indonesia, Media Vietnam Auto Panik
-
Absen di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ivar Jenner Sudah Tak Sabar Bela Timnas Indonesia di Piala Asia Qatar
-
Daftar Juara Piala Asia U-23, 5 Negara Berbeda di 5 Edisi
Hobi
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
Terkini
-
Kasta Ekskul di Sekolah Negeri: Bakat yang Terhalang Isi Dompet
-
Matinya Preman Pasar
-
Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Narasi Politik yang Setengah Jadi di Balik Kampanye Sekolah Gratis