Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Jorge Martin (Instagram/88jorgemartin)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, kini sedang menikmati jeda paruh pertama musim 2026 dengan hati yang gembira. Bagaimana tidak? Dirinya kini tengah bertengger di posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Setelah mengalami musim yang sulit tahun lalu, di mana dirinya harus berhadapan dengan cedera serta konflik dengan tim Aprilia, kini Martin sukses membuktikan bahwa dirinya adalah pembalap yang patut diperhitungkan.

Menurut pengakuannya, Martin bisa berjuang memperebutkan gelar juara dunia dengan satu kunci utama, yakni konsistensi.

Sejauh ini, performanya masih dikatakan naik turun, terlihat bagaimana pembalap asal Spanyol tersebut beberapa kali melakukan kesalahan sehingga gagal mendapat poin maksimal.

Jika saya bisa berjuang memperebutkan gelar hingga akhir, itu akan menjadi keuntungan, tetapi saya harus sampai ke sana, dan untuk itu saya membutuhkan konsistensi,” kata Martin, dilansir dari laman Crash.

Lebih lanjut, Martin juga berbicara soal tantangan yang dia hadapi untuk bisa meraih gelar keduanya, salah satunya adalah rival.

Menurut Martin, kemampuan setiap rival memberinya tantangan yang berbeda-beda, tapi kali ini dia menyebut Marco Bezzecchi dan Marc Marquez yang berada di level yang sangat tinggi.

Setiap rival berbeda, dan Marco membuktikan dirinya berada di level yang sangat tinggi, dan ada juga (Marc) Marquez," tambahnya.

Untuk menghadapi lawan yang tangguh, dukungan dari tim Aprilia sangat dibutuhkan oleh Martin agar tujuannya mencapai gelar juara dunia bisa terwujud.

Martin kembali mengulang cerita di masa lalu di mana dia sedang memperjuangkan gelar untuk tim yang akan ditinggalkannya musim depan.

Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2024 lalu, Jorge Martin meraih gelar juara dunia untuk tim Pramac Racing, sementara dia sudah menandatangani kontrak dengan tim Aprilia untuk tahun 2025.

Kali ini, Martin sedang berjuang bersama Aprilia dan di sisi lain dia sudah mencapai kesepakatan dengan Yamaha.

Kendati demikian, Martin tetap akan memberikan yang terbaik di sisa seri musim ini, dia juga yakin bahwa Aprilia akan melakukan segala cara untuk bisa membawanya meraih gelar juara dunia, meskipun tahun depan dia sudah tidak bersama Aprilia lagi.

Saya rasa tujuan Rivola (CEO Aprilia) adalah menempatkan saya pada posisi untuk menang. Pada akhirnya, saya memikirkan diri saya sendiri, dan saya percaya dia akan melakukan segala yang dia bisa untuk membiarkan saya menang, jadi saya tenang menghadapi hal itu," katanya.

Keyakinan Martin terhadap dukungan dari Aprilia sangat masuk akal mengingat ini akan menjadi gelar juara dunia pertama bagi Aprilia.

Setelah bertahun-tahun mengikuti kompetisi MotoGP, akhirnya mereka bisa memimpin klasemen. Mereka tentu akan mendukung siapapun pembalapnya yang bisa membawa mereka meraih gelar tersebut.

Di awal musim, Marco Bezzecchi sempat menjadi primadona bagi Aprilia karena mendominasi kemenangan, harum gelar juara dunia sudah mulai tercium.

Namun, belakangan performanya mengalami kemunduran yang cukup signifikan dan kemudian diambil alih oleh rekan setimnya sendiri, Jorge Martin.

Pada kenyataannya, selama keduanya berlomba untuk menjadi pemimpin klasemen, Aprilia tidak pilih kasih antara Martin dan Bezzecchi. Terutama jika mengingat Bezzecchi masih bertahan musim depan.

Mereka tetap mendukung semua pembalap agar bisa tampil maksimal di setiap balapan dan menyerahkan hasil akhir kepada masing-masing pembalap, tak terkecuali pembalap satelit, itulah kenapa saat ini posisi Ai Ogura lebih tinggi dibandingkan Marco Bezzecchi di klasemen (Ogura P2, Bezzecchi P4).

Dengan demikian, wajar jika Jorge Martin sama sekali tidak meragukan dukungan Aprilia kepadanya dalam perebutan gelar juara dunia kali ini.