Timnas Indonesia menggelar pemusatan latihan di Turkiye semenjak tanggal 20 Desember 2023 lalu. Pemusatan latihan tersebut dimaksudkan sebagai persiapan untuk menapaki kerasnya pertarungan di putaran final Piala Asia 2023 yang bakal digelar di Qatar pada bulan Januari 2024 mendatang.
Selain memantapkan fisik, taktik dan strategi permainan, anak asuh Shin Tae Yong tersebut juga bakal difasilitasi dengan laga uji coba.
Tak tanggung-tanggung, hingga putaran final turnamen antar negara level tertinggi di benua Asia tersebut, Pasukan Merah Putih akan menjalani tiga kali laga uji coba.
Manyadur laman pssi.org, selama masa pemusatan latihan hingga guliran turnamen dimulai, Anak-anak Garuda akan beruji coba melawan Libya sebanyak dua kali, dan menjajal kekuatan raksasa sepak bola Asia, Iran sekali.
Tampaknya, persiapan "mewah" yang dijalani oleh Skuat Merah putih menimbulkan kecemburuan pada sang tetangga, Timnas Malaysia.
Kompatriot Shin Tae Yong yang menjadi nakhoda Harimau Malaya, Kim Pan Gon, secara blak-blakan menyuarakan rasa irinya terhadap tahapan persiapan yang dilakukan oleh Pratama Arhan dan kawan-kawan.
Dilansir akun TikTok fans_bola08 pada 30 Desember 2023, pelatih yang identik dengan rambut panjang sebahu itu mengungkapkan kekecewaannya jelang persiapan turnamen Piala Asia.
Bahkan, sang pelatih juga membandingkan antara Timnas Indonesia yang mendapatkan jatah uji coba hingga tiga kali, dengan anak asuhnya yang hanya sekali saja mendapatkan jatah uji coba.
"Sudah tentu tidak cukup (sekali laga uji coba). Tetapi kita akan mencoba mengatasi masalah ini. Kita akan coba mengatur untuk mendapatkan lawan yang bisa kita hadapi sebelum tampil di Piala Asia 2023 nanti," ujar Kim Pan Gon menyuarakan ketidakpuasannya dengan agenda sekali pertandingan.
"Tidak banyak pilihan. Tapi kami akan berusaha keras mencari solusinya," tambahnya.
Memang, untuk menampilkan performa terbaik di turnamen, laga uji coba menjadi salah satu keniscayaan bagi para tim kontestan. Semakin banyak uji coba yang dilakukan, maka semakin teruji pula permainan yang dimiliki oleh sebuah tim.
Maka, tak mengherankan jika Kim Pan Gon menyuarakan bahwa satu laga uji coba tidaklah cukup bagi skuatnya, karena setidaknya dua atau tiga laga uji coba seperti halnya Timnas Indonesia akan menjadi sebuah kuantitas yang ideal untuk memantapkan skuat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
Artikel Terkait
-
Karakter Asli Pratama Arhan di Luar Lapangan Dibongkar Mertua, Ternyata Begini Azizah Diperlakukan Usai Menikah
-
McDonald's Negara Tetangga Ini Tak Terima Diboikot Usai Rugi Besar-besaran
-
Hari Ini Justin Hubner, Sandy Walsh, dan Elkan Baggott Kemungkinan Sudah Gabung di TC Timnas Indonesia
-
Lini Pertahanan Irak Bapuk! Shin Tae-yong Bisa Pasang Taktik Menyerang buat Bisa Balas Dendam di Piala Asia 2023
-
Indonesia vs Libya: Timnas Tanpa 2 Penggawa Lini Pertahanan, Waktunya Hulk dari Semarang Unjuk Kualitas
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia