Sebuah keputusan yang menggembirakan diambil oleh ketua umum PSSI, operator Liga 1 Indonesia dan klub kontestan liga. Ketiga pihak tersebut akhirnya menyepakati bahwasannya gelaran Liga 1 Indonesia akan diliburkan ketika Timnas Indonesia berlaga di pentas Piala Asia U-23.
Melalui informasi yang diunggah oleh akun TikTok 2% pada 17 Desember 2023, Erick Thohir mengkonfirmasikan terkait peliburan kompetisi tersebut.
"Dari PT LIB, sudah menyanggupi (kompetisi diliburkan), klub-klub menyanggupi. Sehingga ketika Timnas Indonesia U-23 bermain di Piala Asia U-23 2024, para pemain terbaik bisa (bergabung ke Timnas Indonesia)" terang mantan presiden klub Inter Milan tersebut.
BACA JUGA: BRI Liga 1 Bakal Libur saat AFC U-23, Tak Ada Lagi Tarik Ulur Kepentingan?
Keputusan tersebut tentu tak hanya ditanggapi dengan bahagia oleh para pencinta Timnas Indonesia, namun juga oleh pelatih Timnas U-23, coach Shin Tae Yong. Dengan liburnya kompetisi ketika gelaran Piala Asia dimainkan, maka dirinya bisa dengan leluasa memanggil para pemain terbaik yang berlaga di kompetisi domestik karena tak ada lagi konflik kepentingan di dalamnya.
Namun sayangnya, keputusan yang diambil oleh PSSI, operator liga dan klub peserta liga tersebut tak serta merta menghindarkan sang pelatih dari permasalahan yang timbul saat melakukan pemanggilan pemain.
Pasalnya, skuat Timnas Indonesia U-23 sendiri saat ini tak hanya dihuni oleh para pemain yang berlaga di kompetisi dalam negeri. Pemain-pemain di bawah umur 23 tahun didikan pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut juga tersebar di berbagai liga yang ada di benua Biru, sehingga berpotensi untuk mengganggu proses pemanggilan pemain.
Sudah bukan sebuah rahasia lagi jika klub-klub tempat bernaung para pemain sepak bola, enggan untuk melepaskan pemainnya ke Timnas jika kompetisi yang dijalani oleh negara sang pemain tidak berada di bawah kalender FIFA.
BACA JUGA: Bintang Piala Dunia U-17 Tengah Didekati Barcelona, Ada yang Bisa Menebak?
Dan itulah yang menjadi kendala. Sampai sejauh ini, gelaran Piala Asia U-23 bukanlah turnamen yang berada di bawah kalender resmi FIFA, sehingga klub tidak wajib untuk melepaskan pemainnya untuk memenuhi panggilan Timnas.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com (17/12/2023) beberapa pemain U-23 Indonesia memang kini tengah membangun karir di persepakbolaan benua Eropa. Sebut saja Elkan Baggott, Rafael Struick, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, hingga yang terakhir Justin Hubner saat ini tercatat menjadi bagian dari klub di luar Liga 1 Indonesia.
Jika PSSI tak mampu melobi klub para pemain tersebut, besar kemungkinan mereka akan absen dari Piala Asia U-23 mendatang, dan berpotensi membuat kekuatan Indonesia menjadi timpang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
BRI Liga 1: 3 Komentar Menarik Thomas Doll Usai Persija Hantam PSS Sleman
-
Daftar 6 Nama yang Sudah Dipanggil STY ke Timnas Indonesia, Siapa Saja?
-
BRI Liga 1: Persebaya Mau Putus Rantai Kekalahan, Kemenangan Atas Persikabo Jadi Harga Mati
-
BRI Liga 1 Bakal Libur saat AFC U-23, Tak Ada Lagi Tarik Ulur Kepentingan?
-
BRI Liga 1: Ernando Ari Dipastikan Absen di Laga Lawan Persikabo 1973, Bagaimana Taktik Persebaya?
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam