Kabar baik berhembus ke kubu Timnas Indonesia senior. Pemain tengah andalan Pasukan Merah Putih, Ivar Jenner kini dikabarkan sudah mulai membaik dan sudah mengikuti program latihan klubnya, FC Utrecht U-21.
Sepertimana informasi yang diunggah oleh akun TikTok khen_timnasgaruda, pemain kelahiran Utrecht, 10 Januari 2004 itu menyatakan bahwa kondisinya kini sudah semakin membaik. Bahkan, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu juga berharap, dirinya sudah mampu memperkuat Skuat Garuda pada turnamen Piala Asia dua bulan mendatang.
"Saya harap, saya kembali pada periode selanjutnya, pada bulan Januari bersama Timnas Indonesia," ungkap Ivar.
Dengan kode positif yang dilemparkan oleh Ivar, maka setidaknya para pendukung Timnas Indonesia saat ini bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, slot lini tengah akan kembali diisi oleh salah satu pemain yang memiliki kualitas terbaik.
Seperti yang kita ketahui bersama, Ivar Jenner dalam beberapa bulan belakangan harus menepi terlebih dahulu dari Timnas Indonesia. Bukan karena performa atau hal-hal non teknis lainnya, pemain yang memiliki tinggi badan 188cm tersebut harus tersisihkan untuk sementara karena cedera yang membekapnya.
Maka tak mengherankan jika dalam dua pertandingan pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua lalu, Pasukan Merah Putih harus bertarung tanpa kehadiran seorang Ivar di lini tengah.
Buruknya lagi, ketika Ivar tak bisa memperkuat Timnas Indonesia, sang kompatriot yang juga berposisi di lapangan tengah, Marselino Ferdinan juga harus menepi. Alasannya pun sama seperti Ivar, Marceng harus menepi karena juga dilanda cedera.
Hasilnya, dalam dua pertandingan perdana melawan Irak dan juga Filipina, anak asuh Shin Tae Yong itu hanya mampu menuai satu poin saja untuk dibawa pulang.
Faktor kurang hidupnya lini tengah Timnas Indonesia di dua laga awal tersebut disinyalir menjadi salah satu faktor buruknya performa Pasukan Merah Putih pada laga tersebut. Marc Klok yang begitu diandalkan untuk menjadi metronome lini tengah, tampil sangat jauh di bawah performa terbaiknya, sehingga membuat lini tengah Indonesia minim kreasi.
Dengan kembalinya seorang Ivar Jenner, maka kita selaku pendukung Timnas Indonesia harus optimis, kreasi lini tengah Indonesia pasti akan meningkat tajam di Piala Asia 2023 mendatang, seiring dengan kembalinya pemain yang dikenal memiliki visi bermain level tinggi tersebut.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Bambang Pamungkas: 13 Tahun Bela Timnas Indonesia, Dilatih 11 Pelatih, Tak Ada Pola yang Tepat
-
4 Negara Asia Ini Gugur di Fase Grup saat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Termasuk Indonesia
-
2 Alasan Tristan Gooijer Tak Perlu Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia
-
Perjalanan Karier Arya Sinulingga, Exco PSSI Dilaporkan Dek Gam Pasca Video Marah-marahnya Viral
-
Ngaku Sudah Dihubungi PSSI, Tristan Gooijer Masih Ragu Jadi WNI
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam